Masa kecil adalah masa dimana kita menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tidak banyak yang bisa kita lakukan dimasa itu karena masih dalam proses belajar. Pada tahap itu juga kita ingin mendapatkan semua yang kita mau, tapi apa daya keinginan itu kadang tidak bisa dikabulkan. Orang disekeliling kita menganggap kita tidak bisa berbuat apa-apa tetapi kita beranggapan bahwa kita lebih dari apa yang mereka pikirkan.

Seiring berkembangnya waktu, umur kitapun semakin bertambah dan tentunya kita sudah dapat menimbang-menimbang jalan yang akan kita tempuh. Dalam hidup ini kita pasti akan menghadapi masalah. Akan tetapi masalah itu akan terselesaikan jika kita menghadapinya dan masalah itu tidak akan selesai jika kita mendiamkannya.

Dalam hidup, kita kadang lupa dengan sesuatu yang kecil padahal sesuatu tesebut sangat membantu kita dalam berbagai hal. Dia adalah lembaran tipis berukuran kecil dan berwarna putih. Pernahkah kita menyadari bahwa tanpa benda itu kita belum dapat menulis dan membaca hingga saat ini. Kalaupun ada yang yang tidak melakukannya pasti sangat memerlukan waktu yang lama untuk menulis dan membaca.

Menulis dan membaca merupakan kegiatan yang sangat rumit untuk kita lakukan, padahal kegiatan tersebut adalah salah satu hal yang wajib untuk kita lakukan. Dalam kegiatan membaca dan menulis, kita pasti membutuhkan sebuah alat sebagai media tulisnya. Apa itu? Salah satunya adalah sebuah kertas.

Saat ini kertas yang kita gunakan sudah sangat baik mutunya dan berbeda halnya dengan kertas zaman dahulu. Pada zaman itu kertas sangat susah diperoleh dan diproduksi. Tetapi seiring berkembangnya waktu lembaran-lembaran kertas semakin membaik dan semakin mudah untuk diperoleh.

Kertas sangat berperan besar dalam kegiatan hidup kita karena benda ini selalu ada dalam lingkungan aktivitas kita. Di dalam menempuh dunia pendidikan, kertas adalah salah satu hal yang utama dalam proses belajar mengajar. Sebelum alat-alat elektronik diciptakan,  kertas adalah alat bantu tulis menulis yang di cari-cari. Sehingga peran sebuah kertas mendapatkan eksistensinya dimasa itu.

Kini merupakan era modern dimana banyak produk elektronik yang diciptakan untuk membantu kegiatan manusia. Media tulis yang barupun bermunculan yang sedikit demi sedikit menggeser fungsi sebuah kertas. Sebagian besar dari kita lebih banyak menggunakan media elektronik tersebut dibandingkan sebuah kertas.

Sehingga ada yang beranggapan bahwa di masa mendatang peran sebuah kertas akan tergantikan dengan produk elektronik yang diciptakan. Produk-produk tersebut semakin hari semakin berkembang untuk memudahkan kita dalam menerima pengetahuan

Menurut kalian apakah peran kertas akan hilang di dunia pendidikan? Menurut saya hal itu sangat susah untuk dihilangkan. Mengapa demikian? Karena Kertas adalah salah satu alat bantu belajar yang sangat baik. Kita dapat cepat memahami pembelajaran yang kita berikan jika kita menulisnya di atas kertas bukan mengetiknya di media elektronik.

Jika mendengarkan sambil menulis maka pembelajaran yang disampaikan akan lama tersimpan di dalam pikiran kita. Kata demi kata kita rangkaikan dalam sebuah tulisan merupakan hal yang sangat baik untuk meningkatkan ingatan. Kemungkina banyak yang berpendapat bahwa kegiatan mengetik lebih baik dibandingkan menulis di atas kertas.

Akan tetapi kegiatan tersebut tidak berlaku pada semua orang karena kegiatan menulis lebih banyak menggunakan kegiatan organ yang memicu kerja ingatan otak. Media elektronik merupakan salah satu media yang membantu manusia dalam memahami sebuah pembelajaran. Akan tetapi, media ini tidak dapat menghilangkan fungsi sebuah kertas dalam proses belajar mengajar.

(Sumber: pexels com)

Penulis-penulis yang dahulu juga menggunakan sebuah kertas untuk menuliskan hasil pemikirannya menjadi sebuah tulisan yang indah. Buku-bukupun tercipta karena adanya sebuah penulis. Buku menyimpan sebuah ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi kita sehingga buku tidak akan lepas dari perjalan hidup manusia. Dari dahulu Hingga sekarang penulis terus mengembangkan karyanya untuk dunia pendidikan.

Selain di dunia pendidikan, kertas juga berguna untuk kebutuhan kita sehari-hari. Kertas bukan hanya menjadi sebuah lembaran tipis yang dipergunakan untuk menulis. Tetapi kertas juga dapat dikreasikan menjadi berbagai hal yang kita inginkan. Kertas adalah objek yang baik untuk dikreasikan. Salah satu kreasi kertas yang paling terkenal adalah origami.

Siapa yang tidak kenal origami sekarang ini? Origami adalah seni melipat kertas yang berasal dari bahasa Jepang. Kata origami terdiri dari dua kata dari yaitu ori dan gami, ori artinya lipat dan kami artinya kertas. Berdasarkan asal katanya apakah Origami berasal dari Jepang? ternyata origami tersebut bukan berasal dari Negara matahari terbit tersebut.

Berdasarkan sejarah yang ada, ternyata Origami berasal dari negara Cina dan penemunya adalah seorang pemuda yang bernama Cai Lun pada era Dinasti Han (206-220 SM). Awalnya di Cina origami dibuat seperti potongan emas atau biasa dikenal dengan yuanbao.

Gambar Yuanbao

(Sumberlivefilestore.com)

Origami mulai dikenal di Cina pada zaman dinasti Sung pada tahun 905-1125. Di negara Jepang sendiri origami lahir di masa Heian pada tahun 794-1185 SM. Dari waktu ke waktu kini origami terus dikembangkan hingga saat ini. Dengan adanya seni lipat kertas ini negara Jepang lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Tanpa adanya sebuah kertas sebuah origami takan terbentuk di zaman dulu. Hinga kini origami terus dikembangkan dan menjadi daya tarik sendiri bagi orang yang melihatnya.

Gambar Origami di zaman Modern

 (Sumber: pinterest.com)

Kadang kita tidak sadari bahwa kita pernah belajar dari sejarah seni lipat kertas (origami). Di indonesia sendiri banyak ditemukan perabot-perabot berbahan dasarkan sebuah kertas seperti bunga kertas, lampu hias, bingkai foto dan lain  sebagainya. Selain menghemat pengeluaran dana, alat-alat tersebut menyimpan kesan tersendiri bagi pemiliknya.

Dalam sebuah rumah tangga selalu ada alat pembersih termasuk lap tangan dan lap meja yang terbuat dari kain. Selain itu kita juga sering menggunakan sebuah Tissue sebagai pengganti alat pembersih tersebut. Tissuemerupakan salah satu kertas yang lebih tipis dari kertas pada umumnya. Untuk pengunaanya tissue lebih praktis daripada lap kain dan produknyapun telah banyak diperjual belikan.

Di Negara kita sendiri tissue sangat banyak digunakan termasuk d irumah makan, penginapan, rumah sakit dan lain sebagainya. Selain itu kertas juga digunakan dalam pembungkus barang atau bingkisan dan kadang di gunakan dalam bahan penelitian salah satunya adalah kertas saring.

Kertas sebagai Pembersih

 (Sumber: pexels com)


Kertas sebagai Bingkisan

 (Sumber: boxandwrap.com)


Kertas dalam Penelitian

(sumber: alibaba.com)

Berdasarkan banyaknya pengunaan kertas, benda ini tidak akan hilang di lingkungan manusia. Kertas akan terus diproduksi dan diperbaiki mutunya. Di masa sekarang, bahan utama pembuatan kertas semakin hari semakin berkurang. Hal ini terjadi karena banyaknya oknum yang tidak bertanggung jawab. Dalam memanfaatkan bahan alam, kita harus memikirkan kelesatarian alam kedepannya.

Alam memang telah menyediakan secara alami tapi alam juga butuh pelestarian. Jika penggunaan kertas menggunakan sebuah pohon, maka lesatarikanlah dia. Dengan adanya pelestarian ini, pohon akan terus memadati hutan dan lembaran kertas akan terus terbentuk  dalam peradaban manusia.