Berbicara pendidikan tidak terlepas dari peran keluarga didalamnya, betapa demikian keluarga adalah pertahanan pertama dalam hal mendidik seorang anak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr.Husen Bajry Founder Holistik Hospital, keluarga pun 40 persen turut berkontribusi pada IQ seorang anak, genetika orang tua, status sosial serta faktor ekonomi pun sangat mempengaruhi.

Kemisikinan Dan Pendidikan Atau Pendidikan Yang Memiskinkan

Coba saja kita bandingkan, keluarga yang mohon maaf kurang sekali mengenyam pendidikan tinggi, atau secara strata ekonomi tergolong miskin, maka mereka secara langsung membuat anak menjadi lambat dalam daya ingat, betapa tidak pengaruh daya ingat seorang anak sangat dipengaruhi dari faktor makanan, jika dalam starata sosioekomi rendah, bagaimana mereka akan memberikan asupan makanan yang bergizi pada anak yang masih dalam tahap perkembangan.

Hal sejenis terjadi di seluruh negara. Bahkan pernah ada ilmuwan syaraf yang memandang tren lingkaran kemiskinan itu memakai perspektif baru. Dalam Penelitian terbaru nya menemukan korelasi bila status sosioekonomi rendah berdampak pada perkembangan otak anak.

Para ilmuwan sejak lama meneliti bagaimana pemasukan, kekayaan, prestise, dan pendidikan—status sosioekonomi atau (SES) bisa mempengaruhi hal-hal lain. Mereka secara konsisten menemukan individu dengan SES lebih tinggi mengungguli individu dengan SES rendah, pada ujian kecerdasan dan pencapaian akademik.

Bahkan Sebuah penelitian menemukan bahwa rata-rata IQ sekelompok anak-anak dari keluarga miskin di kota hanyalah 80 persen ( padahal rata-ratanya 100 persen untuk usia berapapun ) dan ini berpengaruh ketika pemasukan orangtua menurun, maka menurun pula kemampuan anak-anak mereka dalam membaca dan mengingat.

Sebuah penelitian menemukan bahwa mereka yang menghabiskan masa kecilnya dalam kemiskinan memiliki hasil tes 20 persen lebih rendah, pada kategori ingatan, dibandingkan anak-anak yang tidak pernah miskin. Kemampuan berbahasa juga berhubungan dengan SES. Sebuah studi klasik menunjukkan bahwa anak berusia 3 tahun dari keluarga profesional memiliki kosakata dua kali lebih luas dibandingkan anak-anak dari keluarga yang hidup dengan bantuan pemerintah.

Paparan di atas mempunyai arti jika seseorang yang terlahir miskin telah memiliki nasib buruk karena miskin. Dia mungkin akan memiliki akses kesehatan terbatas, pendidikan tidak memadai, tempat-tempat tidak aman untuk bermain, pola makan tidak imbang, paparan terhadap polusi dan racun, dan orang tua yang tidak punya waktu untuk membacakan cerita sebelum tidur. Kalau-kalau hal ini tidak cukup buruk, tumbuh besar dalam kemiskinan kemudian mengubah beberapa bagian otaknya, yang mungkin akan menghambatnya lebih parah lagi dalam masyarakat modern.

Pengaruh Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak
.

Mungkin hal ini berkaitan dengan pengalam pribadi seorang penulis, Keterlibatan orang tua terbukti sangat efektif dalam meningkatkan perkembangan anak dalam hal belajar.

Keharmonisan Orang Tua 

Disadari maupun tidak, anak-anak adalah pengamat dan peniru yang baik, ini terbukti pada saat saya berusia 5 tahun, saat itu saya dipaksa masuk Sekolah Dasar (SD) dengan umur yang masih muda dan tidak tahu apa-apa, pada saat itu pula perkataan dilingkungan sekitar serta apa yang dikatakan oleh orang tua menjadi cerminan untuk saya dalam melakukan segala macam hal.

Pada usia yang begitu dini nya, saya mampu untuk mengamati dan meniru apapun yang saya dapatkan dari lingkungan sekitar. Seiring perkembangan usia, saya mulai memahami setiap kejadian yang ada. Hal utama yang menjadi fokus saya dan memberikan efek yang luar biasa adalah keharmonisan antara ayah dan ibu. Keharmonisan inilah yang akan menjadi titik utama yang akan memancarkan hidupnya suasana dalam keluarga, bercerita sedikit, keluarga saya orang yang bisa dibilang orang yang sederhana, artinya miskin tidak, kaya pun tidak.

Yang terpenting dari mendidik anak bukan dari seberapa sering orang tua memberi anak tersebut materi yang melimpah, namun seberapa jauh hubungan harmonis antara anak, ibu dan ayah terjalin, ini sangat penting dibanding hal-hal yang sudah dijelaskan diatas tadi. 

Secara psikologi, anak akan menjadi lebih pendiam artinya tidak ceria dan banyak melamun atau tidak fokus ketika menerima pembelajaran dari seorang guru, jika dalam lingkungan nya anak tersebut sering dibentak dan diperlakukan keras, apalagi jika seorang ayah dan ibu bertengkar karena ada sesuatu masalah, hal itu menambah beban anak, mereka yang tidak seharusnya terpapar oleh arus kekerasan dan tindakan yang berbahaya melihat orang tua bertengkar akan menjadi contoh bagi anak nanti, dalam ilmu kesehatan yang pernah diajarkan ketika masa kuliah dulu, fase anak menangkap hal-hal tersebut akan terekam secara otomatis didalam memori nya.

Bahkan anak yang berusia 0-5 tahun disebut masa emas, karena fase itu adalah dimana anak-anak berkembang dalam segi IQ, dan mereka lebih menangkap hal-hal apapun. Oleh sebab itu perlu disadari sebagai orang tua untuk tidak menunjukkan perbedaan-perbedaan prinsip atau perselisihan faham di depan anak-anak. Bisa jadi hal itu akan terekam kuat dan menjadi pukulan berat bagi anak. Sebaiknya orang tua menyelesaikan perbedaan dan perselisihan dengan membicarakan secara pribadi dari hati ke hati, jika memang ada pertengkaran jangan sampai anak mengetahuinya.

Materi memang sangat diperlukan dalam mencukupi setiap kebutuhan anak. Akan tetapi terdapat satu hal utama yang harus diberikan secara intens kepada anak, yaitu perhatian orang tua. Perhatian yang diberikan dalam segala hal terhadap anak-anak akan memberikan kontribusi positif sekaligus kontrol yang baik bagi anak. Apresiasi terhadap hasil belajar anak Kegiatan apapun yang dilakukan anak serta bagaimanapun juga hasilnya berilah penghargaan dan apresiasi yang positif.

Tidak ada hal yang sempurna di dunia ini maka berilah pujian serta komentar yang positif dan membangun agar anak lebih semangat berkarya dan tidak alergi terhadap kritikan. Baik disadari oleh orang tua maupun tidak, pada dasarnya anak selalu ingin menunjukkan hasil karya mereka kepada orang tua. Sekecil apapun hasil yang mereka lakukan, mereka ingin pengakuan dari orang tua. Diperlukan kejelian dan sikap bijak orang tua saat anak-anak berusaha menunjukkan hasil karya mereka.

Walaupun tampak berantakan cara membereskan mainan atau tempat tidur mereka, hargailah upaya yang telah mereka lakukan dan berikan komentar positif sambil mengajak anak-anak untuk lebih merapikannya. Hal kecil seperti ini akan meningkatkan rasa bangga dan kepercayaan diri mereka serta melatih untuk melakukan kegiatan dengan lebih tepat. Dan juga tidak ada salahnya jika diberi reward sederhana dengan dibuatkan makanan atau minuman istimewa yang mereka sukai. Ubahlah cara pandang sebagai orang tua dengan memberikan pujian dan motivasi untuk anak lebih semangat belajar.

Kesepakatan Program dan Teknik Mendidik Anak

Hal ini pun berperan sangat vital, menurut pengalaman penulis, Keharmonisan orang tua yang terjalin akan menghasilkan kesepakatan dan ide-ide yang positif dalam mengelola semua kegiatan di dalam rumah tangga. Jadi setiap langkah yang akan diambil sebaiknya dibicarakan dengan baik dan matang. Segala sesuatu harus disepakati bersama untuk menyamakan visi dan misi sehingga tidak akan menyalahkan salah satu pihak.

Misalnya ayah dan ibu harus sepakat dan menjalankan kesepakatan bersama dalam memilih tempat belajar anak, memilih cara mendidik anak di rumah, penerapan kedisplinan, sopan santun, dan sebagainya.

Saya sendiri mengalami hal ini, ketika memasuki masa Sekolah Menengah Pertama, saya tidak diberikan pilihan oleh orang tua, ayah dan ibu lebih mengutamakan dekat dan murah saja, padahal kualitas pendidikan adalah yang paling penting, hal ini berimbas pada mata pelajaran yang diberikan dan kualitas seorang guru yang mohon maaf tidak yang diharapkan. Dalam perjalanannya, saya mulai terbiasa dengan aturan yang tidak jelas, seolah dalam sekolah itu dibebaskan.

Padahal memilih sekolah itu harus secara terbuka di musyawarahkan dengan anak, bahkan Psikolog dan pengamat pendidikan anak Seto Mulyadi dikutip dari Kompas, mengatakan bahwa saat ini muncul berbagai macam sekolah dengan metode pengajaran yang beragam pula. Ini membuat pertimbangan orangtua untuk memilih sekolah tidak lagi sederhana.

Pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini mengatakan, ragam sekolah yang muncul sebenarnya bermaksud mencoba menjawab harapan orangtua yang tidak terpenuhi dari sekolah publik yang sudah ada sebelumnya. Pada umumnya, sekolah-sekolah alternatif baru itu menawarkan konsep yang sama, yaitu mengedepankan kemampuan verbal anak dan mengasah kreatifitas anak.

Namun, Kak Seto mengingatkan untuk tidak teriming-imingi promosi program unggulan ini dan itu di suatu sekolah. Menurutnya, di tengah tawaran-tawaran yang menggiurkan, orangtua harus memegang prinsip ini dalam mengambil keputusan.

“Para orang tua harus memilih sekolah untuk anak, bukan anak untuk sekolah. Ini yang utama dan penting bagi orang tua,” kata Kak Seto kepada Kompas.com.

Kak Seto mengatakan, orangtua bisa menekan kemungkinan dampak anak menjadi enggan bersekolah atau school-phobia. Kenali kebutuhan anak Anda dan carilah sekolah yang membuat anak bisa belajar dengan menyenangkan dan tidak stres. Anak pun perlu dilibatkan dalam mencari sekolah.

Selain itu, jangan paksakan anak bersekolah bila belum cukup umur. Seperti dikatakan psikolog anak, Roslina Verauli, pertimbangkan usia dalam memutuskan anak sudah perlu pendidikan formal atau belum.

Kita mungkin melihat anak sudah lebih cerdas daripada anak seusianya sehingga merasa perlu menyekolahkannya. Namun, bisa jadi itu bukan pertimbangan yang baik untuk masa depannya.

Dengan demikian hal itu sangat diperlukan kesadaran bersama, pemahaman yang sama dan kesepakatan untuk menjalankan peran yang baik dan seimbang diantara orang tua dan anggota keluarga yang lain, maka Pendidikan dan pengetahuan adalah hal yang sangat penting untuk kita semua, karena pendidikan dan pengetahuan merupakan bekal untuk masa depan kita. Dengan mempunyai pendidikan dan pengetahuan kita bisa mengetahui semua informasi yang sedang berkembang diluar sana, itulah pentingnya pendidikan dan pengetahuan di era globalisasi.

Teknologi dan Pendidikan

Perkembangan jaman yang sangat cepat dan teknologi semakin maju kita dituntut untuk bisa mengikuti perkembangan jaman, semakin berkembangnya teknologi seiring dengan berkembangnya gadget karena dengan gadget kita bisa mengetahui apa yang sedang terjadi disekeliling kita bahkan kejadian-kejadian di dunia. Tetapi dengan perkembangan yang semakin cepat, canggih dan teknologi semakin maju kita harus bisa dengan bijak, sesuai batas dan sesuai dengan kemampuan.

Selaku orang tua dalam menyingkapi perkembangan jaman yang semakin maju dituntut harus bisa membatasi, menjaga dari pengaruh-pengaruh yang jelek untuk anak-anak. Penyebaran gadget dari waktu ke waktu semakin memprihatinkan karena pada jaman sekarang penyebaran dan penggunaan gadget tidak dibatasi dengan umur dari yang muda sampai tua sudah bisa menggunakan gadget, bahkan kita bisa melihat dilingkungan banyak anak-anak yang sudah terlalu sibuk dengan gadget dan melupakan bermain dengan sesamanya.

Semua orang tua pasti mendambakan bahwa anaknya akan menjadi orang pintar, sukses dll, tetapi banyak yang melupakan hal yang terpenting didalam proses perkembangan seorang anak. Kita selaku keluarga dan orang tuanya sebisa mungkin membatasi penggunaan gadget kepada anak, dengan kita membiarkan anak menggunakan gadget berlebihan akan berdampak buruk untuk perkembangan psikologis anak.

Memberikan pendidikan untuk anak harus dimulai sedini mungkin, sesegera mungkin sebelum anak mengenal dunia luar. Pemberian pendidikan dini oleh keluarga bisa dilakukan dengan hal yang paling sederhana, yang sering kita lakukan, kita kerjakan dan kebiasaan sehari-hari.

Pendidikan Agama Sebagai Landasan Utama

Pendidikan dini alangkah lebih baiknya dimulai dengan menanamkan pendidikan dan norma - norma agama kepada anak kita, dengan pengenalan pendidikan agama dini diharapkan anak mempunyai landasan moral yang baik untuk masa depannya. Pendidikan agama bisa kita ajarkan kebiasaan berdoa, mengaji dan sholat. Pemberian pendidikan oleh keluarga bisa melalui metode pembiasaan atau dibiasakan, misalkan orang tua harus bisa memberikan dan membiasakan contoh kepada anak sebelum kita makan, sebelum tidur dan lainnya. kita harus berdoa terlebih dahulu, apabila itu dilakukan secara continue maka anak akan terbiasa dengan sendirinya.

Terutama pelajaran tentang sholat karena nilai yang terkandung didalam mengerjakan sholat sangat banyak kita diajarakan kedisiplinan, kebersihan, kesopanan, kesempurnaan. Apabila kita orang tua mau mengerjakan sholat alangkah lebih baiknya mengajak anak kita untuk bersama-sama mengerjakan sholat, meskipun gerakan si anak belum sempurna tetapi dari situ anak akan melihat pelajaran contoh gerakan sholat yang baik dan benar

Didalam memberikan pendidikan kepada anak kita selaku keluarga dan orang tuanya haruslah sabar dan keikhlasan karena dengan kesabaran dan keikhlasan maka psikologis anak akan mampu menyerap dengan baik apa yang kita ajarkan.

Kemampuan anak dalam menyerap akan berbeda-beda sesuai dengan potensi, bakat dan kemampuan anak tersebut, pemberikan pendidikan dan pembiasaan kepada anak janganlah terlalu memaksakan kehendak, arogan dan emosi. Apabila orang tua terlalu memaksakan kehendak kepada anak maka akan menjadi beban yang berat dan berpengaruh kepada psikologis si anak.

Selama memberikan pendidikan kepada anak kita selaku orang tua harus memperhatikan beberapa hal yaitu sikap, perilaku, dan ucapan yang diperlihatkan oleh orang tua itu sendiri, anak akan dengan cepat menyerap dengan melihat, mendengarkan apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Oleh sebab itu, sikap, perilaku dan ucapan orang tua haruslah menjadi contoh yang baik dan benar sehingga anak akan mencontoh kebaikan yang orang tua tanamkan.

Disamping orang tua mengajarkan pendidikan agama ada hal lain yang harus diperhatikan yaitu faktor lingkungan, lingkungan akan banyak mempengaruhi pola pikir dan perkembangan anak. Pengaruh lingkungan sangat besar artinya dalam perkembangan anak dikarenakan dilingkungan anak akan menemukan berbagai macam-macam sifat, tingkah laku, ucapan dari orang-orang sekitar.

Pengaruh Lingkungan Dalam Pertumbuhan Anak

Pengaruh dari lingkungan kepada anak sedikit besarnya akan mempengaruhi perkembangan akal dan pikiran anak dan orang tua mana pun tidak bisa menahan masuknya pengaruh lingkungan. Tetapi orang tua setidaknya sedikit bisa meminimalisir pengaruh dari lingkungan, bisa dilakukan dengan pendekatan, pengertian, pemahaman yang orang tua berikan kepada anak.

Meskipun orang tua tidak bisa memantau apa saja yang dilakukan oleh anak seharian tetapi orang tua bisa melakukan pendekatan-pendekatan seperti yang disebutkan diatas, dalam menyingkapi pengaruh lingkungan orang tua harus bisa menjadi tempat yang benar-benar membuat anak nyaman untuk tempat berbagi. Sesibuk-sibuknya orang tua harus bisa meluangkan waktu untuk mengontrol kegiatan anak, jangan sampai orang tua terlalu acuh kepada apa yang terjadi kepada anak.

Pengaruh perubahan jaman era globalisasi untuk perkembangan anak sangatlah berpengaruh banyak buat perkembangan anak, dengan perubahan jaman, kemajuan teknologi semakin maju pengaruh-pengaruh dari luar akan cepat masuk dan mempengaruhi pola pikir anak. Apalagi kemajuan jaman bisa kita dapatkan dari hanya dari gadget, semua pengaruh baik atau pun buruk bisa didapatkan dari genggaman tangan.

Peran keluarga dalam mengawasi penggunaan gadget untuk digunakan oleh anak akan sedikit mengurangi masuknya pengaruh dan akan dicontoh oleh anak. Misalkan pengaruh dari tayangan smackdown, banyak korban akibat anak-anak yang mencoba dan mempraktekkan dengan teman-temannya. Dan banyak contoh jelek dari pengaruh perubahan jaman era globalisasi sangatlah banyak, tetapi banyak juga yang positif yang kita bisa dapatkan.

Pengaruh lingkungan hanya bisa dinetralisir oleh keluarga dan orang tuanya sendiri, karena keluarga mengetahui banyak tentang potensi, bakat dari anak. Anak ibarat tanah lempung yang bisa dibentuk menjadi bentuk apapun. Apabila orang tua mendidik anak dengan sangat baik maka hasilnya pun insyallah akan baik pula, begitu pula sebaliknya kalo orang tua dalam memberikan pendidikan tidak baik maka hasilnya pun tidak akan seperti yang diharapkan ibarat pepatah Buah Jatuh tidak akan Jauh dari Pohonnya artinya sikap dan perilaku anak tidak akan jauh berbeda dengan orang tuanya.

Orang tua dijaman sekarang dituntut harus menjadi serba bisa dalam menyingkapi semua perubahan yang terjadi dilingkungan kita. Pentingnya kehangatan, keharmonisan, kebersaman, bimbingan dari keluarga bisa membuat perkembangan dan pertumbuhan anak akan menjadi baik. Setidaknya membuat anak nyaman dengan apa yang sudah keluarga berikan untuk pribadi anak tersebut.

Pola pembelajaran, pembiasaan, dan bimbingan in formal (atau diluar sekolah) yang baik akan memberikan dampak yang positif untuk masa depan anak, dengan keluarga mengajarkan, memberikan bimbingan yang benar maka akan terbentuk pribadi, mental dan moral yang bagus untuk masa depan anak.

Disamping itu juga orang tua harus memberikan pendidikan formal, karena dengan dibekali pendidikan formal anak akan mempunyai keahlian, kreatif dan inovasi untuk kepentingan masa depan anak. Sesuai dengan pepatah Belajarlah sampai ke Negeri Cina artinya menuntut, mencari ilmu lah sampai setinggi langit. Pendidikan formal tidak bisa dianggap remeh dan dipandang sebelah mata, pendidikan formal adalah bekal untuk masa depan.

Pendidikan formal membentuk pribadi yang inovatif, kreatif, pintar, skill dan cerdas akan menjadi tabungan yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan di masa depan, di era globalisasi pengetahuan dan skill sangat dibutuhkan karena persaingan untuk mendapatkan pekerjaan sangat ketat, jika dibandingkan dalam mencari pekerjaan 1 : 10. Oleh sebab itu pendidikan formal sangat penting tanpa kita mengesampingkan pendidikan in formal.

Anak Adalah Titipan

Anak adalah rejeki, titipan dari Allah SWT untuk kita jaga, pelihara, dan kita didik dengan baik, benar dan sesuai norma-norma yang diajarkan oleh agama. Alangkah bahagianya orang tua ketika kita melihat anak memiliki pondasi keagamaan dan keimanan yang kuat dilengkapi oleh pendidikan, pengetahuan, skill yang memadai anak akan menjadi pribadi yang sangat kuat dan memiliki masa depan yang bisa menjanjikan.

Semua kesuksesan dan keberhasilan apa yang sudah kita dapat semua berasal dari sebuah kehangatan didalam keluarga. Keberhasilan anak adalah suatu kebanggaan dari orang tua, orang tua akan merasakan kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, dan untuk anak tinggal merasakan betapa pentingnya peran keluarga.