Juventus resmi tersingkir dari gelanggang kompetisi paling bergengsi di eropa. Dua gol dari Cristiano Ronaldo atas Olympique Lyon tidak cukup ampuh untuk membawa Juventus menembus babak selanjutnya. Hal tersebut berimbas pada dipecatnya Maurizio Sarri dari kursi kepelatihan, yang baru saja memberikan Juventus gelar Serie A untuk kesembilan kalinya secara beruntun.

Tidak perlu waktu lama bagi manajemen Juventus untuk menemukan suksesor bagi pelatih yang mengusung filosofi Sarriball tersebut. Mereka memilih Andrea Pirlo, salah satu mantan pemain mereka yang mempunyai 119 caps dalam kurun waktu 2011-2015 bagi Juventus. Pirlo, selama menggunakan jersey Juventus, telah membantu Si Nyonya Tua mendapatkan Scudetto beruntun selama masa baktinya tersebut.

Didapuknya Pirlo menjadi pelatih Juventus menambah daftar panjang klub besar yang pernah menggunakan jasa mantan pemain mereka sebagai pelatih. Real Madrid, Barcelona, Bayern Muenchen, Manchester United, Arsenal, dan Chelsea adalah klub yang sebelumnya telah mendapuk mantan pemain mereka menjadi pelatih.

Namun, apakah trend mantan pemain yang melatih klub lamanya ini membuahkan hasil positif?

***

Zinedine Zidane telah menyumbang 11 trofi bagi Real Madrid selama dua periodenya berada di klub tersebut, termasuk 2 liga champions. Hal ini tentu merupakan hasil luar biasa yang ditorehkan oleh pelatih asal Prancis tersebut. Sebagai pemain pun, ia juga pernah menyumbangkan Liga Champions saat termasuk dalam skuad Los Galacticos Real Madirid dahulu.

Belum lagi Guardiola dan Enrique yang masing-masing menyumbang 14 dan 9 trofi selama masa kepemimpinannya di Barcelona. Mereka berdua sama-sama pernah mengecap kesuksesan selama saat menjadi pemain dan juga saat menjadi pelatih di klub tersebut.

Dikancah liga Inggris, hanya Mikel Arteta yang pernah menyumbang trofi bagi mantan klubnya sebagai pelatih setelah hampir lebih dari 7 tahun terakhir. Ia membawa Arsenal juara setelah berhasil menundukkan Chelsea, yang juga dilatih oleh mantan pemain mereka, yakni Frank Lampard, di ajang piala FA.

Sebelum Mikel Arteta, ada Roberto Di Matteo yang membawa Chelsea menjuarai Liga Champions tahun 2012 saat menundukkan Bayern Munchen lewat drama adu penalti. Ia sebelumnya pernah berseragam The Blues selama 6 musim dari tahun 1996 sampai 2002.

Bayern Muenchen juga telah mengamankan gelar bundesliga mereka di musim ini setelah ditunggangi Hans-Dieter Flick, pemain mereka selama musim 1985-1990.

Walaupun begitu, apakah dengan menjadikan mantan pemain sebagai pelatih selalu berbanding lurus dengan kesuksesan yang akan didapatkan oleh klub tersebut? Belum tentu.

Niko Kovac, mantan pemain Bayern Muenchen yang mengemas 34 caps selama musim 2001-2003, tidak cukup beruntung ketika menunggangi klub yang pernah ia bela dulu. Ia hanya bertahan selama semusim sejak didapuk pada tahun 2018, sebelum akhirnya dipecat setahun setelahnya.

Di liga Inggris, Frank Lampard sebagai pelatih yang juga mantan pemain Chelsea, juga kurang beruntung setelah dikalahkan oleh Arsenal di final Piala FA. Belum lagi Ole Gunnar Solskjaer masih mengejar trofi pertama nya bagi Manchester United sejak didapuk sebagai caretaker pada 2018 dan resmi menjadi pelatih kepala pada tahun 2019.

***

Juventus tentu bukan tanpa alasan mendapuk Andrea Pirlo sebagai pelatih. Mereka sebelumnya, mereka memiliki pengalaman positif dengan mendapuk mantan pemain mereka sebagai Pelatih ketika Antonio Conte mencatatkan Scudetto beruntun sejak 2012 sampai 2014. Apalagi, Pirlo merupakan bagian dari kesuksesan Conte di masa kepelatihannya.

Namun, Pirlo perlu mewaspadai jika trend positif selama menjadi pemain bukan jaminan akan berlanjut saat menjadi pelatih. Hal ini karena fakta bahwa masih terdapat pelatih yang sebelumnya pernah sukses menjadi pemain, masih belum mencicipi kesuksesan dan bahkan gagal sampai berujung pemecatan.

Pirlo juga belum mempunyai pengalaman menjadi pelatih utama klub. Sebelumnya, pemain yang mirip dengan Chuck Norris ini "hanya" melatih tim U-21 Juventus, itupun baru sebulan lebih, sebelum akhirnya dipromosikan menjadi pelatih tim utama.

Selain itu, menjadi pelatih tidak sama seperti saat menjadi pemain. Seorang pelatih merupakan otak dari sebuah klub. Ia tidak saja hanya sebagai seorang peracik strategi, tetapi juga sosok yang penting saat di ruang ganti. Seorang pelatih harus memiliki jiwa kepemimpinan yang dapat menguasai pep-talk di ruang ganti, apalagi pada saat situasi kritis dan menentukan.

Namun, Patut ditunggu bagaimana nanti Pirlo membawa Juventus, yang sekarang diisi oleh berbagai bintang, mengarungi musim selanjutnya. Apalagi, dipecatnya Sarri setelah kalah dari Olympique Lyon, walaupun telah membawa Juventus melanjutkan trend beruntun scudetto, menunjukkan bahwa prioritas manajemen Juventus saat ini dan seterusnya bukan hanya Serie A, melainkan Liga Champions.

***

Setelah trend berbagai klub besar menjadikan mantan pemain mereka menjadi pelatih bermunculan, saya penasaran apakah Manchester City berniat mengikuti trend tersebut. Jika iya, tentu City memiliki "segudang" pemain legenda yang bisa menjadi opsi. Seperti Richard Dunne, Stephen Ireland atau Micah Richard :).

Tapi pertanyaannya, apakah pembaca mengenal mereka?