Dalam sebuah kehidupan, seorang manusia membutuhkan sebuah alat dan bahan untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan tersebut dapat menunjang kebutuhan primer ataupun kebutuhan sekundernya. Manusia memang diciptakan dengan akal yang dapat membantunya untuk melakukan berbagai hal agar tidak salah menentukan pilihan. Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain disekelilingnya. Selain kebutuhan primer manusia juga membutuhkan kebutuhan sekunder untuk melengkapi kebutuhan primernya. Salah satu kebutuhan utama manusia adalah  menempuh dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan, manusia membutuhkan alat tulis menulis untuk menunjang proses belajarnya. Salah satu alat tulis menulis yang digunakan adalah kertas.

          Pada zaman dahulu manusia menempuh pendidikan dengan penuh keterbatasan alat tulis menulis. Salah satu zaman yang menggunakan alat sederhana adalah zaman pra kertas. Pada zaman ini alat tulis menulis yang digunakan semuanya berasal dari alam. Meskipun semua dari alam dan  penuh dengan keterbatasan, tetapi orang-orang pada zaman itu dapat memberikan informasi tentang pendidikan di masa kini. Beberapa media tulis pengganti kertas yang digunakan di zaman pra kertas menurut Martoatmodjho (1999) adalah sebagai berikut:

1. Tanah Liat

Tanah liat merupakan medium perekam informasi yang paling sederhana dan paling tua dipergunakan. Orang sumeria menciptakan salah satu sistem penulisan yaitu cunciform sejak sekitar tahun 3200 sm, mereka menulis di atas lempengan yg terbuat dari tanah liat. para juru tulis memegang peranan kunci di masyarakat. ribuan peninggalan batu tulis yang ditemukan berisi berbagai laporan, tulisan keagamaan maupun surat. Waktu masih basah dan lembek tanah liat bisa ditulis atau diukir dengan mudah, sesudah itu dibakar atau dipanaskan dengan sinar matahari.

2. Papyrus

Bahan untuk menulis ini dibuat dari batang papyrus. Untuk membuat kertas papyrus ini bangsa mesir memotong sepanjang 40 cm kemudian dibuka dan diambil intinya. Inti ini disayat tipis-tipis, kemudian dijajarkan satu sama lain sedikit tumpang tindih untuk membuat lebaran lalu dilumuri lem dan dihimpit sampai lemnya kering kemudian digosok dengan tulang. Papyrus ditulis dengan karbon dan tinta “iron oxide” merah.

3. Kulit Kayu (Jawa kliko)

Kulit kayu adalah lapisan terluar batang dan akar tumbuhan berkayu. Dalam istilah biologi, kulit kayu adalah seluruh bagian di luar jaringan kambium. Kulit kayu menutupi kayu dan terdiri atas bagian dalam dan luar. Pada abad ke-17 di Eropa dan Amerika menggunakan kulit kayu ini untuk surat menyurat. Sampai saat ini masih dipakai di asia tengah dan timur jauh. Kelemahan media ini cepat rusak jika lembab dan bila terkenal akan menempel dengan yang lainnya. Penyimpanannya dilakukan dengan cara menggulung.

4. Daun tal

Tal adalah sejenis pohon palem yang tumbuh dipantai. Daunnya tebal dan kuat sehingga tidak rusak ketika ditulis. Banyak naskah jawa ditulis pada daun tal yang disebut lontar. Orang bugis makasar, bali, sasak, dan Lombok menulis lontar berisi legenda, riwayat, adat, babat, undang-undang, pedoman pembuatan rumah maupun catatan tentang obat-obatan. Orang bugis dan makasar melakukan penulisan pada lontar dimulai abad ke 16 sebelum agama islam dipeluk secara umum oleh masyarakat di Sulawesi selatan. Orang bali telah melaksanakan upacara kematian membaca lontar suci yang merupakan petunjuk jalan bagi roh dalm menuju alam atas. Naskah kuno orang bugis dan makasar umumnya ditulis diatas kertas menggunakan lidi injuk atau pena dalam aksara lontara.

5. Kayu

Kayu digunakan sebagai bahan pustaka di negeri Cina nomor dua sesudah sutra. Menurut chaucer buku telah dibuat dari tablet kayu masih dipakai di ingris hingga abad 14. Batang, cabang, dan akar kayu dipergunakan sebagai alat tulis.

7. Tulang

Tulang dipakai sebagai karya seni, ukiran atau tulisan yang menarik. Zat perekat yang ada pada tulang bisa dibuat untuk lem. Namun lem dari tulang tidak baik untuk mengelem buku karena dapat nengundang binatang kecil. Tulang terdiri atas collagen dan garam inorganic seperti kalsium dam magnesium. Tulang bisa diukir ditulis atau di cat. Bahan ini sangat awet namun mudah terpengaruh pada suhu.

8. Batu

Batu terbuat dari pasir bercampur dengan semen, silica, iron, oxide, carbonate. Batu yang mudah diukir adalah yang banyak mengandung iron oxide dan carbonate. Batu lebih keras daripada tanah liat namun batu menghisap air sehingga mudah rusak.

10. Kulit

Kulit digunakan sebagai sampul buku sampai abad ke 19 selama lebih dari 2000 tahun orang sudah mengenal cara memperoses kulit yang biasa disebut “ samak “. Perubahan kulit menjadi leather meningkatkan mutunya, lebih tahan air, awet dipakai dan lebih lentur

           Seiring berkembangnya waktu, media-media tulis tersebut ada sebagian yang tidak digunakan lagi dan ada juga yang dikembangkan terus menerus hingga saat ini. Salah satu bahan media tulis yang terus dikembangkan adalah kayu. Kayu untuk saat ini sangat berperan penting sebagai bahan utama dalam pembuatan kertas. Kertas yang dihasilkan sangat dibutuhkan bagi perkembangan hidup manusia khususnya di bidang pendidikan. Dunia pendidikan tidak bisa dipisahkan dengan sebuah lembaran kertas. Hal itu terjadi karena adanya lembaran-lembaran kertas tersebut terbentuklah sebuah tulisan yang dapat memberikan informasi kepada dunia dari waktu ke waktu.

         Di era pendidikan modern saat ini, salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi adalah buku. Buku pada umumnya terbagi menjadi  dua yaitu buku bacaan dan buku tulis. Buku bacaan merupakan bahan yang berisikan tentang informasi atau pengetehuan bagi pembacanya. Sedangkan buku tulis adalah kertas kosong yang akan digunakan oleh seseorang untuk menuangkan hasil imajinasinya menjadi sebuah tulisan yang dia inginkan. Buku-buku ini tidak dapat tebentuk tanpa adanya sebuah lembaran kertas. Proses pembuatan kertas dari zaman ke zaman semakin membaik dan dapat menghasilkan produk kertas yang lebih baik dibandingkan produk-produk sebelumnya.

        Khoir (2011) mengemukakan bahwa Kertas dibuat dari bahan baku yang namanya pulp. Pulp adalah jalinan serat yang telah diolah sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah lembaran. Pulp ini berasal dari serat tumbuhan bisa dari kayu, bambu, padi, bagas dan tumbuhan lain yang mengandung serat. tetapi pada umumnya serat yang sering digunakan untuk bahan baku kertas adalah kayu. Setelah kayu ditebang, hal yang pertama dilakukan adalah memotong kayu tersebut dengan alat chipper kemudian kayu tersebut dimasak untuk tujuan penghilangan getah dalam kayu sehingga yang tersisa adalah serat.Proses pemasakan kayu menggunakan proses SULFAT (untuk melepas getah kayu) atau Sulfit. Setelah mengalami proses pemasakan, diperolehlah sebuah serat. Serat tersebut diputihkan atau bleaching dengan menggunakan Chlorin. Setelah proses bleaching ini selesai, kemudian dibentuk lembaran yang siap pakai untuk membuat kertas.

           Pada abad ke-17, Nicholas Lois Robert menemukan cara membuat lembaran-lembaran kertas dalam sebuah lempengan berupa wire screen yang bergerak. Alat yang disebut sebagai mesin Fourdrinier ini kemudian dipatenkan dan menjadi mesin dasar pembuatan kertas paling modern di abad tersebut. Pada tahun 1826, steam cylider digunakan untuk menyempurnakan Fourdrinier, yaitu untuk mempercepat proses pengeringan bubur kertas. Selanjutnya pengembangan proses mekanik dikembangkan agar kayu bisa lebih mudah diekstraksi menjadi bubur kertas.

           Proses pembuatan kertas dimasa kini semakin membaik dan tidak terlalu rumit. Selain itu, adanya beberapa bahan kimia dengan aneka fungsi ditambahkan untuk menjamin kualitas kertas, diantaranya:

  • starch untuk meningkatkan kekuatan kertas seperti jebol, sobek ataupun tarik selain itu juga untuk meningkatkan kehalusan permukaan kertas sehingga pada saat di fotocopy atau di print hasilnya bagus tinta menempel.
  • Bahan pengisi untuk menutupi rongga-rongga yang kosong sehingga bisa meningkatkan opasitas kertas.
  • OBA untuk meningkatkan derajat putih kertas
  • Perentesi untuk membantu meningkatkan retensi bahan pengisi
  • Sizing atau bahan darih yang berfungsi untuk meningkatkan ketahan kertas terhadap air, tinta ataupun minyak sehingga kertas tidak mudah blobor ataupun tembus pada saat kena air ataupun tinta.
  • Setelah penambahan bahan kimia selesai kemudian serat tersebut diolah menjadi lembaran kertas yang pada akhirnya bisa digunakan sesuai kebutuhan.

           Seajarah pembuatan kertas ini memerlukan pengetahuan yang cukup banyak, karena dari satu abad ke abad berikutnya peneliti terus mengembangkan alat dan bahan pembuatannya. Kemajuan pembuatan kertas ini berlandaskan pada banyaknya permintaan oleh masyarakat akan sebuah kertas. Peran kertas tidak akan bisa lepas dari jalannya sejarah ini. Ilmuan-ilmuan sebelumnya yang mengembangkan alat pembuat kertas juga menggunakan sebuah buku panduan dan sampel-sampel kertas yang diujikan. Sehingga perkembangan pembuatan kertas tidak akan lepas dari peran sebuah kertas itu sendiri.

            Dalam perkembangan mutu pendidikan dunia, kertas merupakan salah satu hal yang utama. Dengan adanya lembaran-lembaran kertas terbentuklah sebuah tulisan sebagai media informasi bagi masyarakat. Tanpa adanya sebuah kertas manusia akan sulit dalam proses belajar mengajar meskipun di era digital saat ini. Di era ini banyak yang beranggapan bahwa kertas akan tergantikan dengan barang-barang elektronik yang ada. Akan tetapi sebagian besar tidak menyadari bahwa media elektronik juga masi membutuhkan kertas sebagai bahan cetakannya. Media elektronik memang dapat menyimpan segala informasi akan tetapi media elektronik tersebut juga memiliki kelemahan jika mengalami kerusakan dalam programnya. Berbeda halnya dengan sebuah buku yang telah dicetak sebelumnya yang dapat menyimpan media informasi berupa tulisan dan akan bertahan lama dari zaman ke zaman.

         Kertas akan terus bertahan di dunia pendidikan meskipun begitu besarnya pengaruh media elektronik. Kertas telah banyak menjadi produk-produk yang dapat membantu dalam bidang pendidikan. Media elektronik akan terus berkembang, akan tetapi kebutuhan akan kertas juga tidak akan ditinggalkan oleh manusia. Media elektronik dapat membantu manusia yang tidak melihat atau membaca, begitupula produk kertas yang dikembangkan sedemikian rupa agar dapat membantu penderita tuna netra. Oleh karena itu Kertas akan terus menerus diproduksi dari zaman ke zaman untuk memenuhi kebutuhan manusia khususnya di bidang pendidikan. Produksi kertas ini tidak akan berdampak besar pada alam jika sesuai dengan tuntunan yang ada.

"Tanpa Adanya Sebuah Kertas Mutu pendidikan belum seperti ini dan tanpa adanya sebuah kertas manusia kesulitan menciptakan teknologi seperti saat ini".