Secangkir kopi,tempat berbagi cerita
Sececap hangatkan beku jiwa
Hingga puisi menjadi roh dalam sajak
Mengubah pekat cahaya malam

Di alun depan rumah
Duduk bersila bagai padma
Separang mata menatap kabut
Tak tergilang oleh badai waktu

Pemuja.. Wahai...
Begitu pangling oleh hati
Senandung ria bernada cinta
Getarnya menjangkau kaki cakrawala

Malam...
1001 keindahan
Hingga pagi menyisakan ampas kopi
Tak pertemukan rindu yang tergantung
Oh malamku
Apakah ia tahu?