Etnis Uighur sedang menjadi sorotan dunia internasional karena dianggap terjadinya pelanggaram HAM yang dilakukan pemerintah china yang melakukan tindakan represif dan dan diskriminatif terhadap etnis Uighur, banyak negara yang mengecam tindakan pemerintah China, tidak terkecuali masyarakat Indonesia yang terus mendesak pemerintah bersikap dalam permaslahan etnis Uighur.

Bangsa ini memang terkenal sangat reaktif terhadap permasalahan-permasalahan pelanggaran HAM internasional, namun bisu jika berbicara mengenai pelanggaran HAM yang terjadi di negara sendiri atau diluar kelompok mereka, seringkali dalih kelompok agama menjadi salah satu alasan mereka dalam membela HAM, mereka akan berteriak, mengecam sampai bersumapah serapah dalam membela para korban.

Apalagi jika yang melakukan pelanggaran HAM adalah orang yang diluar mereka, maka mereka akan rela pergi ke negara tersebut untuk "berjihad", namun sebaliknya jika yang melakukan adalah kelompok mereka, mereka akan diam dan pura-pura buta serta tuli, bahkan tidak sedikit yang ikut mendukung pelanggaran HAM yang terjadi karena dianggap membela agama

Cara berfikir kelompok  yang satu ini memang sangat diskriminatif dalam menyikapi semua peristiwa pelanggaran HAM, mereka akan tebang pilih dalam hal membela HAM, mereka selalu berteriak terhadap kelompok muslim yang di diskriminasi agama lain, namun mereka juga melakukan diskriminasi terhadap kelompok minoritas seperti Ahmadiyah dan Syiah, mereka cenderung sangat tendensius terhadap dua kelompok ini.

Mereka akan berteriak dan bersumpah serapah terhadap peristiwa di Rohingya, Syria, Palestina dan Uighur. Namun mereka diam dalam menyikapi diskriminasi terhadap kelompok muslim Kurdi dan pelanggaran HAM kelompok muslim Syiah di Yaman, hal ini karena yang melakukan pelanggaran adalah para pemimpin muslim dan mereka seperti tidak peduli bahkan untuk melirik saja enggan.

padahal muslim Kurdi mengalami diskriminatif yang mengerikan di berbagai negara-negara timur-tengah, mereka tidak diterima di negara-negara tersebut karena dianggap bukan bagian dari etnis Arab, mereka mengalami pengusiran diberbagai negara timur-tengah bahkan dibeberapa negara mereka tidak memiliki hak politik, di Turki etnis kurdi disebut sebagai orang gunung.

Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan, pernah mengeluarkan statemen terhadap etnis Kurdi, dimana ia mengancam para kurdistan jika berani melawan ISIS maka ia tidak akan segan untuk memerangi para etnis kurdi yang berada di wilayah negara turki, Diskriminasi terhadap etnis Kurdi ini sudah sangat lama berlangsung sampai saat ini, Kurdi merupakan kelompok Etnis yang mayoritas beragama Islam Suni, namun tidak pernah mendapatkan perhatian dari dunia Internasional atau khususnya negara-negara muslim yang selalu membela di garda terdepan dalam masalah pelanggaran.

Selain Kurdi, kelompok Muslim Syiah di Yaman juga mengalami hal serupa, bahkan pelanggaran HAM disana seperti apa yang dilakukan negara Israel terhadap Palestiana, di Yaman jutaan anak kelaparan, jutaan orang kehilangan tempat tinggalnya, jutaan orang juga tewas karena serangan membabi buta Arab Saudi terhadap kelompok Syiah disana yang dianggap melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Yaman.

Invasi Arab Saudi ke Yaman ini setelah presiden Abdul Mansour Hadi melarikan diri ke Arab Saudi ketika konflik pecah di Yaman, serangan Arab Saudi ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintahan Amerika Serikat, memang menjadi rahasia umum jika Arab Saudi ini sangat bersahabat dengan Amerika Serikat, namun pelanggaran HAM ini hilang dari sorotan negara-negara muslim terutama Indonesia.

para ulama yang serikali berteriak tentang konflik Syria, diam begitu saja ketika banyak pelanggaran HAM dan diskriminasi di muslim Kurdi maupun Syiah, majelis-majelis keagamaan tidak ada satupun membahasnya, ini merupakan memperlihatkan bahwasanya pembelaan mereka terhadap HAM ini hanya menyangkut eksistensi dan kepentingan kelompok mereka bukan HAM secara universal.

hal ini memperlihatkan tidak seriusnya muslim di Indonesia dalam membela setiap kejadian pelanggaran yang menimpa di berbagai pelosok negeri maupun di negara lain, karena sangat jelas bagaiman mereka masih tebang pilih sesuai dengan kepentingan kelompok mereka, seperti kejadian konflik syiah sampang yang sampai saat ini mereka tidak bisa kembali ketempat kelahiran mereka sendiri di madura.

mereka terdampar dipengungsian dan dilarang kembali ke temapat asal mereka karena dianggap akan memicu konfli baru yang terjadi, pelanggaran ini justru banyak yang menyudutkan pada korban, dianggap sesat, harus "bertobat" jika ingin kembali ke rumah mereka sendiri, perlakuan terhadap korban sampang ini jauh berbeda dengan apa yang selalu mereka teriakan ke Syria dan Palestina.

perilaku mereka justru tidak mencerminkan apa yang selama ini mereka bela sebagai bentuk dari Hak Asasi Manusia, kemerdekaan muslim didekatnya mereka rampas justru mereka menuntut kemerdekaan bagi muslim di negara lain mereka perjuangkan, bahkan mereka rela mengeluarkan semua tenaga untuk menekan pemerintah bersikap terkait pelanggaran HAM negara lain bukan negara sendiri.