Pendahuluan 

Bagi sebagian orang mendengar kata sejarah sudah pasti merasa pusing karena harus menghafal dan mendengarkan ceramah dari berbagai peristiwa yang terjadi di masa lampau. Lain halnya bagi beberapa orang mempelajari sejarah adalah suatu hal yang mengasyikkan. 

Dengan ini sudah seharusnya diperhatikan bagi para pengajar sejarah untuk tidak menjadikan mata kuliahnya menghafal peristiwa masa lampau. Izinkan kami untuk memahami pentingnya sejarah itu sendiri. Rujukan sejarah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah permulaan/garis keturunan atau peristiwa dan peristiwa yang benar-benar terjadi sebelumnya. 

Dengan cara ini, memahami sejarah adalah metode dasar untuk melewatkan peristiwa di masa lalu. Dengan bertambahnya usia zaman yang sedang berlangsung, sejarah berubah menjadi tindakan yang menarik dan perlu dipertimbangkan.

Dengan mengingat salah satu asumsi Bapak Revolusi kita, Bung karno “Jas Merah! Jangan pernah melupakan sejarah” sudah seharusnya memberikan kita energi dalam perjalanan berkonsentrasi menulis (sastra). Rangkaian pengalaman yang kita kaji kali ini adalah latar belakang sejarah penulisan,

Luxemburd dalam Pengantar Ilmu Sastra memaknai bahwa latar belakang sejarah penulisan adalah ilmu yang membicarakan tentang aliran, jenis, tokoh, periode keilmuan hingga tanggapan pembaca. 

Satu pendapat lagi disampaikan Zulfahnur Z.F dan Sayuti Kurnia, sejarah sastra adalah ilmu yang berkonsentrasi pada perbaikan nyata dari suatu bangsa, budaya, jenis karya sasra, karakter/pencipta, dan lain-lain.

Jadi dengan ini sejarah sastra adalah ilmu atau informasi yang menggabungkan penggambaran yang berbeda dari serangkaian peristiwa dalam sejarah penulis (sastrawan), latar belakang sejarah sastra munculnya kritik sastra, kelas dalam sastra, ujian atau perbandingan sastra, dan periode pengembangan penulisan sastra.  

Pembahasan 

Dalam memusatkan perhatian pada sejarah sastra secara sungguh-sungguh, tentu penting untuk mengetahui dengan tepat latar belakang sejarah penulisan Indonesia atau mungkin mengetahui diagram perjalanan pergantian peristiwa dan perkembangannya. 

Latar belakang sejarah penulisan tidak hanya memberi kita gambaran singkat tentang bagaimana sejarah dibingkai, tetapi juga menjelaskan karya-karya sastra daerah dan tokoh-tokoh lokal mereka sebagai jenis produk budaya bangsa.

Sejarah sastra membangun kembali sebuah karya untuk hadir dalam terang landasan yang menggabungkan pengaturan pengembangan karya seni yang bersangkutan. 

Untuk situasi ini, sejarah sastra memberikan hasil yang dapat diterapkan pada masa lalu atau seperti yang ditunjukkan oleh kecenderungan waktu itu, khususnya dengan membangun kembali mentalitas kehidupan, karakter, ide, kecurigaan, bias dan pertimbangan mendasar dari berbagai masyarakat di sekitarnya.

Misalnya, melalui sejarah sastra kita bisa mengetahui orang atau sikap orang Yunani terhadap wanita, budak serta penjelasan rinci kosmonogi abad pertengahan. Sejarah sastra juga digunakan sebagai kajian terhadap tulisan secara khusus dan budaya secara keseluruhan. 

Dengan menjadi artistik, kita dapat mengetahui diskusi-diskusi yang ada dalam sastra pada periode yang berbeda hingga saat ini. Diskusi sastra terkait erat dengan semesta masalah pemerintahan, perubahan besar di zaman ini sangat mempengaruhi naungan kehidupan seni. 

Kita diberi pemahaman bahwa peristiwa sosial politik memberikan peluang yang berharga untuk dimanfaatkan sebagai bahan penyusunan atau landasan sebuah karya ilmiah. Latar belakang sejarah penulisan sastra membuatnya lebih mudah untuk menguraikan secara akurat sebuah karya sastra. 

Sebagai pembaca karya sastra, kita harus memahami struktur dan isi, serta waktu penulisan, jenis penulisan tertentu agar lebih jelas maknanya. Karya seni mengiringi berbagai macam dan dari berbagai daerah di Indonesia. Sekali lagi, kita ingin mengembangkan landasan sosial dari setiap bidang dalam tulisan yang dibaca. 

Oleh karena itu, untuk dapat memahami, mendalami, dan berkonsentrasi pada penulisan bahasa Indonesia, kita tentu harus memahami bagaimana latar belakang sejarah penulisan bahasa Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu dengan berbagai karya dan esai di setiap periode dan latar belakang masalah yang berbeda.

Tentunya sejarah sastra juga merupakan ilmu pembantu untuk kritik sastra. Sejarah sangat penting untuk analisis sastra untuk melewati sampai pada pernyataan preferensi atau keengganan. Akibatnya, kritik sastra membutuhkan sejarah sastra sebagai penentu terlepas dari apakah sebuah karya itu unik dan apakah komponen karya sastra dipengaruhi oleh komponen sastra lainnya.

Latar belakang sejarah penulisan juga memerlukan kritik sastra untuk menentukan objek kajian sejarah sastra. Tempat sejarah sastra berada di atas kritik sastra dan teori sastra, namun ketiganya konstan satu sama lain. Teori sastra dan kritik sastra tidak dapat dipisahkan dari sejarah sastra.

Kesimpulan 

Sejarah sastra merupakan ilmu atau pengetahuan yang mencakup berbagai uraian serangkaian peristiwa mengenai riwayat-riwayat para sastrawan, sejarah munculnya kritik sastra, genre dalam sastra, perbandingan sastra, dan perkembangan kesusastraan periode.

Sejarah sastra memiliki fungsi: 

(1) sejarah sastra memberikan penjelasan bagaimana sejarah dibingkai, tetapi juga menjelaskan karya-karya sastra daerah dan tokoh-tokoh lokal, (2) membangun kembali sebuah karya untuk hadir dalam terang landasan, (3) Sejarah sastra juga digunakan sebagai kajian terhadap tulisan secara khusus dan budaya secara keseluruhan., (4) lebih mudah untuk menguraikan secara akurat sebuah karya sastra.

Latar belakang sejarah penulisan juga memerlukan kritik sastra untuk menentukan objek kajian sejarah sastra. Tempat sejarah sastra berada di atas kritik sastra dan teori sastra, namun ketiganya konstan satu sama lain. Teori sastra dan kritik sastra tidak dapat dipisahkan dari sejarah sastra.

Tinjauan Pustaka:

Bahtiar, R. E. (2011). Sejarah Sastra Indonesia. Ciputat: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta].

Kurnia, Z. Z. (2007). Sejarah Sastra . Jakarta : Penerbit Universitas Terbuka.