Dewasa ini, perkembangan zaman tidak dapat dielakkan. Salah satu ciri khasnya adalah berkembangannya perekonomian. Perekonomian mempunyai daya tarik tersendiri dihadapan para pemilik modal. Selain itu pula, para pemilik modal memerlukan sumber daya dan lahan yang memadai. Salah satu perusahaan yang mengincar lahan sumber daya alam adalah Perusahaan Semen Indonesia.

Perusahaan Semen Indonesia adalah salah satu perusahaan, yang dulunya disebut Semen Gresik. Perusahaan telah didirikan pada tanggal 25 Maret 1953. Lambat laun, perusahaan tersebut mengalami perkembangan pesat. Bahan- bahan bangunan seperti semen, dibuat ditempat tersebut.

Bahkan tak hanya itu, banyak jenis semen yang ditawarkan yaitu Semen Portland Tipe I sampai 4, Special Blended Cement (SBC), Portland Pozzolan Cement (PPC). Karena itu, perusahaan semen mempunyai manfaat besar bagi masyarakat. Akan tetapi, dibalik keuntungan yang ditawarkan, ada pula kerugian yang dihasilkan. Salah satu yang mendapat dampak kerugiannya adalah orang-orang samin di daerah rembang.

Pada tanggal 16 Juni 2014, Perusahaan Semen berhasil masuk daerah Rembang, pada tanggal itu pula, peletakan batu pertama perusahaan semen dilakukan. Awalnya, orang-orang samin itu merasa kewalahan karena jumlah mereka yang sedikit. Selain itu banyak intimidasi dari pihak pemerintah, kepolisian. Bahkan, orang samin mendapat iming-iming hidup sejahtera dari perusahaan semen. Akan tetapi banyak orang samin menolak hal itu.

Alasannya adalah orang samin sudah tentram dan sejahtera dengan kondisinya yaitu sebagai petani. Malahan, mereka mempertanyakan tindakan perusahaan. Adapun alasan lain orang samin yaitu kebanyakan dari orang-orang samin hidup sehari-hari berasal dari alam. Kebanyakan orang-orang samin adalah berprofesi sebagai petani. 

Bagi mereka, pekerjaan petani adalah pekerjaan yang dekat dengan alam selain leluhur mereka petani. Selain itu, kebanyakan orang disana tidak sekolah formal. Alasanya, mereka takut jika ilmunya digunakan untuk berbuat licik kepada sesama, dengan kata lain cukup tahu saja. Oleh karena itu, tujuan mereka adalah menjadi petani supaya dapat dengan alam.

Seakan-akan sudah menjadi kewajiban bahwa mereka harus menjadi petani. Selain itu, alam adalah bagian dari kehidupannya. Dengan kata lain, mereka memenuhi kebutuhan dengan memanfaatkan alam sekitar. Oleh karena itu, penting bagi mereka, untuk menjaga alam sekitar.

Salah satu filsuf yang mempunyai pemikiran tentang kewajiban adalah Immanuel Kant. Kant adalah salah satu filsuf yang mempunyai pengaruh besar dalam bidang etika. Etika Immanuel Kant sering disebut sebagai etika kewajiban. Lebih jauh dari itu, kewajiban mempunyai keterkaitan dengan kehendak baik.

Bagi Kant, kehendak baik itu bersifat mutlak. Selain itu, kehendak baik artinya kehendak baik pada dirinya sendiri dan tidak bergantung pada yang lain. Tidak bergantung diartikan tanpa syarat dan tanpa pamrih. Menurut Kant, kegiatan tanpa pamrih tersebut terwujud dalam pelaksanaan kewajiban.

Dalam pelaksanaannya, ada pula pembedaan yaitu legalitas dan moralitas. Legalitas dimaknai sebagai tindakan yang sesuai dengan kewajiban. Sebaliknya moralitas dimaknai sebagai tindakan yang dilakukan demi kewajiban. Perlu diingat bahwa semakin sedikit pamrih kita untuk menunaikan kewajiban, semakin tinggilah nilai moral tindakan seseorang.

Berkaitan dengan itu, Kant juga mengajukan dua pembedaan antara imperative kategoris dan imperative hipotetis. Imperative kategoris dimaknai sebagai perintah yang begitu saja tanpa syarat. Sebaliknya, imperative hipotetis dimaknai sebagai perintah yang selalu diikutsertakan sebuah syarat.

Dalam konteks orang-orang suku samin, mereka mempunyai pandangan bahwa dengan memberontak kepada pihak perusahaan semen, mereka ikut andil dalam pelestarian alam. Adalah benar bahwa alam menjadi bagian penting bagi mereka. Seakan-akan mereka mempunyai kewajiban untuk melestarikan alam tersebut.

Selain itu, alam tersebut menjadi sumber untuk mata pencaharian mereka. Agaknya, mereka melakukan itu mempunyai syarat sekaligus tanpa syarat. Tanpa syarat dimaknai sebagaimana mereka mengetahui apa yang baik bagi kehidupan mereka. Sebaliknya, bersyarat diartikan sebagaimana seseorang harus melakukan demostrasi tehadap pihak perusahaan semen supaya alam sekitar tetap dilestarikan.

Bahkan bagi mereka, hal itu dinilai sebagai kehendak yang baik. Dengan cara menjaga kelestarian alam, mereka melakukan kewajiban sebagai orang-orang suku samin. Bahkan pelestarian tersebut membawa pengaruh besar yaitu kelangsungan hidup orang-orang suku samin. Itulah kehendak baik dengan melakukan kewajiban.

Deontologi adalah etika yang sudah diciptakan oleh Kant sekitar tahun 1724-1804. Akan tetapi, etika ini masih mempunyai relevansi terhadap zaman dewasa ini. Salah satu relevansi, terlihat di orang-orang Samin yang masih berpegang teguh bahwa mereka mempunyai kewajiban untuk menjaga alam. Bahkan, alam bagian dari hidup mereka.

Dapat dikatakan bahwa, kelangsungan hidup mereka berasal dari alam. Kelangsungan yang dimaksud adalah rumah, tempat tinggal, lapangan pekerjaan sebagai petani, tanah, dan kebutuhan pokok untuk makan. Salah satu hal yang yang mereka tolak adalah untuk menjual segala miliknya menjadi uang

Pandangan mereka adalah uang dapat habis sementara tanah tidak bisa habis. Dengan kata lain, bagi mereka, dengan menjual segala-galanya ke pihak perusahaan semen, mereka tidak akan bahagia. Tetapi, ketika melakukan kewajiban untuk menjaga dan melestarikannya kebahagiaan ada di sekitar mereka.

Daftar Pustaka