Mungkin ini adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh kalangan suporter bola dan masyarakat di Indonesia, khususnya di Jakarta ataupun Bandung. 

Namun ini juga bisa menjadi hal yang sangat tidak diharapkan oleh beberapa pihak/oknum. Karena fanatisme sempit mereka akan membutakan segalanya ketika ada kesempatan berdamai dengan rival mereka. Ya, hanya orang bodohlah yang tidak mau berdamai dan hidup tentram satu dengan yang lain. 

Satu lagi kasus kekerasan terjadi akibat rivalitas bobotoh Persib dan pendukung Persija Jakarta. Ricko Andrean meninggal dunia beberapa hari setelah dikeroyok oknum bobotoh yang mengira dia bagian dari The Jakmania. 

Setelah mendengar berita bahwa Ricko Andrean meninggal dunia, bukan hanya publik Bandung dan supporter Persib Bandung saja yang merasakan duka, melainkan publik Jakartapun berduka. Para suporter tim Persija Jakarta pun sadar bahwa mereka juga harus mengungkapkan rasa bela sungkawanya. 

Tidak hanya sampai disitu berita duka ini juga menggugah perasaan seluruh suporter Indonesia. Sehingga tidak hanya dari pihak Bobotoh Persib dengan The Jakmania saja yang menunjukkan rasa dukanya. Melainkan seluruh suporter sepakbola di Indonesia juga menyampaikan ungkapan bela sungkawanya atas berita duka ini. Sehingga ini bukan hanya duka publik Bandung saja, melainkan duka bagi publik sepakbola seluruh Indonesia. 

Banyak yang mengharapkan perdamaian terjadi antara kedua kubu suporter, Bobotoh Persib dengan The Jakmania. Baik itu dari kedua pihak, sebagian besar suporter sepakbola di Indonesia. Bahkan Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan kematian Ricko harusnya menjadi pelajaran bagi Bobotoh dan The Jakmania untuk mengakhiri permusuhan. Kang Emil pun menawarkan agar adanya perdamaian untuk bobotoh dan Jakmania.

Perdamaian antara bobotoh Persib dan The Jakmania perlahan mulai mendekati kenyataan. Setidaknya, hal ini terlihat dari aksi menyalakan 1.000 lilin tanda duka cita atas meninggalnya Ricko Andrean, yang dilakukan suporter dari Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (28/7/2017) malam. 

Tidak hanya itu, kedua suporter saling membentangkan syal dan sekaligus menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga Indonesia Pusaka bersama-sama.

Bahkan tidak hanya sampai disitu saja, akun twitter resmi dari tim Macan Kemayoran (Julukan Persija Jakarta) langsung mengunggah video keberlangsungan ketika kedua kubu suporter ini bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan, yaitu lagu Indonesia Raya. Suasana kebersamaan yang sangat luar biasa ini memang harus sepantasnya untuk diabadikan. 

Tak berlangsung lama twitter resmi dari tim Maung Bandung (Julukan Persib Bandung) langsung menjawab cuitan tersebut. Karena sadar bahwa ini adalah sinyal untuk mengajak berjabat tangan bersama, sekaligus juga tanda mengajak berdamain.

Dalam captionnya membalas cuitan tim Persija Jakarta, twitter resmi Persib Bandung ini menyertakan tagar (tanda pagar) #SATUINdonesia. Yang artinya bahwa kita semua harus menyadari bahwa kita ini adalah "Satu Indonesia" dan kita juga harus "Mempersatukan Indonesia".

Salah satu pengurus Viking Persib Club (VPC), Agus Rahmat, mengaku sangat lega akhirnya ada aksi nyata yang dilakukan demi mewujudkan perdamaian bobotoh Persib dengan The Jakmania. Menurut Agus ini merupakan aksi nyata yang baik menuju perdamaian. Apalagi disitu adalah daerah yang rawan, di mana kedua suporter memiliki wilayah yang sangat dekat. Dirinya respect sekali dengan acara itu. 

Pria yang akrab disapa Gusdul ini berharap kegiatan tersebut bisa dijadikan contoh di daerah lain agar perdamaian antara bobotoh dan The Jakmania bisa benar-benar terwujud secara keseluruhan sehingga tidak lagi ada korban yang berjatuhan akibat rivalitas kedua suporter ini. 

Agus Rahmat berharap cukup Ricko Andrean yang menjadi korban terakhir dari ketidakharmonisan bobotoh dan The Jakmania yang selama ini terjadi. Jangan pernah ada lagi gesekan-gesekan untuk bobotoh dan The Jakmania. Bahkan untuk seluruh Indonesia. Stop kekerasan dalam sepak bola. 

Kematian Ricko Andrean menjadi cambuk bagi kedua suporter baik bobotoh maupun The Jakmania. Mereka tidak ingin korban berjatuhan akibat rivalitas sempit yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini. Ricko meninggal akibat dikeroyok oknum bobotoh karena dikira anggota The Jakmania saat laga Persib kontra Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, Sabtu (22/7/2017). 

Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit dan mengalami perawatan intensif selama lima hari di RS Santo Yusuf, Bandung, nyawa bobotoh Persib itu tidak tertolong. Ricko meninggal dunia pada Kamis (27/7/2017). 

Semoga dengan terjadinya musibah ini menjadi awal yang baik antara kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania dan kelompok suporter Persib Bandung, Bobotoh. Semoga mereka dapat berdamai dan hidup berdampingan baik di kehidupan sehari-hari maupun diatas tribun stadion. 

"Kalian boleh membela tim kesayangan kalian, namun jangan bersikap anarkis. Sebab tak ada satupun kemenangan yang sebanding dengan nyawa." ujar Bambang Pamungkas (legenda sepakbola Indonesia). 

Satu nyawa manusia itu lebih berharga daripada dunia dan seisinya, apalagi kalau hanya dibandingkan dengan sepakbola. Lebih tak pernah ada sepakbola untuk selama-lamanya, daripada harus mengorbankan jiwa anak manusia. BERSATULAH SUPORTER INDONESIA!