Setiap kali hujan datang menjebak
Dambakanlah sebuah warung penuh kepul
Agar pabila dinginnya semakin menusuk
Sementara ranjang begitu nihil
Hangat bisa dialirkan melalui sepiring kaldu
Rezeki dan senyum milik penyedia hangat

Jika tak mungkin
Inginkan menepi di emperan sebuah toko
Sebatang rokok yang disulut cukup jadi pemantik
Sebuah topik dapat dipetik bersama si empunya

Yang juga mungkin, beranda rumah dekat jalan raya
Harapkanlah tuannya ramah dan sedia suguhkan kental kopi
Bila tidak, teh hangat atau jahe janganlah ditolak
Hujan kala itu sebenarnya sedang berpihak

Kadang, sebuah masjid juga boleh dipilih
Di sana jamuan Tuhan lebih menghangatkan
Sebab, hujan tak selalu tentang jebakan
Berdasar rindu, barangkali juga sebuah panggilan

Bintaro, 25 November 2017