Pemilu bukanlah hal yang asing lagi bagi kita semua dan terutama bagi masyarakat yang sudah memiliki KTP. Mereka memiliki wewenang untuk mengikuti pemilu yang akan mendatang nanti.

Di awal tahun ini dan juga dari tahun lalu, sudah mulai beredar berita dan juga kampanye-kampanye dari para kandidat atau calon presiden dan wakil presiden. Di berita sempat heboh dikarenakan adanya aksi-aksi atau tindakan yang termasuk berlebihan dari kedua pendukung calon presiden kita dan bahkan saling menghina satu sama lain dikarenakan perbedaan pendapat dan juga perbedaan pilihan. Terutama bagi para artis yang sempat diserang media sosialnya dikarenakan mendukung salah satu calon tersebut.

Menurut saya, pemilihan umum ini harusnya dapat dijalankan dengan damai dan juga cerdas tanpa adanya saling mengejek dan menghina satu sama lain, apalagi sampai saling menjatuhkan antara dua calon tersebut dengan menyebarkan berita-berita bohong dan juga mendapatkan suara dengan cara menyogok masyarakat untuk memilih mereka.

Kita harusnya dapat dengan bebas mengemukakan suara dan pendapat kita mengenai sesuatu selama hal yang dikemukakan tidak mencemarkan nama baik seseorang dan juga sebagai pendengar atau pembaca kita tidak boleh terlalu cepat terbawa emosi dengan suatu pendapat orang lain karena kita harus menghargai pendapat mereka dan bisa saja apa yang dikatakan itu benar.

Kembali kepada topik pemilu, pada tahun ini, Rabu, 17 April (berdasarkan dari internet saat saya menulis artikel ini), banyak dari kita yang pasti baru atau pertama kali boleh ikut serta dalam pemilu dikarenakan baru memiliki usia yang cukup, termasuk saya yang mungkin tidak tahu apa-apa mengenai politik dan tidak tahu harus memilih siapa antara calon 1 atau 2.

Karena saya termasuk baru dalam hal dunia perpolitikan, mungkin ada beberapa hal yang salah atau tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Setiap kita memiliki kebebasan untuk memilih siapa saja dan bagi saya, saya akan memilih Jokowi. 

Sebelum saya melanjutkan mengapa saya memilih Jokowi, saya tidak memaksa Anda untuk setuju dengan apa yang saya pilih dan jika memiliki pendapat berbeda.

Mengapa saya memilih beliau karena menurut saya apa yang dilakukan selama 5 tahun terakhir itu memiliki dampak positif bagi perkembangan negara kita, mulai dari pembangunan, pertambangan, dan lain sebagainya. Ia tidak mempermasalahkan adanya perbedaan agama dan ras yang ada di Indonesia yang masyarakatnya saja masih terlalu overprotective dengan agamanya sendiri dan anti agama lain.

Selain itu, ia juga ia lebih memfokuskan kemakmuran dan kesehjahteraan negara Indonesia dibandingkan hal yang lain. Ia lebih mementingkan hasil kinerja seseorang tanpa memedulikan pangkat atau derajatnya karena derajat tidak menentukan kecerdasan seseorang. Hal yang saya sukai dari beliau adalah gaya kepemimpinannya yang unik dan beda dari yang lain.

Jika kita mendengar kata presiden, pasti kebanyakan dari kita membayangkan orang penting yang dikawal ketat oleh negara. Tetapi ia (Jokowi) memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, yaitu bersifat santai dan membumi. Ia sering menangani sesuatu secara langsung atau turun langsung ke lapangan yang menurut saya merupakan kelebihan yang tidak dimiliki presiden yang lain.

Sifatnya yang merakyat inilah yang sering kali menjadi topik dalam berita dan juga disenangi oleh masyarakat karena mereka dapat bertemu langsung dengan presiden yang mereka pilih atau dukung. Memang presiden lain juga melakukan hal tersebut, tetapi mereka hanya melakukannya hanya pada saat masa kampanye untuk menarik simpati masyarakat.

Meskipun ia kelihatan sangat santai dan hal tersebut “harusnya” tidak dilakukan oleh presiden, ia sangatlah tegas dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden. Ia tidak menganggap tinggi dirinya dikarenakan jabatannya, melainkan ia hanyalah masyarakat biasa. Ia juga memiliki banyak penghargaan yang didapat selama ia menjadi presiden.

Dan alasan terakhir yang mungkin kedengarannya agak aneh adalah agar ia dapat menyelesaikan tugasnya sebagai presiden. Mengapa saya katakan seperti itu? Karena, setelah itu, ia tidak boleh lagi mencalonkan dirinya sebagai presiden dikarenakan maksimal seseorang dapat menjadi presiden adalah selama dua periode yang lebih baik menurut saya diselesaikan.

Semua calon pasti memiliki kelebihan dan juga kekurangan, baik dari segi sifat, kepintaran, kecerdasan, dan juga gaya kepemimpinan yang biasanya dapat dimaklumi (kecuali jika berlebihan). Baik siapa pun yang akan menjadi presiden, kita harus tetap menerima keputusan tersebut dengan lapang dada dan tidak boleh menjatuhkan satu sama lain dikarenakan perbedaan tersebut.

Kita harusnya bersyukur bahwa masih ada orang yang mau menyalonkan diri untuk menjadi pemimpin dan memimpin bangsa kita yang masyarakatnya memiliki banyak kemauan, tidak pernah puas, gampang saja dipancing emosinya, tidak bisa menghargai perbedaan, tidak pernah berpikir cerdas, dan meributkan hal yang tidak penting.