Putusan hukuman bagi pelaku pembunuhan Jamal Khassoggi, jurnalis Arab Saudi, yang mati di konsulat Arab Saudi di Turki, akhirnya diumumkan. Pengadilan Arab Saudi membatalkan lima hukuman mati terhadap pelaku pembunuhan Khassoggi, Senin (7/9). Keputusan itu berlandaskan pemberian maaf oleh putra Khashoggi pada Mei.

Menurut informasi dari Aljazeera, keputusan akhir pengadilan yang membatalkan hukuman mati diganti dengan menjatuhkan hukuman 20 tahun kepada lima orang pembunuh Khassoggi. Sedangkan, tiga pelaku lainnya dijatuhi hukuman antara tujuh hingga 10 tahun penjara. 

Menurut banyak pihak dan kelompok Hak Asasi Manusia, putusan hukuman bagi pembunuh Khassoggi tersebut tidak adil dan masih menyisakan banyak pertanyaan.

Pasalnya, siapa dalang dan aktor utama yang memerintahkan membunuh Khassoggi masih menjadi tanda tanya. Bahkan, mayat Khassoggi sampai sekarang masih belum ditemukan dan entah di mana. Hal ini membuat banyak pihak berspekulasi dan berpikir keras tentang skenario pembunuhan Khassoggi.

Kematian Khassoggi dan Konsekuensi Pengkritik Pemerintah

Kematian Khassoggi telah menyisakan duka dan tanda tanya besar. Kasus pembunuhan tersebut menjadi perhatian bagi dunia internasional. Banyak pengamat dan pemerhati Timur Tengah berpendapat bahwa ini terkait dengan upaya Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS) dalam "membersihkan" siapa pun yang telah mengkritik pemerintah Arab Saudi.

Khassoggi menjadi salah satu jurnalis Arab Saudi yang sangat intens mengkritik pemerintah Arab Saudi. Meski akhirnya ia harus ke AS untuk mencari suaka. Tetapi akhirnya ia pun harus tewas terbunuh di konsulat Arab Saudi di Turki. 

Kondisi ini mengindikasikan bahwa pihak pemerintah Arab Saudi akan menggunakan segala cara dalam upaya memastikan urusan internal negaranya aman dan mengusik pentingan negara, serta tidak menimbulkan dampak besar bagi kepentingan Arab Saudi.

Kematian Khassoggi memang belum menemukan titik terang. Meskipun putusan pengadilan bagi para pembunuh Khassoggi telah diumumkan. Keputusan yang dinilai tidak adil tersebut dianggap masih semu. Inilah konsekuensi yang harus dirasakan bagi para pengkritik Arab Saudi.

Pembunuhan Khassoggi adalah sinyal bagi mereka yang telah mengkritik pemerintah Arab Saudi. Siapa pun yang tidak patuh dan dianggap mengancam persoalan internal negara, maka ia bisa saja mati seperti Khassoggi dan kondisi tersebut meninggalkan banyak pertanyaan besar terkait Hak Asasi Manusia di negara tersebut.

Pihak Turki juga merasa putusan pengadilan bagi pembunuh Khassoggi di luar ekspektasi mereka. Turki mendesak otoritas Arab Saudi untuk melakukan kerja sama penyelidikan atas kematian Khassoggi. 

Hal ini dimaksudkan untuk mengupas tuntas kematian jurnalis Arab Saudi tersebut. Situasi ini juga menjadi wilayah Turki, sebab pembunuhan Khassoggi di wilayah kendali Turki, di konsulat Arab Saudi yang berada di Turki.

Arab Saudi dan Kasus Hak Asasi Manusia 

Peristiwa kematian Khassoggi dan upaya penanganan kasus tersebut memang telah berlalu. Tetapi, masih banyak pertanyaan yang mesti dijawab untuk membongkar "aktor utama" di balik pembunuhan tersebut. 

Arab Saudi juga menjadi perhatian internasional dalam penanganan Hak Asasi Manusia. Banyak kasus demikian menjadi isu Hak Asasi Manusia di Arab Saudi yang belum terungkap.

Pihak pemerintah Arab Saudi diduga berada di balik upaya pembunuhan Khassoggi. Tetapi, situasi ini tidak menunjukkan bahwa otoritas Arab Saudi berada di balik kasus kematian Khassoggi. Maka, hal ini menimbulkan penafsiran dan spekulasi beragam, siapa dan motif apa sehingga melakukan pembunuhan Khassoggi. 

Meski mendapatkan kritikan dari para aktivis HAM, banyak warga Arab Saudi memuji keputusan pengadilan kematian Khassoggi. Beberapa di antaranya mengatakan putusan itu mengakhiri salah satu kasus politik paling sulit yang dihadapi Kerajaan Arab Saudi. Sementara yang lain mengatakan bahwa keputusan itu telah menjadikan Arab Saudi sebagai tanah keadilan dan negara di mana hak tidak pernah hilang.

Vonis dari pengadilan Arab Saudi telah final pasca kerajaan mengadili total 11 orang pada bulan Desember. Pengadilan telah menjatuhkan hukuman mati kepada lima orang dan memerintahkan tiga orang lainnya untuk menjalani hukuman penjara yang lama karena upaya menutupi kejahatan tersebut.

Pengadilan Arab Saudi menyimpulkan bahwa pembunuhan atas Khassoggi tidak direncanakan sebelumnya. Hal itu membuka jalan bagi Salah Khashoggi, salah satu putra jurnalis tersebut mengumumkan keluarganya telah memaafkan para pembunuhnya di Arab Saudi. Salah tinggal di Arab Saudi dan telah menerima kompensasi finansial dari pengadilan kerajaan atas pembunuhan ayahnya. 

Kita tengah menunggu dan melihat proses kasus ini berjalan. Meskipun putusan pengadilan bagi pembunuh Khassoggi telah keluar. Tetapi, banyak hal yang harus diselidiki lebih dalam. 

Pembunuhan Khasssoggi adalah bukti bahwa penanganan Hak Asasi Manusia di Arab Saudi masih perlu dipertanyakan. Ada berbagai kepentingan politik dan upaya "membentengi" urusan negara dari mereka yang berusaha mengkritik keras usaha pemerintah tersebut.