Terkait dengan bertambahnya penduduk usia produktif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kelompok ini dapat meningkatkan kesejahteraannya serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti:

Pertama, adanya kemauan untuk terus bersekolah dan meningkatkan ilmu serta pendidikan yang memadai agar saat masuk ke dalam usia produktif sudah siap masuk ke pasar kerja.

Kedua, memiliki ketrampilan yang dapat menunjang lapangan kerja yang dituju, serta kemauan untuk mencari informasi tentang lapangan  kerja. Proses informasi lapangan kerja akan memudahkan mereka untuk masuk ke pasar kerja

Ketiga, adanya upaya untuk meningkatkan partisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif dan sosial sehingga semakin banyak kelompok produktif yang dapat menyumbangkan tenaganya dalam kegiatan produksi barang-barang dan jasa-jasa.

Keempat, berani berinovasi, mencoba hal-hal baru serta tidak takut gagal. Kelompok ini diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan tidak mengandalkan untuk bekerja kepada orang lain.

Salah satu keterampilan yang dapat membantu kehidupan seseorang adalah dengan ikut kursus atau pelatihan keterampilan atau dengan mengikuti organisasi, misalnya kegiatan kepramukaan. Terutama Pramuka Pandega berada pada tingkatan usia produkif sehingga golongan ini diharapkan dapat memberikan advokasi kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya atau mengajak adik-adik Siaga, Penggalang dan Penegak untuk mulai mempersiapkan diri menyongsong usia produktif.

Dalam surah Al-Mujadalah ayat 11 Allah berfirmah yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Ayat ini menjelaskan tentang orang-orang yang mau menuntut ilmu dan bekerja keras guna kehidupannya. Sama halnya dengan pramuka juga dituntut untuk menuntu ilmu dan bekerja sama denga baik.

Proses pembentukan dan perwujudan dari kebiasan yang tidak baik menjadi kebiasaan yang lebih baik disebut pengembangan diri. Proses yang dilakukan adalah mewujudkan dirinya menjadi yang terbaik berdasarkan potensi (kemampuan) di semua bidang sehingga berdampak manfaat bagi orang banyak.

Penduduk usia produktif diharapkan dapat terus mengembangkan dirinya. Baik dalam kehidupan sosial maupun dalam bermasyarakat. Pengembangan diri ini dapat diperoleh dari kegiatan berorganisasi, misalnya dalam kepramukaan. Dengan begitu, pada saat masuk ke dunia kerja, penduduk produktif akan memiliki kekuatan, motivasi tinggi untuk bekerja keras.

Terkait banyaknya tantangan di usia produktif, Pramuka Pandega diharapkan dapat berkontribusi dalam menyongsong masa Bonus Demografi. Sebagai sosok yang sedang mengalami perkembangan, Pramuka Pandega diharapkan mampu menciptakan ide-ide dan menghubungkan ide-ide tersebut. Seorang Pandega tidak saja mengorganisasi apa yang dialami dan diamati, tetapi juga mampu mengolah cara berpikir sehingga memunculkan suatu ide baru. Pandega juga dapat berpikir dengan fleksibel dan kompleks. Bahkan, pandega mampu menemukan alternatif jawaban atau penjelasan tentang hal yang sedang dibahasnya.

Terkait banyaknya tantangan di usia produktif, Pramuka Pandega diharapkan dapat berkontribusi dalam menyongsong masa Bonus Demografi. Sebagai sosok yang sedang mengalami perkembangan, Pramuka Pandega diharapkan mampu menciptakan ide-ide dan menghubungkan ide-ide tersebut. Seorang Pandega tidak saja mengorganisasi apa yang dialami dan diamati, tetapi juga mampu mengolah cara berpikir sehingga memunculkan suatu ide baru. Pandega juga dapat berpikir dengan fleksibel dan kompleks. Bahkan, pandega mampu menemukan alternatif jawaban atau penjelasan tentang hal yang sedang dibahasnya.

Untuk itu, Pandega harus berkesempatan untuk melatih diri melalui Job Creation atau kreasi dalam bekerja dalam berbagai kesempatan. Kesempatan untuk berkreasi akan mendorong Pandega menggapai masa depannya. Kegiatan dapat dilakukan melalui satuan karya, kursus- kursus, magang, telaah pekerjaan dan keahlian, seminar, diskusi mendalam, atau berkonsultasi dengan ahli.

Orang muda yang berkualitas berarti harus terdidik dengan baik sehingga akan memiliki kecerdasan intelektual maupun emosional, spiritual, moral, dan perilaku yang bagus. Mereka juga harus sehat, kuat, mampu bekerja dan menciptakan pekerjaan. Lengkapi pula dengan keterampilan hidup (life skills), melalui latihan formal ataupun nonformal, seperti latihan di Balai Latihan Kerja yang disediakan pemerintah.

Aspek-aspek yang terkandung dalam ekstrakulikuler kepramukaan secara tidak langsung akan melatih soft skill mahasiswa. Soft skill secara erat berkaitan dengan keterampilan sosial. Soft skill yang akan sangan berguna antara lain kerjasama tim, kegigihan, kreativitas, decision making, sportivitas, kemampuan berpikir kritis, bertanggung jawab, kepercayaan diri serta kepemimpinan.

Kegiatan yang dilakukan dalam ekstrakulikuler pramuka secara tidak langsung akan mengembangkan kemampuan soft skill mahasiswa. Ketika kegiatan pramuka dilaksanakan rutin dan dilakukan dengan positif siswa diyakini dapat mengembangkan soft skill mahaiswa dengan baik.

Soft skill dapat digunakan dalam dunia kerja. Dewasa ini perusahaan mulai meragukan kualitas lembaga pendidikan sehingga kurang yakin dengan prestasi akademik yang tercantum di ijazah. Soft skill juga digunakan untuk memfasilitasi perkembangan diri. Selain itu keberadaan soft skill juga mutlak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Soft skill dapat digunakan untuk bersosialisasi dalam masyarakat dan juga bersosialisasi dalam dunia kerja. Sehingga ekstrakulikuler pramuka dapat meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa.