Sumber Nyanyian

Sumber nyanyian malam ini adalah matahari
berita duka pelosok negeri
tenggelam, hilang
akibat nyanyian lantang ibu kota

Lalu cahaya 
seolah adalah algoritma cinta
yang tak terduga
terdampar di bawah telapak kaki yang terluka

Tak ingin lagi mecium bau busuk
kata dari suara - suara, sebab
suara pemberontak kini telah beradaptasi
suara penuh kelembutan diperdengarkan dengan begitu kasar
suara kasar dinyanyikan dengan begitu lembut
suara jerit seakan didengar, meski sebenarnya ditanam 
dalam ruang pertemuan yang dibiarkan kosong, lembab berlumut.

Hingga tangisan 
tak dapat lagi dipastikan
ulah siapa,
berjalan saja di sela - sela botol
yang terpajang kosong
kini terhantam dan pecah
menyisakan luka bangsa
yang dipandang sebelah mata.


Rasa Adalah Raja

Dalam kening berdengung
kisah cinta negeri asing,
tak berhenti berdengung
kini bernyanyi.

Mungkin pesan yang tergali
dari telapak kaki
yang ternyata adalah mimpi
tentang raja yang baru saja 
naik tahta disebuah kerajaan cinta

Lalu menggelegar
suara - suara rakyat, lapar
bukan perkara sepiring nasi
atau padi yang tak lagi tumbuhh
sebab sawah telah habis dibagi

Tapi tentang rasa 
yang sedang mengalami pemerosotan
akibat logika berhias algoritma
namun kecewa perlahan
tak lagi mendapat tempat
setelah raja adalah rasa
rasa adalah raja.


Kutukan Orang - Orang Kalap

Kutukan orang - orang kalap
belakangan mengganggu tidur lelap
lapar dan haus perihal moral
terpatok norma - norma yang diproduksi
dari urat - urat yang bersembunyi
pada leher - leher manusia - manusia
yang pandai menutupi buasnya buaya gunung
di balik selimut putih.

Mempersiapkan sebuah pesta
yang akan kembali dirayakan
setelah pergerakan yang dianggapnya 
menghasilkan citra diri yang baik

Tapi kebenaran bukanlah batu - batu kecil
yang dapat tenggelam 
dalam lumpur di medan tempur.

Kebenaran adalah segala
yang salah di tengah zaman
yang penafsirannya bersumber 
dari manusia - manusia 
yang tak mengenal cinta.

Lalu perdamaian hanya akan muncul
dari selembar sejarah esok pagi.


Virus Dusta

Virus dusta mulai berpesta
dikibar bendera kekuasaan latah
yang sibuk menghamba
kepada raja-raja yang terdampar
di tengah kata - kata yang tak dimengertinya.

Prajurit - prajurit tempur tak bersenjata
mulai berseru dengan tanya
di gelanggang -gelanggang jalan,
di balik pesan - pesan tanpa perantara
memberangus kata disetiap media
yang tak dikehendakinya.

Sementara orang - orang lainnya
hanya bisa berpuasa, menjaga cita dan cinta
sebab akal mereka
telah habis terjarah.


Penyair Sumbang

Aku adalah penyair sumbang
tak mengerti tentang rima haha hihi
menghadirkan pusi sesuka hati.

Aku adalah penyair sumbang
terlahir dari rezim yang tak kalah sumbang
dengan label santri
mengatur sesuka hati.

Aku adalah penyair sumbang
bukan manusia - manusia penyembah nilai
yang menerima ilmu tanpa dipahami

Aku adalah penyair sumbang
menyuguhkan sekepal amarah 
dari kelucuan negeri ini

Aku adalah penyair sumbang
punya rindu yang sengaja dipendam
sebab rindu tak lagi dikenal negeri ini
yang dikenal hanyalah caca, cacu dan caci

Aku adalah penyair sumbang
yang tak begitu pandai berteori
sebab jika berlebih dalam teori
akan sibuk mencari makna puisi ini.


Ruang - ruang Kosong

Ruang - ruang kosong
pada gedung tinggi itu
tempat kata masih terkungkung dari jerat
keilmuan sepuh.
atau hanya alat pemberi pesan
maya, semu dan tak bertubuh

Sementara kaki - kaki lancang 
lalu lalang
tanpa tujuan
sedikit lebih jauh
dengan seragam - seragam baru
yang nampak belum lusuh

mencoba menawarkan seonggok masa depan
yang mereka saja belum merasakannya.

kembali berlari dan terjungkal 
dalam persaingan kehidupan 
yang kemarin sore mereka tawarkan.


Sajak Selembar Kain

Dalam perkara sosial 
selembar kain dapat menjadi 
alat pemersatu

Dalam perkara spiritual
selembar kain dapat menjadi 
alas suci

Dalam perkara industri
selembar kain dapat menjadi
barang konsumsi dan alat penutup diri

Dalam perkara kriminal
selembar kain dapat menjadi 
alat bukti

Dalam perkara kehidupan
selembar kain dapat menjadi
pakaian terakhir dalam keranda dan peti - peti

Dalam perkara ilmu pengetahuan 
selembar kain dapat menjadi
alat penting untuk diteliti

dalam perkara kekuasaan
selembar kain dapat menjadi
alat penjungkal raja - raja yang tak tahu diri

dalam perkara mencintai
selembar kain dapat menjelma
kenang juga menjadi bukti
bau tubuh kekasih yang abadi

Dalam perkara pribadi
selembar kain dapat menjelma
sebuah memori


Kertas

Kertas adalah jiwa - jiwa kosong
yang mampu menerima segala resah
tanpa harus menanyakan segala sumber 
yang tak begitu penting

Kertas adalah hati yang putih
siap menerima tubuh liar 
yang menawarkan segala hitam
dari komposisi rasa yang tercipta

Kertas adalah lembaran - lembaran
yang siap menjadi bukti 
kehidupan lampau 
yang ditorehkan dengan tinta - tinta
dari obrolan - obrolan kekasih
disebuah beranda rumah
yang kini sedang menunggu penghuninya pulang.