Budaya atau kebudayaan secara harfiah berasal dari bahasa sansekerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal), budaya berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal. 

Menurut Koentjaranignrat, budaya adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil yang harus didapatkannya dengan belajar dan semua itu tersusun dalam kehidupan masyarakat.

Sedangkan menurut Selo Soemardjan, budaya adalah karya, cipta dan karsa masyarakat yang diperlukan masyarakat untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat. 

Secara umum, Budaya diartikan sebagai hasil cipta dan karsa manusia yang telah di wariskan turun temurun dari generasi kepada generasi selanjutnya. Kebudayaan dan masyarakat merupakan panduan yang tak terpisahkan, tak mungkin masyarakat dan kebudayaan berdiri sendiri (R.Soekmono, 1973:124). 

Indonesia sebagai negara multikultural yang terdiri dari beragam suku, ras dan kedaerahan, sejatinya menyimpan kekayaan akan kebudayaan yang luar biasa, mengingat setiap suku, ras atau daerah tentunya memiliki dan menghasilkan kebudayaannya sendiri-sendiri.

Salah satu produk atau hasil dari pada kebudayaan masyarakat tersebut terkonstruksi menjadi cagar budaya.

Menurut pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs cagar budaya, dan kawasan cagar budaya didarat dan diair yang perlu dilestarikan keberadaanya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu penghetahuan, pendidikan, agama dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. 

Menurut pasal 5 UU Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya terdapat kriteria untuk dapat diusulkan sebagai cagar budaya yakni berusia 50 tahun atau lebih, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu penghetahuan, pendidikan, agama dan/atau memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa. 

Melestarikan cagar budaya pada dasarnya adalah tanggungjawab kolektif dari beberapa pihak terkait seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, perguruan tinggi dan juga masyarakat.

Para stakeholders ini harus mampu bersinergi serta memiliki idealisme yang sama dalam menjaga, merawat dan melestarikan cagar budaya agar tetap lestari yang tentu disesuaikan dengan peran dan porsinya masing-masing.

Peran Masyarakat

Peran masyarakat sangat penting dan dibutuhkan dalam upaya melestarikan cagar budaya, khususnya masyarakat lokal setempat, mengingat masyarakat setempatlah pewaris kebudayaan dari cagar budaya yang ada didaerahnya. Masyarakat setempatlah yang bersinggungan dengan cagar budaya.

Oleh karena itu, rasa kepedulian dan pemahaman masyarakat akan pentingnya melestarikan cagar budaya akan sangat berpengaruh besar bagi kelestarian dan keberlangsungan cagar budaya yang ada.

Jika masyarakat tidak peduli pada pelestarian cagar budaya seperti melakukan tindakan vandalisme, maka niscaya cagar budaya yang ada lama kelamaan akan rusak dan binasa.

Sebaliknya, jika masyarakat setempat peduli pada pelestarian cagar budaya, maka cagar budaya yang ada niscaya akan dapat lestari dan dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya dimasa mendatang.

Maka dari itu, masyarakat hendaknya dituntut memiliki rasa kepedulian dan pemahaman akan pentingnya menjaga dan melestarikan cagar budaya yang ada khususnya cagar budaya yang berada didaerahnya.

Sehingga cagar budaya itu tetap lestari sebagai supremasi identitas lokal, sumber kekayaan budaya nasional sekaligus dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa dimata internasional.

Peran masyarakat dalam melestarikan cagar budaya dapat dilakukan melalui beberapa upaya sederhana seperti berikut : 

1. Mengunjungi cagar budaya secara rutin, hal ini penting untuk menumbuhkan rasa cinta akan warisan budaya setempat, rasa cinta ini kemudian akan menumbuhkan rasa memiliki, sehingga masyarakat akan tergugah untuk menjaga dan melindunginya.

2. Melindungi cagar budaya, dalam artian tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak cagar budaya serta menjaga cagar budaya dari tindakan orang lain yang ingin melakukan pengrusakan maupun pencurian.

3. Melestarikan cagar budaya dengan jalan melakukan upaya-upaya masif dan konstruktif seperti melakukan kampanye atau sosialisasi kepada masyarakat lainnya tentang arti penting menjaga dan melestarikan cagar budaya.

Serta aktif dan responsif untuk melaporkan kepada pemerintah dan dinas terkait mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pelestarian cagar budaya dan museum.

Arti Penting Melestarikan Cagar Budaya dan Museum

Melestarikan cagar budaya memiliki 3 arti penting, pertama, sebagai sarana merawat identitas lokal, cagar budaya adalah warisan kebudayaan daerah setempat yang menjadi ciri khas dan identitas lokal yang membedakannya dengan daerah-daerah lain.

Cagar budaya merupakan hasil kebudayaan setempat yang memiliki nilai historis dan filosofis sebagai supremasi identitas masyarakat setempat, oleh karenanya, cagar budaya tersebut harus dilestarikan agar identitas lokal masyarakat tidak punah dan tetap lestari sebagai kebanggaan bagi generasi masyarakat tersebut di masa depan.

Kedua, menjaga kekayaan budaya nasional, mengingat kebudayaan daerah adalah sumber kekayaan budaya nasional, oleh karenanya, menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah dalam hal ini cagar budaya berarti pula menjaga dan melestarikan kekayaan budaya nasional agar tetap lestari sebagai bukti kebudayaan dan peradaban bangsa secara utuh.

Kekayaan budaya nasional ini memiliki beberapa fungsi penting seperti fungsi sosial, ekonomi, pendidikan, pariwisata dan tentunya kebudayaan itu sendiri.

Ketiga, mengangkat harkat dan martabat bangsa, kebesaran sebuah bangsa dapat dilihat dari bagaimana msyarakat setempat dalam menghargai kebudayaannya.

Jika masyarakat memiliki kepedulian dalam menjaga dan melestarikan cagar budaya, maka hasil kebudayaan masyarakat tersebut akan dapat lestari sehingga menggugah mata internasional bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat menghargai kebudayannya.

Dengan begitu, harkat dan martabat bangsa pun akan terangkat dimata internasional, lebih dari itu, karena bangsa yang besar adalah sebuah bangsa yang menghargai kebudayaannya.