Pramugari adalah pekerjaan yang sering kali disalahartikan dan sering disalah-mengerti oleh orang-orang yang dari level tinggi bahkan selevel jajaran direksi sekalipun. Kan ngehek.

Pramugari atau stewardess menjadi sebuah pekerjaan yang menuntut konsistensi dalam pengelolaan waktu. Jam tidur pramugari itu pasti tidak tentu. Harus berhadapan dengan perubahan zona waktu. Yang di dalam tekanan itu mereka tetap harus tampil cantik dan profesional.

Kebetulan teman saya pernah menjadi pramugari pada saat usianya yang masih muda. Memang bagi sebagian pramugari, mereka mendapatkan fasilitas yang sangat baik. Namun ada beberapa pramugari yang saking mendapatkan treatment yang baik, mereka tidak jarang menjadi sasaran para direksi ataupun kolega direksi yang ada.

Mereka terkadang sering kali mendapatkan surat kaleng ataupun surat yang clear untuk bertemu di sebuah kamar hotel untuk hanya sekadar berbicara katanya. Dan tidak jarang bahwa pramugari-pramugari yang mengikuti atau datang ke sana diminta untuk memenuhi syahwat nafsu dari pemesan.

Sebetulnya ini adalah urusan pribadi yang tidak perlu kita ikut campur. Tapi menjadi ranah hukum jika pramugari itu mendapatkan paksaan dari bahkan perusahaan untuk menjadi pelayan seks orang-orang yang merasa tidak puas dengan kehidupan rumah tangganya.

Seorang pramugari dituntut untuk tampil cantik, semampai, dan menarik perhatian. Saya juga tidak tahu dari mana tradisi harus cantik ini tersemat di dalam profesi pramugari. Yang pasti, setiap kali saya naik pesawat, memang pramugari dan pramugara yang ada tampil wah dengan make up mereka yang sepertinya tidak murah.

Kecantikan pramugari ini tentu menarik bagi banyak orang, khususnya mereka yang mampu untuk merayu dan para buaya darat. 

Para pramugari ini, selain bekerja di pesawat melayani pelanggan, juga banyak yang "melayani" pelanggan di luar pesawat. Kembali kepada paksaan dan tekanan perusahaan, pramugari sering kali menjadi objek seksualitas dari para pebisnis.

Mereka yang merasa memiliki uang pun merasa memiliki kuasa untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, termasuk keperawanan. Tradisi ini pada akhirnya terbongkar dari karangan-karangan bunga yang dikirimkan oleh para anonim kepada Erick Thohir di kantor BUMN.

Ada yang dengan jelas mengatakan bahwa mereka berterima kasih banyak kepada Pak Erick Thohir karena sudah pecat penjahat kelamin. Saya jadi bertanya-tanya, apakah karangan bunga ini adalah karangan bunga yang benar atau hanya sekadar bikin heboh saja?

Terlepas dari benar atau tidaknya karangan bunga itu, yang saya lihat bahwa profesi pramugari ini sangat rentan digunakan dan diselewengkan untuk profesi pemuas nafsu seksual dari pengguna. Apalagi kalau itu di bawah sepengetahuan dan malah menjadi referensi direktur utama.

Saya sangat menyayangkan dan miris melihat keadaan ini, apalagi di Indonesia yang kita cintai. Negara Indonesia dikenal dengan negara yang rakyatnya baik-baik dan memiliki kearifan lokal yang kental. 

Jangan sampai kehidupan seksual dikomersialkan, apalagi oleh mereka-mereka yang bekerja di perusahaan dan yang memegang kendali kekuasaan. Mungkin sampai saat ini para pembaca menganggap bahwa artikel ini adalah artikel yang sangat ideal.

Tapi bagaimanapun juga, saya sangat meninggikan akan kearifan lokal yang ada di Indonesia. Hal ini membuat saya juga ingin memperjuangkan hak-hak manusia untuk menjadi diri mereka sendiri, bukan menjadi barang yang dikonsumsi oleh orang-orang besar itu.

Sekali lagi saya katakan bahwa pramugari itu bukan pekerja seks komersial, Pak! Cobalah sebagai petinggi Anda belajar menghargai hak-hak para bawahan Anda. Karena bagi saya, seks itu sakral, bukan sesuatu yang bisa dijual-belikan. 

Karena dengan seks di situ harusnya sudah ada ikatan cinta yang sah. Ini pandangan Indonesia dan diaminkan oleh hukum di Indonesia juga. Kita hidup ini bukan untuk memuaskan diri, namun untuk menjadikan manusia sebagai manusia pada hakikatnya. 

Tubuh Anda adalah hal yang bersifat privasi. Kecuali memang sudah ada ikatan pernikahan, maka 2 insan menjadi satu daging. Untuk para perempuan, saya ingatkan dan izinkan saya untuk memberikan nasihat kepada kalian. 

Jagalah dirimu baik-baik karena di dunia ini terlalu banyak pria hidung belang yang hanya mengincar tubuhmu bukan hatimu. Jangan menjual tubuhmu karena tubuhmu itu harganya tidak terkira. 

Tuhan menciptakan tubuhmu yang indah itu untuk dinikmati oleh suamimu, bukan pelanggan yang membayar dengan uang barang ratusan ribu. Pun kalau dinikmati oleh suamimu, Anda juga memiliki hak untuk menolaknya sebentar. Karena Anda berhak atas tubuh Anda secara eksklusif. 

Hargailah dirimu sendiri, wahai para perempuan yang saya hormati. Anda boleh tampil cantik, tampil seksi, tampil menawan dengan segala kemolekan fisik Anda. Hak Anda untuk menjadi cantik sebetulnya.

Tapi saya minta dengan sangat agar Anda bisa menjaga diri agar tidak mencoreng citra anda sendiri. Karena sejatinya, kehidupan seksual bukan merupakan komoditas publik. Seksual dan cinta harus sepaket.