Sekolah. Mungkin bagi kita kata tersebut tidak asing lagi didengar dan juga rata-rata kita semua pernah bersekolah. Sebagian besar masa muda kita dihabiskan untuk bersekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Oleh karena itu, sekolah sudah dianggap atau bisa saja dianggap rumah kedua bagi para pelajar atau murid.

Jika kita lihat dan bandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, sekolah sudah banyak berkembang dan berubah mulai dari rupa, metode pembelajaran, dan juga peraturan yang berlaku di sekolah tersebut. Perubahan tersebut pasti memiliki dampak positif dan negatif, tetapi yang saya akan bicarakan adalah dampak negatif tentang adanya sekolah tersebut.

Menurut saya, sistem atau cara pembelajaran pada sekolah tidak efektif atau bermanfaat terutama di zaman modern karena kita dapat mengakses segala macam informasi dengan sedirinya dan juga terkadang lebih banyak informasi yang kita dapatkan dibandingkan dengan yang diajarkan atau diberitahukan oleh para guru di sekolah.

Dengan adanya perkembangan era digital yang memudahkan kita mengakses segala macam hal dengan sendirinya dan cara mengakses hal tersebut terbilang mudah sekali maka sekolah harus mengubah cara pembelajaran agar tidak kalah dengan perkembangan tersebut yang kemudian dapat bersaing dengan adanya internet sumber pengentahuan termudah didapatkan.

Selain dari sistem pembelajaran, hal yang harus diubah menurut saya adalah cara mengajar seorang guru yang tidak efektif dan kadang tidak sesuai dengan materi ajaran. Guru harusnya dapat mengajar dengan cara yang lebih interaktif dan juga lebih santai agar membuat para murid nyaman ketika diajar dibandingkan dengan cara mengajar yang terlalu serius.

Sekolah mengelompokkan atau mengumpulkan beberapa murid untuk menjadi satu kelas dan menurut saya hal tersebut tidak efisien dalam hal mengajar karena setiap murid memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan juga cara belajar yang berbeda yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar dan menyulitkan para murid untuk mengikuti pelajaran yang diajarkan.

Dan juga dengan adanya banyak murid di dalam satu kelas, guru-guru akan kesulitan untuk mengawasi dan mengatur para murid tersebut apalagi jika kita lihat ada sekolah yang menempatkan sekitar 25-40 murid dalam satu kelas. Guru pasti akan kesulitan untuk memerhatikan murid tersebut dan ujung-ujungnya pasti akan diabaikan.

Dari pengalaman saya, sekolah sekarang menetapkan standar yang terbilang tinggi. Mungkin ada sekolah lain yang memiliki standar lebih tinggi dari saya tetapi hal tersebut membuktikan bahwa sekolah memasang standar atau nilai minimal yang tinggi yang membuat murid-murid kesulitan untuk mencapai standar tersebut.

Di sekolah saya, standar nilai minimum adalah 80 yang menurut saya itu terbilang tinggi. Mengapa demikian? Karena sekitar dua tahun lalu (saat saya kelas 1 SMA) nilai minimum saat itu adalah 75 yang mungkin bagi beberapa siswa masih sulit untuk dicapai dan sekarang ketika standar tersebut dinaikan akan membuat mereka lebih kesulitan untuk mencapainya.

Selain itu, yang menjadi permasalahan adalah peraturan yang berlaku di sekolah tersebut. peraturan ini dapat bervariasi terngantung di mana kita bersekolah. Sebagian besar peraturan tersebut tidak bermasalah tetapi ada satu peraturan yang dimana saya bersekolah yang menurut saya itu aneh dan tidak masuk akal.

Peraturan tersebut adalah ruang kelas akan dikunci dan murid hanya boleh masuk ke dalam kelas ketika guru mata pelajaran membukakan pintu. Hal ini termasuk tidak masuk akal dan penyebabnya adalah karena ada murid yang berduaan di dalam kelas, bukan melakukan hal yang negatif dan ada temannya yang iri dan melaporkannya ke guru.

Ada juga sekolah yang memang kelihatannya memiliki kualitas yang bagus tetapi hal itu ternyata bohong. Mereka hanya memperlihatkan yang baik kepada orang tua, tamu-tamu, dan orang penting lainnya tetapi kepada muridnya mereka berlaku sebaliknya dan dengan seketika kualitas yang mereka bangga-banggakan itu hilang entah kemana.

Permasalahan yang menurut saya juga termasuk penting adalah biaya. Memang ada sekolah yang memiliki biaya rendah tetapi kualitas sekolah tersebut masih dipertanyakan dan bagi orang tua pasti tidak akan memilih sekolah tersebut. pendidikan semakin lama akan semakin mahal yang jika dibandingkan dengan self study yang memiliki biaya yang jauh lebih murah.

Sekolah juga memiliki beberapa alternatif lain yang menurut saya lebih efisien dibandingkan dengan bersekolah. Salah satunya adalah dengan adanya guru online yang sama seperti bersekolah tetapi dilakukan melalui internet sehingga kita tidak perlu datang ke sekolah, dan juga alternatif lain adalah homeschooling yang lebih mahal tetapi lebih efisien.

Jadi kesimpulan dari hal tersebut adalah jika sekolah tidak dapat mengubah kekurangan-kekurangannya tersebut maka menurut saya sekolah itu lebih baik di hapus saja karena tujuan bersekolah hanya untuk mendapatkan ijazah, melanjutkan ke tingkat lebih tinggi agar ketika dewasa dapat mempermudah mendapatkan atau mencari pekerjaan.