Sendirian

berbohong, berpikir
malam lalu
bagaimana menemukan rumah jiwaku?
di mana air tak merasa haus
dan roti  bukanlah batu
aku datang dengan satu hal
dan aku takpercaya aku salah
tak ada siapa pun,
dan bahkan  apa pun
yang bisa berada di sini sendirian

sendirian, sendirian
takada siapa pun,
dan bahkan apa pun
yang bisa berada di sini sendirian

orang-orang kaya
memiliki harta yang melimpah
tapi mereka takbisa menikmatinya
istri-istri mereka berlari ketakutan
anak-anak mereka menyanyikan lagu blues
mereka berlangganan  dokter mahal
untuk menyembuhkan hati mereka yang batu.
tapi takada siapa pun
tidak, bahkan  apa pun
yang bisa berada di sini sendirian

sendirian, sendirian
takada siapa pun,
dan bahkan  apa pun
yang bisa berada di sini sendirian

sekarang, bila kau mendengar dengan saksama
aku akan memberitahu segala yang kutahu
awan badai sedang berhimpun
angin akan berhembus
manusia yang berlomba adalah mereka yang menderita
dan aku bisa mendengar erangannya,
karena takada siapa pun,
dan bahkan  apa pun
yang bisa berada di sini sendirian

sendirian, sendirian
takada siapa pun,
dan bahkan  apa pun
yang bisa berada di sini sendirian

Sentuhan Malaikat

kami, belum terbiasa dengan keberanian
orang-orang yang dibuang  dari kesenangan
hidupnya berputar dalam lingkar cangkang kesepian
hingga cinta meninggalkan kuil-kuil suci yang tinggi
dan datang ke mata kita
memerdekakan kehidupan kita

cinta datang
dan kereta api tiba  tanpa kita sadari
kenangan-kenangan masa lampau
adalah sejarah kuno dari kesakitan
namun bila  kita berani,
cinta akan menyerang rantai ketakutan
dari jiwa-jiwa

kita disapih dari ketakutan
dalam genangan cahaya cinta
kita berani menjadi berani
dan tiba-tiba kita melihat
bahwa cinta merugikan semua
dan akan selalu.
namun hanya cinta
yang  mampu membebaskan kita.

Buruh Perempuan

aku memiliki anak-anak  untuk kurawat
menjahit baju
membersihkan lantai
berbelanja makanan
menggoreng ayam
membersihkan bayi
aku mendapat pekerjaan untuk menghidupi
kebun gulma
aku memiliki pakaian untuk kusetrika
memakaikannya ke anak kecil
merapikan barang-barang bekas
aku harus membersihkan gubuk ini
lalu menjenguk orang-orang yang sakit
dan mengumpulkan kapas

sinarilah aku, oh sinar matahari
hujanilah aku, oh hujan
jatuhlah  dengan lembut, oh embun-embun pagi!
dan sejukkanlah alisku lagi

oh badai, hancurkan aku dari tempat ini
dengan kencang anginmu
izinkan aku melayang melintasi langit
hingga aku mampu membaringkan tubuhku lagi.

jatuhlah dengan lembut, oh kepingan salju
tutupilah aku dengan putihmu
ciumlah aku dalam dinginmu
izinkan aku beristirahat malam ini.

matahari, hujan, dan langit yang melengkung
gunung, samudra, daun-daun,  dan batu
cahaya bintang, cahaya bulan
kalian semua bisa kupanggil – sendiri.

Hingga Aku Bangkit 

kau boleh menulisku dalam sejarah
dengan kebohongan yang pahit dan bengkok,
kau boleh menginjak tanahku
tapi tetap saja, seperti butiran debu, aku akan bangkit.

apa  kekuranganku membuatmu kesal?
mengapa kaudiliputi kesuraman?
karena aku berjalan seperti memiliki sumur minyak
yang memompa ruang tamuku

sama seperti bulan dan matahari,
dengan kepastian arus yang pasang surut,
sama seperti harapan yang bermunculan tinggi,
aku masih akan bangkit

apa kauingin melihatku hancur?
menundukkan kepala dan menurunkan mata?
bahuku  jatuh seperti tetesan air mata.
yang datang  terlambat oleh tangisan pilu.

apa kesedihanku menyinggung perasaanmu?
tidakkah kau menganggapnya sangat sulit?
karena aku tertawa seperti memiliki tambang emas
yang bisa kugali di belakang halaman rumahku.

kau bisa menembakku  dengan kata-katamu,
kau bisa menyayatku dengan matamu,
kau bisa membunuhku dengan kebencianmu,
tapi tetap saja, seperti udara, aku akan bangkit.

apa keseksianku  membuatmu kesal?
apa ini sungguh mengejutkan?
bahwa aku menari seperti memiliki berlian
yang bertemu di sela pahaku?

keluarlah dari gubuk rasa malu di masa lalu
aku bangkit
dari masa lalu yang berakar dalam kesakitan
aku bangkit
aku samudera hitam, melompat dan melebar,
mengalir danmengembang, aku beruang di air pasang.
meninggalkan malam teror dan ketakutan
aku bangkit
ke sebuah fajar yang sangat menakjubkan
aku bangkit
membawa hadiah yang dititipkan nenek moyang,
akulah impian dan harapan sang budak.
aku bangkit
aku bangkit
aku bangkit.

Jatuhnya Kemuliaan

jatuhnya kemuliaan di sekitar kita
seperti isak tangis dan
sebuah iringan
kehancuran di kayu salib
kebencian adalah batu-batu besar
yang menempel  di atas  leher
dan di bawah kaki
kita telah terjalin
dalam sebuah jubah sutra
berselimutkan ketelanjangan
dengan permadani
yang  merangkak
melalui lantai keruh sebuah  planet
kita  melayang melampaui burung
melewati gumpalan awan
dan tepi jalan yang kita benci
juga keputusasaan buta yang
membawa kengerian
untuk saudara-saudara kita, dan para sister, mari kita bersorak.
kita  tumbuh meskipun
menelan kengerian
atas keinginan sendiri esok hari.
kita tumbuh.

Profil Penyair:

Maya Angelou, seorang penulis puisi dan skenario, orator, dan aktris afrika-amerika. dia adalah wanita afrika-amerika pertama yang diminta untuk membacakan puisi karyanya dalam inagurasi presiden amerika serikat tahun 1993. meninggal pada tahun 2014.