Pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan sehari-hari sekolah, yaitu melalui hal-hal berikut, contohnya upacara pada hari Senin, beribadah/sholat bersama, berdoa waktu mulai dan selesai pelajaran, mengucap salam bila bertemu guru, tenaga kependidikan atau teman.

Contoh kegiatan yang harus ditinggalkan seperti: membuang sampah tidak pada tempatnya, berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak lain, berkelahi, memalak, berlaku tidak sopan, mencuri, berpakaian tidak senonoh dan lain-lain.

Sikap peserta didik yang baik perlu dipuji, misalnya memperoleh nilai tinggi, menolong orang lain, memperoleh prestasi dalam olah raga atau kesenian, berani menentang atau mengoreksi perilaku teman yang tidak terpuji, berpakaian rapi, datang tepat pada waktunya, bekerja keras, bertutur kata sopan, penuh kasih sayang, perhatian terhadap peserta didik, jujur, menjaga kebersihan dan lain-lain.

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisai pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidiksn kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Tapi sebelum singkatan ini ditetapkan, kata Pramuka asalnya diambil oleh Sultan Hamengkubowono XI dari kata "Poromuko" yang berarti pasukan terdepan dalam perang.

Pramuka merupakan sebutan bagi anggota gerakan pramuka, yang meliputi; pramuka siaga (7-10 tahun), pramuka penggalang (11-15 tahun), pramuka penegak (16-20 tahun) dan pramuka pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu pembina, andalan pramuka, korps pelatih pramuka, pamong saka pramuka, staf kwartir dan majelis pembimbing pramuka.

Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka.

Prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Dalam Alquran juga dijelaskan tentang pramuka yang artinya “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (Ali Imran: 104)

Berdasarkan ayat di atas dapat di jabarkan bahwa pramuka adalah organisasi nonformal yang mengajarkan tentang kebaikan dan kebajikan. Organisasi ini bersifat mendidik dengan sistem among yaitu berdasarkan asas kekeluargaan.

Kode kehormatan dalam Gerakan Pramuka terdiri dari Tiga Janji yang disebut "Trisatya" dan Sepuluh Moral yang disebut "Dasadarma". Khusus untuk golongan siaga kode kehormatan terdiri dari Dua Janji yang disebut "Dwi Satya" dan Dua Moral yang disebut "Dwi Darma"

Banyak sekolah-sekolah yang mewajibkan ekstrakurikuler pramuka ini, khususnya di sekolah yang memakai kerikulum 2013. Dasar diwajibkannya pramuka ini kareana di nilai perlu untuk membentuk pribadi-pribadi anak bangsa yang kompeten dan kreatif agar tidak terjerumus ke arah hal-hal yang negatif. Dalam hal ini banyak anak-anak yang suka mengikuti kegiatan tersebut.

Pramuka merupakan salah satu organisasi yang dangat digemari anak-anak didik setelah seharian belajar dikelas, pramuka adalah solusi tepat membuang kejenuhan tersebut.

Pembentukan karakter pemuda melalui kepramukaan sudah lama dituangkan dalam Dasa Darma Pramuka, yaitu Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Cinta alam, kasih sayang sesama manusia, Patriot yang sopan dan ksatria, Patuh dan suka bermusyawarah; Rela menolong dan tabah; Rajin, terampil, dan gembira, Hemat, cermat dan bersahaja; Disiplin, berani dan setia, Bertanggungjawab dan dapat dipercaya, Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Dari Dasa Darma Pramuka dari di atas, artinya pendidikan karakter yang mampu menciptakan karakter pemuda bangsa sudah ada dalam kepramukaan. Artinya, Pramuka telah mengajarkan pendidikan karakter sejak berdirinya kepanduan ini, jauh sebelum isu pendidikan karakter marak di Indonesia.

Metode pendidikan kepramukaan yang disesuaikan kelompok umur pada hakikatnya merupakan pola pembinaan generasi muda secara berjenjang dan berkesinambungan untuk menghasilkan produk berkualitas.

Gerakan pramuka dalam melaksanakan fungsinya sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda Indonesia mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggung jawab, mampu mengisi kemerdekaan nasional dan membangun dunia yang lebih baik.

Dewasa ini ada sebuah kenyataan yang teramat pahit atau mungkin juga sebuah cobaan dan tantangan yang teramat berat, ketika semakin banyak jumlah remaja penyandang masalah sosial. Mereka terjebak kedalam perilaku yang menyimpang dan telah larut menghambakan dirinya kepada tata nilai asing. Mereka berpotensi untuk menimbulkan berbagai problema sosial di masyarakat.

Di samping itu, secara internal, terdapat pula ketidaksiapan mental dan rohani pada sebagian remaja, sehingga mereka gagal untuk mempertahankan diri dari pengaruh negatif yang menyesatkan.

Dari sini Pramuka berperan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara melaksanakan semua prinsip dasar yang sudah tertuang pada AD/ART. Sehingga, dengan begitu problema di masyarakat yang sebagian besar dialami, dan disebabkan oleh kaum muda dapat diminimalisir ataupun dimusnahkan agar tercipta masyarakat yang makmur dan terorganisir dengan baik. Serta terjaganya generasi muda dari ancaman-ancaman era globalisasi yang semakin besar memiliki ancaman untuk menjerumuskan generasi muda.

Pramuka dapat dijadikan wadah dalam pembentukan karakter karena Pramuka selalu memegang teguh nilai-nilai Tri Satya, yang berisikan kewajiban-kewajiban kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada negara, kepada sekitarnya dan kepada diri sendiri. Walau pelatihan ini dilaksanakan dalam jangka waktu yang singkat, para peserta didik berharap agar para peserta dapat mengembangkan dan manyampaikan hasil dari pelatihan pengembangan karakter bangsa melalui gerakan pramuka kepada masyarakat luas.