Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan, mendewasakan, dan memanusiakan manusia (UU No. 12 Tahun 2013). Selain itu, tujuan dari pendidikan atau diberikan pendidikan pada manusia adalah membentuk kepribadian bangsa atau mempersiapkan pemimpin regenerasi suatu bangsa dan negara.

Kemajuan dan perkembangan dalam segala lini kehidupan manusia bukan saja merupakan pertanda majunya pekerjaan sebagaimana pemahaman yang umum dalam masyarakat kita.

Masuknya internet dalam kehidupan manusia merupakan peluang atau tantangan adalah pencarian manusia sebagai makhluk yang berperadaban sekaligus bertanggung jawab melakukan satu tugas dalam merevitalisasi kehidupan yang berbasis perubahan zaman. Artinya, kehidupan harus lentur/sesuai dengan perkembangan yang ada.

Melentur atau menyesuaikan kehidupan dengan perkembangan yang ada merupakan tugas dan fungsi yang harus dilakukan manusia yang berkedudukan sebagai khalifah fil 'ard (pemimpin di bumi) maupun sebagai manusia yang bertanggung jawab terhadap akal dan ilmu pengetahuan pada Tuhan Yang Maha Esa.

Satu-satunya alat atau yang perlu dilakukan untuk menghindari atau memberikan pengetahuan dan memberikan pengalaman adalah melalui pendidikan. 

Dalam sejarah pendidikan di Indonesia memiliki perubahan yang terus-menerus setiap saat pergantian pengurus (pemerintah) yang bertugas sebagai penyelenggara atau pelaksanaan pendidikan. Sehingga terasa masih jauh dari harapan yang diemban oleh pendidikan sebagaimana terkandung dalam aturan UU tentang pendidikan di Indonesia.

Justru pelaksanaan pendidikan yang terus berubah dan berganti akibat dari pergantian struktur pemerintahan merupakan suatu kemunduran dari dunia pendidikan itu sendiri. Sehingga lain hal bila perubahan pendidikan karena dibarengi/bersamaan dengan berubahnya kehidupan manusia atau disebabkan karena lajunya perkembangan dan perubahan dalam lini kehidupan manusia.

Setiap perubahan yang terjadi dalam kehidupan dengan sendirinya merubah pola yang telah mapan, salah satunya adalah dunia (system) pendidikan di Indonesia.

System pendidikan yang tidak dapat menyesuaikan dengan perkembangan dan perubahan zaman tidak lama akan dengan sendirinya tertinggal atau ditinggalkan murid (peserta didik) yang ada pada zaman itu, dan kemungkinan yang paling menyediakan adalah akan dianggap sebagai salah satu pendidikan yang kaku dan tidak maju (tertinggal).

Dengan sebaliknya pendidikan yang mampu berubah sesuai dengan perubahan dan perkembangan hidup manusia akan terus bertahan dan berkembang selayaknya kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Sehingga manusia akan merasa rugi jika tidak mengikuti kegiatan yang dilaksanakan/dilakukan oleh pendidikan tersebut.

Perkembangan dan perubahan yang ada sekarang adalah masuknya internet dalam dunia pendidikan, beberapa tahun belakangan ini kita semua dikabarkan dengan penggunaan internet dalam dunia pendidikan, dan yang menjadi perhatian kontemporer ini adalah penggunaan ujian berbasis komputer (online). 

Sedikitnya dunia pendidikan kita telah mencoba untuk melaksanakan dan merevitalisasi pendidikan agar sesuai dengan perkembangan yang ada sekarang, namun dapat kita saksikan bersama ternyata dalam praktiknya tidak terdapat hal signifikan yang mampu menjelaskan bahwa kita benar-benar mengikuti perkembangan dan perubahan yang ada sekarang (up date).

Revitalisasi dunia (system) pendidikan kita memang tidak begitu gampang bagai membalikkan telapak tangan, namun perlu untuk dilaksanakan adalah memanfaatkan perkembangan yang ada menuju kehidupan yang layak dan terjaga dalam dunia (era-transpransi).

Revitalisasi memberikan makna penjelasan bahwa perubahan itu perlu bahkan bisa wajib (keharusan) agar tidak menjadi kaku (stagnan) dan dapat memuaskan dengan tercapainya tujuan yang diharapkan serta diinginkan.

Jadi revitalisasi pendidikan adalah melakukan reformasi dalam dunia pendidikan dengan menyesuaikan perubahan sekarang dengan melibatkan pendidikan sebagai solusi (penyelesaian) maupun dalam menjaga kehidupan manusia yang bermartabat, humanis dan berkarakter sebagai human social.

Hal terpenting dalam revitalisasi pendidikan adalah melakukan perubahan mendasar dunia pendidikan yang berbasis perkembangan dan kemajuan kehidupan yang selalu dan terus up date tentang kehidupan.

Perubahan terpenting adalah penggunaan internet dalam aktivitas pendidikan adalah sesuatu yang harus, artinya dengan melihat beberapa pendidikan yang masih melakukan pendekatan dengan aturan melarang siswanya menggunakan internet saat pelajaran tertentu adalah atau dapat dipertanyakan perkembangan dan tantangannya di masa yang akan datang.

Atau ambil lagi contoh, suatu sekolah guru-gurunya tidak selalu up to date dengan menggunakan internet, apa pertanyaan selanjutnya bila kita masih menemukan pendidikan seperti itu.

Sadar maupun tidak perubahan dalam menggunakan internet dalam ujian siswa (peserta didik) belum sepenuhnya merupakan penyesuaian kehidupan dengan perkembangan dan perubahan yang ada, satu alasannya karena kita masih menemukan soal-soal yang ada juga masih jauh dari kehidupan yang dihadapi oleh siswa dalam kehidupannya.

Perubahan dan revitalisasi mengajarkan pada kita bahwa perubahan harus dilakukan mendasar, menyeluruh, dan berkesinambungan. Artinya apa bila perubahan hanya ada karena pergantian struktur atau etok-etokkan (tidak bertujuan) maka sudah dipastikan bahwa pendidikan sangat sulit mencapai tujuannya sebagai mana yang sangat dahsyat bila didendar dan diucapkan itu.

Perubahan itu pasti, tulang yang keras akan mudah hancur namun lidah yang lembek akan lama hancur. Itu merupakan kata yang menggambarkan bahwa pendidikan harus lentur dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan. Karena tujuan pendidikan memang untuk menjawab perkembangan yang ada.