Tolong baca dulu aturan penulisan ini sebelum mengirimkan naskah: http://www.qureta.com/content/beberapa-kaedah-dasar-penulisan

Redaksi

--------

I. PENDAHULUAN


Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh,

Alhamdullillaah, Seyoganya kita tetap bersyukur atas nikmat terbaik yang kita rasakan saat ini dan bersabar atas segala kesempitan yang kita alami, sesungguhnya apa yang terjadi  pada kehidupan kita itulah yang terbaik menurut ukuran Allah SWT.

Pertama dulu kita harus tau, siapa saya ?, saya adalah seorang insan ciptaan Allah SWT yang disebut hamba Allah, demikian orang lain sama seperti kita juga hamba Allah, dari sini kita akan sayang pada diri sendiri juga sayang pada orang lain, hormat pada diri kita dan hormat pada orang lain karena saya dan orang lain adalah hamba Allah.

Kedua, dimana saya ? saya hidup di bumi ciptaan Allah. Karena bumi ciptaan Allah, sudah seharusnya kita berbuat kebaikan kepada bumi dan seisinya selama kita menempatinya.

Ketiga, apa tujuan ? Berjalan tanpa tujuan sampai kapan pun tak akan sampai dan dengan tujuan kita termotivasi untuk segera dan selalu berjuang agar bisa tercapai. Sebagai Hamba Allah SWT tentu tujuannya ialah Surga, jadi sudah selayaknya kita melakukan syarat-syarat menjadi penghuni Surga, tentu ini disesuaikan dengan ajaran agama masing-masing.

Puji Syukur kehadirat Allah SWT, Saya bernama Edison Barus terlahir pada tanggal 10 September 1972, dari keluarga sederhana dan dibesarkan di Desa Ujung Teran, Kecamatan Tiga Lingga Kabupaten Dairi dimana dilingkungan masyarakatnya yang serba kekurangan, kekurangan ekonomi, kekurangan sumber daya ilmu, dan bahkan kekurangan nilai iman karena masih menganut animisme sebagai  paham religiusnya.

Walaupun demikian, tingkat sosial masyarakatnya sangat tinggi, terbukti dengan adanya gotong-royong, tidak ada yang berpergian saat ada seorang warga kemalangan ataupun berpesta dan yang sangat saya banggakan adalah tingkat kepedulian serta saling tolong-menolong, tetangga akan mengangkat jemuran bila hujan turun ataupun sudah malam sebelum kita pulang kerumah, dan jiwa sosial  ini tertanam dihati semua golongan umur.

Pada saat umur sepuluh tahun atau kelas empat SD, saya sudah dilibatkan dalam kegiatan musyawarah  kampung dan sebagai juru tulis (katanya karena tulisan saya indah, namun saya  rasa karena orang tua saat itu masih banyak buta huruf), yang bertugas mencatat hasil rapat, membuat laporan serta membukukan keuangan bahkan menulis surat  perkawinan.

Keikutsertaan dan aktif dikegiatan kampung inilah yang membuat saya terkenal dikampung saya, terkenal di sekolah bahkan kekampung tetangga. Pengalaman ini berbuah menjadikan diri saya sebagai ketua kelas selama jenjang sekolah, Ketua Pramuka di tingkat Kecamatan, ketua osis di SMP dan di SMA bahkan di usia SMP/SMA sudah menjadi Ketua Karang Taruna.

Keberhasilan-keberhasilan usia muda yang saya capai alasan Partai Golkar menjadikan saya sekretarisnya di tingkat kecamatan pada tahun 1991 (baru tamat SMA), dan pada pemilu tahun 1992 meraih 90 % suara  kemenangan untuk Partai Golkar di kecamatan saya.

Inilah sekilas kisah gemilang usia muda saya, yang berani tampil di kegiatan kampung dan dipaksa tampil di luar kampung dan berbuah terampil didalam bermasyarakat, semoga para pemuda dan pemudi jangan takut tampil ditengah masyarakat, kalau kita betul ada yang kasih jempol  dan kala kita salah ada yang beri saran, merasa diri jadi PUSAT PERHATIAN.

Perasaan diawasi membuat pribadi ingin selalu berbuat terbaik, waspada jangan sampai mengecewakan orang seputaran kita dan pemberi kekuatan semangat untuk memberi nilai lebih kepada orang lain terutama kepada lembaga yang memberi kepercayaan.




II. PEMUDA

Siapa itu Pemuda ? Pemuda ialah generasi muda calon generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan dan yang pasti dan tak dapat dielakkan Pemuda adalah pengganti generasi tua yang akan melahirkan Pemuda baru.

Para pemuda hendaknya sadar bahwa mereka punya peran yang sangat penting dalam kehidupan ini, maka selayaknya para pemuda berkomitmen menjadi pribadi baik agar tercipta generasi yang baik. Kalaulah belum maksimal pada era dirinya paling tidak pada generasi penerusnya atau jadi guru yang  baik bagi anak-cucu keturunannya.

Bung Karno dalam sebuah pidatonya, mengatakan ”berilah aku sepuluh anak muda, maka aku akan menguasai dunia” Inilah ungkapan yang menandakan bahwa betapa pentingnya peran anak muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jadi kalau kita mau tau kehidupan sebuah bangsa  masa yang akan datang lihatlah kondisi pemudanya masa sekarang, tentunya ini beban moral bagi kita  semua agar  selalu berkeinginan menjaga dan menciptakan generasi muda yang baik.


A. Pandangan Positif tentang Pemuda

Anak Muda dengan segudang cita-cita dan semangat, cenderung bertindak spontan dan berharap langsung berhasil. Ya, itulah anak muda, jiwa muda, dengan kekuatan tenaga dan ilmu yang masih segar semuanya terasa gampang dan semuanya memang mudah untuk diselesaikan. Berjalan gagah bagaikan seorang jagoan, tak ada rasa takut, tak ada rasa lelah. Walau tantangan setinggi gunung, semangat juga ikut membumbung.

Anak muda berpikir masih positif, semua orang serasa kawan, senang membantu dan semua kerja terasa senang walau hanya dapat upah pujian, hidup memang indah tetap percaya diri.

Anak muda pikiran masih lapang, membentuk karakter masih gampang, mengarahkannya masih senang. Kalau salah masih cepat berputar arah, kalau jatuh cepat tumbuh peluang masih berpuluh-puluh.

Indahnya cahaya hanya dapat dilihat oleh orang yang baru melihat cahaya ataupu oleh orang yang datang dari kegelapan, berbeda dengan orang yang sudah sering melihat cahaya dia merasa biasa-biasa saja. Demikian juga tentang Peluang akan terasa lebih besar bagi pemula, sejalan dengan harapan itu, dia pun akan bersunguh-sunguh untuk mengapainya.


B. Pandangan Negatif tentang Pemuda

Meski Pemuda telah banyak berperan dalam perubahan bangsa ini tetapi pola pikir masyarakat masih sangat sulit menerima pemuda sebagai pemimpin. Pemuda masih dianggap sebagai golongan yang belum berpengalaman dan belum pantas memimpin, hal tersebut berakibat bahwa pos-pos pemimpin baik nasional maupun daerah masih diisi oleh golongan tua.

Cerita kenakalan Remaja yang sering terlalu dibesar-besarkan berakibat remaja kita saat ini jarang di ikut sertakan dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan. Parahnya lagi cara penanganan kenakalan remaja itu yang sering salah, bagaikan Pasien berobat di rumah sakit salah diagnosa berakibat salah pemberian obat, sudah dipastikan penyakit sipasien pasti bertambah.

Padahal, senakal-nakalnya remaja apabila diajak bersahabat pasti dia mau cerita masalah pribadinya, nah tinggal beri solusi dan motivasi dia pun berubah. Kenakalan remaja itu memang ada tapi tak perlu ditakuti atupun dikasari apalagi lapor Polisi, itu hanya membuat mereka makin nakal. Kita harus merangkul dan memberi kesibukan kepada remaja agar kesempatan berbuat dan berpikir macam-macam tidak ada.

Sifat Para Pemimpin kita yang memandang Pemuda dari kacamata yang salah sering mengkotak-kotakkan Pemuda. Pandangan Suku, Kesukuan Pemimpin sangat mempengaruhi suku pemuda yang ada di kelompoknya. Pandangan Keluarga, Keterikatan hubungan keluarga dianggap lebih mendukung.

Pandangan Ide, Pro dianggap kawan dan Protes dianggap lawan. Pandangan Saat Pemilihan, Pendukung pemenang danggap benar dan pendukung yang kalah dianggap salah. Pandangan Harta, Yang Kaya perkataannya cepat diterima dan yang miskin dianak tirikan. Pandangan-pandangan ini mengakibatkan tindakan-tindakan salah yang membuat pemuda malas serta menghambat perkembangan mental Pemuda.


III. POLITIK

Kemudian apa itu Politik ? POLITIK adalah sebuah perilaku atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan kebijakan-kebijakan dalam tatanan Negara agar dapat merealisasikan cita-cita Negara sesungguhnya, sehingga mampu membangun dan membentuk Negara sesuai aturan agar kebahagian bersama didalam masyarakat disebuah Negara tersebut lebih mudah tercapai.

Politik berasal dari kata Yunani polic yang berarti negara. Maka Politik pada dasarnya adalah pengertian tentang kenegaraan, Politik adalah ilmu tentang negara, tentang pemerintahan, atau pengetahuan tentang kehidupan bernegara.

Politik ini dikelola oleh Lembaga yang kita sebut dengan Partai Politik. Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan  cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota,  masyarakat dan negara.

Jika berbicara Politik berarti kita berbicara kehidupan bernegara yang isinya ada Partai Politik sebagai wadah pelaku politik itu sendiri, yang tentunya banyak aspek terkait dengan politik.

Untuk itu kita harus tau dulu jenjang dalam politik pada suatu negara, yakni : Politik itu di kelolah oleh beberapa Partai Politik, Setiap Partai Politik dibagi beberapa tingkatan, mulai dari tingkat pusat, tingkat propvinsi, tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, tingkat desa bahkan sampai tingkat RW dan RT, masing-masing tingkatan terdiri dari pengurus dan anggota ditambah kader serta masyarakat sebagai simpatisan, dari analisis ini kita bisa tau bahwa politik itu hanya sebagai rel alur Partai Politik berjalan.


A. Pandangan Positif tentang Politik

Partai Politik ibarat sebuah jembatan, dimana kita akan lebih mudah menyeberang apabila ada jembatan. Rasa peduli ingin berbuat banyak hal untuk negeri ini akan sia-sia kalau tidak kesampaian. Partai Politik itu ibarat payung, tempat masyarakat mengadu dan berlindung.

Partai Politik adalah pencetak legislator, orang yang mengesahkan  undang-undang, jadi kita wajib punya rasa cinta yang besar terhadap negara ini, negara tempat kita untuk hidup, pasti kita ingin aktif agar produk hukum dapat mensejahterakan rakyat.

Dari orang-orang Politik akan terpilih menjadi orang yang menganggarkan biaya kehidupan bangsa termasuk diri kita sendiri dan yang mengawasi jalannya pemerintahan yang mengatur rakyatnya. Jadi salah kalau tidak peduli karena menyangkut diri sendiri.

Politik itu pada level aman dan halal, Karena setiap negara memakai Politik dan hampir di setiap perguruan tinggi ada Fakulatas Ilmu Sosial dan Politik, ini memunjukkan bahwa Politik itu lebih banyak benarnya dan layak untuk kita pelajari.



B. Pandangan Negatif tentang Politik

Partai Politik Kotor, Partai Politik Bejat, Partai Politik Gila, Partai Politik Abal-abal, itu tidak semuanya. Karena nila setitik rusak susu sebelanga, ini tidak betul.

Sudahlah kebiasaan bagi sebagian orang selalu melihat kesalahan, sembilan kali kita berbuat baik dia susah untuk memberi pujian, namun sekali kita berbuat salah dia langsung memberi hujatan. Tak perlu digubris, tetap saja berbuat baik agar kita tetap enjoy.

Politik sering kena getahnya, yang makan nangka ialah pelaku politik itu sendiri, jadi saya kurang setuju kalau pemuka kita terdahulu mengatakan politik itu kejam, politik itu keji dan politik itu buruk (mungkin maksudnya Pelaku Politik). Serta kalimat ini juga yang mendorong naiknya angka golput, Padahal pada faktanya para pelaku politik itu sendirilah yang salah tindakan dalam berpolitik.

Politik itu sering salah bagi kelompok yang kalah dan membesar-besarkan makna konotasinya, memang menjadi orang kalah itu sangat tidak enak terlebih kekalahan itu jatuh pada orang yang kurang iman, pasti gampang menyalah-nyalahkan dan membesar-besarkan masalah.

Kasus Korupsi adalah garis hitam pada muka politikus kita. Korupsi merupakan suatu kejahatan luar biasa yang mempunyai dampak yang sangat luas dalam seluruh aktivitas dan kehidupan masyarakat. Bagaimana tidak, kebutuhan jutaan umat dimakan sekelompok orang, anggaran setahun hilang dalam satu kali sidang.

Tentunya ini kita anggap suatu ujian dan perlu kita syukuri, karena dengan tertangkapnya koruptor kita mendapat pelajaran betapa liciknya saudara-saudara kita dan agar tidak mengulang memilihnya lagi.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi Koruptor, namun yang paling utama saya melihat penyebabnya adalah Politik Uang. Hal ini sebab ambisi calon leilatif yang berlebihan, Tim sukses memberi harapan yang terlalu tinggi, Pemilih minta suap, Undang-undang lemah ditambah pengawasannya juga lemah dan parahnya lagi bisa diatur.

Bodohnya Politikus kita dalam berjanji, menjanjikan yang terlalu tinggi yang susah digapai mengakibatkan banyak janji parlemen/pemimpin kita yang tak terpenuhi menjadikan mereka dihina dan di buli. Tokoh Politik menganggap Dewan sebagai bisnis  atau meja judi dan masyarakat pun  turut mendukung prakteknya, mengakibatkan Politik di negeri ini makin buruk.


IV. SIKAP DAN TINDAKAN

Saya yakin setiap pribadi pasti punya kehendak dan cita-cita, terlebih para pemuda yang punya kesempatan lebih banyak dibanding generasi lainnya tentu terbebani berbagai macam harapan. Para pemuda hendaknya turut secara aktif menjadi kelompok yang mampu mempresentasikan nilai-nilai kebaikan secara utuh bagi masyarakat melalui wadah Partai Politik.

Dalam menghadapi kesulitan dan tantangan, para pemuda harus sabar dan terus berjuang menegakkan kebaikan dengan menggalang persatuan dan kesatuan untuk membuat suatu kesepakatan demi kepentingan bersama yang bisa diwujudkan melalui Partai Politik, dan ingat kesuksesan itu hanya dapat atau lebih cepat diraih melalui wadah kebersamaan bukan individualisme.

Kalaulah anda makan pakai lauk ikan, bayangkan anda makan dengan daging ikan sehingga  makan anda berselera, jika anda bayangkan makan lauk ikan banyak duri pasti anda takut kecekik duri ikan hingga anda menahan lapar, padahal sejak dulu lauk ikan sudah biasa.

Demikian juga halnya dengan Politik, Kalaulah anda punya cita-cita jadi eksekutif atau legislatif bayangkan Partai Anda memang mumpuni membuat anda bisa menang sehingga anda akan berbuat baik serta memberi kebaikan buat Partai, Jika anda bayangkan Partai hanya memanfaatkan anda, maka anda berbuat seadanya atau separuh hati yang berakibat Partai anda tercoreng, dan akhirnya anda ikut mengatakan Partai Politik itu buruk, padahal sejak dulu orang sudah ikut berpartai.

Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak terhadap tindakan kita yang menentukan hasil dari kerja kita, Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya tersebut menjadi berhasil. Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.

Untuk itu kalau mau ikutan dalam Politik selaraskan kepala dengan dada, sejalankan pikiran dengan hati. Pikiran memang berkehendak banyak tapi apakah hati setuju ?, dan perbanyak ibadah dan do’a dekatkan diri dengan sang pencipta, yang maha kuasa atas segalanya.

Semua tentu setuju, salah satu faktor yang paling menentukan kesuksesan dari Partai Politik adalah banyaknya anggota, simpatisan dan kader Partai Politik kita. Tentunya hal ini tidak mudah terlebih-lebih buat partai yang baru berdiri.

Kita tahu, ada berbagai tantangan yang kita jumpai dalam kehidupan ini. Namun kita juga harus yakin ada banyak cara untuk memecahkannya. Setiap gembok diciptakan pasti dengan anak kuncinya, setiap masalah ada pasti juga ada solusinya, kita harus tetap berpikir positif dan bersikap pantang menyerah.

Dari berbagai tantangan itu sebenarnya hanya ada satu tujuan, yaitu MENANG. Kemenangan itu hanya didapati dengan banyaknya pemilih dan meningkatkan pendukung partai agar berhasil pada setiap pemilu, Maka harus mencari trik meningkatkan simpatisan dan harus mampu mengubah simpatisan jadi kader selanjutnya mengubah kader menjadi anggota dan menjadikannya pengurus partai dan akan berimbas kembali kebawah untuk merangkul pemilih.

Cara yang paling mudah adalah dengan meningkatkan pendukung/pemilih adalah melalui komunikasi politik. Komunikasi politik itu adalah Komunikasi untuk meghubungkan pikiran politik yang hidup dalam masyarakat, baik pikiran intern,  golongan, instansi, asosiasi, ataupun politik pemerintah.

Keberhasilan dalam hidup ini yang menjadi ukurannya adalah keridhoan Allah SWT maka hati jadi ikhlas menerima hasil yang dituai, jadi hendaklah pemuda berprinsip cinta kepada Allah SWT dengan benar, merasa diri diawasi oleh Allah SWT dan di lihat oleh orang-orang seakan-akan jadi Pusat Perhatian.

Jika merasa jadi Pusat Perhatian, kita akan melangkah dengan sungguh hati, berpikir dan berbuat pasti berusaha dengan benar. Karena benar akan sering berhasil, maka semua masalah akan terasa gampang, semua orang jadi kawan.

Faktor keberhasilan kita yang  terbesar adalah diri sendiri sementara orang/lembaga lain hanyalah faktor pendukung, maka dari itu sayangilah dulu pribadi kita, sejajarkan ucapan dengan perbuatan, tinggi ilmu tidaklah penentu, banyak uang tidak jaminan, memberi contoh terbaik suri tauladan dan barulah hormati orang lain, walaupun hanya sekedar pendukung namun besar jasanya dalam menentukan kesuksesan kita, kalaulah kita insan demikian insyaallah dukungan akan mengalir.





V. KESIMPULAN

Dalam kehidupan politik saat ini partisipasi kaum muda sangat dibutuhkan baik pusat ataupun daerah. Sehingga ada regenerasi politik yakni pandangan segar dari kaum muda yang visi dan misinya menunjukkan semangat perubahan.

Partisipasi politik pemuda perlu ditingkatkan kembali terutama di era multi partai seperti sekarang, keberadaan banyak partai seyogyanya lebih memberikan kesempatan bagi para pemuda untuk masuk ke gelanggang Politik, dan hal tersebut seyogyanya pemuda harus memandang sebagai sebuah kesempatan.

Tuhan saja tak pernah membeda-bedakan umatnya, marilah kita saling menghormati agar kita makin mulia, marilah semakin bersyukur atas nikmat yang ada agar kita menjalani kehidupan ini semakin nikmat. Kita hanyalah berusaha untuk yang terbaik, namun Allah pemberi segala kebaikan. Hilangkan perbedaan dan jangan mengkotak-kotakkan agar generasi muda kita makin akrab dengan politik yang menjadikan mereka politikus.

Tanggung jawab ini harus dipikirkan dan diupayakan oleh seluruh tokoh yang ada, ayo bersama-sama melibatkan pemuda dalam setiap kegiatan, mungkin  mereka  pasti akan berbuat kesalahan, tapi jangan cepat marah ataupun ngomel, hadapi dengan sabar beri solusi nanti dia akan belajar dan menjadi mengerti sendiri  alhasil Pemuda kita akan Pandai dan Mandiri.

Sedih melihat negaraku terutama masalah korupsi, ibarat benen memang bocor halus tapi sekeliling, memang sedikit tapi  hampir seluruh departemen/dinas dan setiap kegiatan melaksanakan tindakan korupsi. Masalah ini jangan dianggap sepele nanti bisa bertele-tele, tak bisa diselesaikan oleh sepihak boleh jadi kena sepak,  mari  bersama-sama menganggap masalah ini sebagai bahaya cari upaya untuk merubahnya dan semoga menjadi  jera, masyarakat makmur dan sentosa.

Bertakwa kepada Allah merupakan prinsip utama menjadi seorang pemimpin. Mengapa takwa itu menjadi landasan utamanya, karena akan lahir seorang Pemimpin yang tidak mengenal perbedaan antara satu dan yang lainnya. Sebab kepemimpinan itu dijalankan dengan benar-benar berdedikasi kepada masyarakat, juga dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

Takwa yang mengikat segala sesuatunya dengan aturan Tuhan Yang Maha Esa, begitupula didalam urusan politik tidak mengenal adanya penghalalan segala cara untuk mencapai tujuan, meskipun tujuan itu mulia tetapi juga proses untuk mendapatkan hasil juga harus mulia. Oleh karena itu didalam berpolitik pun seorang politisi diharuskan berpegang dengan rambu-rambu takwa dan akhlak mulia dan menganggap dirinya sebagai Pusat Perhatian.


VI. PENUTUP

Setiap warga negara mempunyai hak memilih dan dipilih, secara nyata Negara memberikan pengakuan kepada setiap warga Negara untuk ikut serta dalam pemerintahan yakni adanya hak politik, sangat rugi apabila ada orang tidak menggunakan kesempatan. Dengan Undang-undang ini Negara telah menghormati kita, masihkah kita tak mau ikut serta dalam pemilu ?, dengan cara apalagi Negara agar kita bisa peduli.

Saya yakin, tidak semua pemuda berminat berperan secara aktif dengan Partai Politik, tapi sebagai warga negara yang baik kita wajib aktif dalam pesta demokrasi-pestanya partai politik dengan jalan menggunakan hak politik kita, yakni memberikan suara dibilik suara TPS kita.

Pemilu lokal adalah Pemilihan secara umum untuk menentukan Pemimpin kita yang paling dekat atau langsung dalam mengatur kedaulatan kita. Sangatlah wajib buat kita peduli karena penentu kemajuan daerah kita tentunya berimbas kepada nasib diri kita sendiri.

Lewat artikel ini ingin mengajak para pemuda negeri ini bisa bersatu lewat gerakan-gerakan politik yang bisa membantu pemerintahan ini dan bisa ikut andil dalam bermasyarakat. Jadilah serasa jadi pusat perhatian yang merasa diawasi, kalau betul banyak yang kasih jempol dan kalau salah banyak yang kasih saran, sekian dan terimakasih.

Wassalamu’alikum Warohmatullah Wabarokatuh.


#LombaEsaiPolitik


Edison Barus

Ketua Yayasan Ummat Muallaf Riau

Jl. Hang Nadim No.13 RT.08/RK.02

Kampung Tualang Kecamatan Tualang

Kabupaten Siak, Riau – Indonesia, 28772

HP.    : 08127684778

Email: [email protected]

FB     : Edison Barus