Disrupsi membawa Virus Ketakutan. Ia mewabah di hampir seantero dunia, manusia-manusia modern lebih khususnya pelaku-pelaku bisnis, sebagian besar dari mereka mengidap Virus Ini. "Mengapa?" Sebab menurut para ahli, disrupsi akan berakibat pada sektor dunia kerja, di mana hampir sebagian besar pekerjaan yang saat ini dikerjakan oleh manusia akan Tergantikan oleh Artificial Intelgence , mesin, Robot (Baca : Teknologi).

Yuval Noah Harari dalam bukunya yang berjudul “Money : Hikayat uang dan Lahirnya Kaum Rebahan”  salah satu pembahasan di dalamnya  Mengenai kehidupan dunia kerja yang telah berubah drastis di mana beberapa pekerjaan akan digantikan Oleh Robot seperti ; Guru, Dokter, Sopir, Apoteker, Pengacara, Pelukis. Kurang lebih inilah pekerjaan-pekerjaan yang disinggung di dalam buku tersebut.

Dalam pemahaman umum, disrupsi diartikan sebagai sebuah Era di mana terjadinya inovasi dan perubahan secara besar-besaran sampai ke akar-akar kehidupan sehingga mengubah semua sistem, tatanan dan landscape yang ada ke cara-cara baru, (Adryanto, 2021.Para, 2).

Selain itu, Prof. Renal Kasali dalam salah satu artikelnya yang dimuat di Kompas.com, beliau menyampaikan bahwa pekerjaan yang akan tergantikan seperti ;  Pemadam kebakaran, Sopir Taksi, Loper Koran, Agen-Agen Asuransi dan sejumlah besar Akuntan juga akan diramalkan akan berkurang.

Seluruh uraian kedua intelektual ini tentang pekerjaan yang akan tergantikan, tidak ada satupun yang menyebutkan bahwa Penulis akan tergantikan oleh mesin. “Benarkah seperti itu?” Jika “Iya”, lantas apa hal yang tersembunyi dari Menulis Ini, sehingga masih bisa bertahan dari bencana perubahan di tiap Abad hingga sampai pada Era disrupsi abad ini, dan mungkin era-era baru lagi yang akan datang.

Sejarah Evolusi Tulisan

Tulisan pada zaman dahulu digunakan  sebagai alat komunikasi sekaligus menceritakan berbagai hal, pengertian lain disampaikan oleh James Wright bahwa “Writing is humankind’s principal technology for collecting, manipulating, storing, retrieving, communicating and disseminating information”. (Menulis adalah teknologi utama umat manusia untuk mengumpulkan, memanipulasi, menyimpan, mengambil, mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi), (James Wright, ed., 2014:1).

Maka tak heran jika banyak sekali dokumen-dokumen ataupun peninggalan-peninggalan prasejarah maupun sejarah yang ditemukan dan menjadi penanda awalnya Tulisan, dilansir dari British Library bahwa “bentuk tulisan pertama kali muncul hampir 5.500 tahun yang lalu di Mesopotamia (sekarang Irak) Dan Ini Telah Disetujui Oleh Para Sarjana, Bermula dari Tanda-Tanda yang kemudian tergantikan oleh sistem karakter bahasa lainnya. 

Kemudian sekitar 2900 sebelum masehi, tulisan ini sudah mulai dicetak menggunakan tanah liat basah, kemudian Bentuk tulisan semakin berkembang di berbagai peradaban waktu itu, seperti Bangsa Mesopotamia kemudian Mesir, China, Mesoamerica, Pakistan dan Northwest India, Polinesia (Clayton, 2019. Para, 1-2).

Ditiap-tiap Era memiliki bentuk tulisan pun yang berbeda-beda. Setidaknya menurut pemaparan para peneliti yakni James Wright dkk, (2014:2-11)  bahwa terdapat empat sistem penulisan yang kemudian ditambah dengan jenis penulisan modern maka jadi lima. 

Pertama, Tokens as Precursor of Writing, pada fase ini informasi disampaikan melalui kode-kode melalui bentuk-bentuk, jadi setiap bentukan tanah liat merupakan symbol dari suatu barang tertentu. Misalnya bentuk kerucut dan bola mewakili biji-bijian berukuran kecil dan besar, artinya dala hal ini setip barang terdapat ada simbol-simbol tertentu.

Kedua, Pictography: Writing as Accounting Device. Jika pada fase pertama terdapat benda dengan berbagai bentuk yang merepresentasikan sesuatu hal, maka pada masa ini sudah mulai ada Piktograf yang diukir dan angka yang dicetak.

Ketiga, 3. Logography: Shift from Visual to Aural. Masuk pada fase ketiga ini penulisan bergeser dari  kerangka konseptual barang nyata ke dunia suara ucapan. Itu bergeser dari visual ke dunia Oral, oleh sebab itu dirumuskan lah gambar kata-kata yang mudah digambarkan dengan atau dibunyikan dengan suara. Keempat, The Alphabet: The Segmentation of Sounds. Penemuan alfabet menandai fase ini, Namun masih terdapat 22 huruf.

Di Cina, Evolusi Tulisan bermula dari bahan seperti tulang, perunggu, potongan bambu dan kayu. Kemudian adanya kertas setidaknya pada abad ke-3 Masehi. di Era Romawi, terjadi perubahan secara signifikan dari penggunaan papirus dalam bentuk gulungan ke pembuatan artefak berbentuk buku dengan halaman papirus atau vellum (kulit binatang yang disiapkan secara khusus), (Clayton, 2019. Para, 11).

Kemudian apabila ingin melihat Tulisan dalam bentuk baku salah satunya seperti buku, salah satu buku yang tercatat dalam sejarah sebagai buku tertua di dunia ialah Alkitab Gutenberg yang dicetak sekitar 1450 M, tertua namun bukan Buku pertama, sebab pada zaman yunani kuno sudah ada banyak karya para filsuf dalam bentuk buku namun bukan dalam bentuk modern. 

Secara tersirat dalam Fakta sejarah bahwa Tulisan terbukti telah bertahan dari berbagai bentuk perubahan  dan saat ini juga masih sangat jauh ancaman kepunahan, jika dilihat berdasarkan fakta sejarah.

Hakikat Tulisan

Menulis merupakan sebuah upaya menuangkan pikiran (Baca : Ide) ke dalam bentuk tulisan, Entah itu berupa ; Puisi, Cerpen, Novel, Naskah Drama, Naskah film, Buku, Essay, Opini, Jurnal, Skripsi, Tesis atapun Disertasi. Tulisan-tulisan dengan jenis apapun itu pasti kelahirannya melalui beberapa proses atau tahapan.

Menurut hemat penulis bahwa terdapat dua jenis tahapan dalam menulis, ada yang bersifat substansial dan teknis. Tahapan yang pertama ini berkaitan dengan proses terbentuknya “Ide”, kemudian tahapan yang kedua berkaitan dengan teknis penulisan.

Ide menduduki posisi yang sangat sentral dalam tulisan, sebab inti serta tujuan dari menulis ialah Penguraian dan Penyampaian Ide Melalui kata-kata. Oleh sebab itu dalam sub ini, penulis ingin melihat bagaimana Ide terbentuk, serta apakah Ide dapat dimiliki oleh makhluk lain selain manusia.

Ide Merupakan hasil abstrakasi dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui Panca Indera dengan melihat, mendengar, mempresepsi serta menangkap suatu hal dari obyek tertentu. Hasil tangkapan dari panca indera disebut sebagai Masalah, namun untuk Menyadari adanya masalah kemudian berpikir secara kreatif untuk menghasilkan solusi, tentunya terlebih harus sadar.

Namun perlu digarisbawahi kalau Ide yang terurai dalam bentuk tulisan tak melulu menguraikan Solusi, bisa juga dalam bentuk tulisan lain.

Sebab terkadang sebuah tulisan juga hanya merupakan uraian perjalanan seseorang, ataupun sekedar menggambarkan situasi yang terjadi, tapi pastinya selalu terselip masalah yang menjadi keresahan tiap-tiap penulis.

Keresahan timbul karena adanya kesadaran, dan Kesadaran merupakan sifat dasar manusia, secara teoritis kesadaran adalah menyatakan suatu kondisi kesiagaan seseorang terhadap peristiwa-peristiwa di lingkungan seperti gambaran visual atau pemandangan dan suara-suara dari lingkungan sekitarnya, serta peristiwa-peristiwa kognitif meliputi memori, pikiran, perasaan, dan sensasi-sensasi fisik, kemudian dalam kesadaran, adapula yang namanya Novelty atau kebaruan, Hal ini mengacu pada proses kognisi di mana terdapat kecenderungan untuk tidak hanya berfokus pada pemikiran atau peristiwa sentral , namun untuk menemukan item yang baru dan inovatif, dan kreatif, (Rahmawan, 2015. Para, 1).

Kesadaran menjadi elemen penting dalam proses terbentuknya Ide, sebab kesadaranlah yang memberi signal kepada akal bahwa adanya permasalahan, yang berbagai informasi diperoleh melalui panca Indera. Berdasarkan penjelasan mengenai kesadaran di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa satu-satunya makhluk yang memiliki kesadaran. Jika seperti ini maka dapat dirunut sehingga membentuk kesimpulan bahwa manusia sebagai satu-satunya makhluk yang dapat menghasilkan Ide.

Manusia, Robot dan Ilmu   

Laula al 'ilmu lakaana an naasu kaa al bahaaimi.” Artinya: Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.

Pepatah Arab di atas, secara tersirat menegaskan bahwa Ilmu merupakan Elemen Fundamental dari manusia. Ilmu merupakan Faktor yang paling mendasar untuk membedakan manusia dengan makhluk lain. Berdasarkan Oxford Dictionary, Ilmu didefinisikan sebagai “aktivitas intelektual dan praktis yang meliputi studi sistematis tentang struktur dan perilaku dari dunia fisik dan alam melalui pengamatan dan percobaan”.

kalau menurut Ivan Eldes, (2015:162). “ilmu pengetahuan dapat didefinisikan sebagai seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia”.

Ilmu pengetahuan pun berasal dari berbagai sumber seperti ; pertama, empirisme, merupakan manusia yang mendasarkan dirinya kepada pengalaman yang mengembangkan paham. Kedua, rasionalisme, penganut ini menganggap bahwa peran indra sangat kecil dalam proses terbentuknya Ilmu. Yang lebih aktif justru rasio. 

Ketiga,  intuisi, sumber ini mengakui adanya proses perolehan pengetahuan tanpa melalui proses penalaran tertentu. Tanpa melalui proses berpikir berliku-liku tiba-tiba saja dia sudah sampai di situ. 

Dan keempat,  wahyu, sumber yang terakhir ini mengakui bahwa proses perolehan pengetahuan bersumber langsung dari Tuhan melalui hambaNya yang terpilih untuk menyampaikannya (Nabi atau Rasul), (Eldes, 2015:166).

Dari jabaran di atas menghasilkan kesimpulan bahwa manusia sebagai satu-satunya makhluk yang mampu melakukan aktivitas keilmuan tersebut. Penguraian Ide dalam bentuk tulisan merupakan aktivitas Keilmuan, menulis yang dimaksud dalam hal ini merupakan proses substansi sebagaimana yang diuraikan di atas, yakni terbentuknya Ide melalui proses abstraksi.

Kemampuan Robot dan Manusia tidak bisa disamakan, sebab Tujuan dari penciptaannya pun berbeda begitupula Fungsi keduanya. Eksistensi Robot ialah menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi dalam kehidupan manusia, sifatnya pun parsial yakni hanya untuk masalah-masalah tertentu, tidak untuk semua masalah. 

Sedangkan Eksistensi Manusia, dalam perspektif Islam ialah sebagai “khalifatullah fil ardi” yakni sebagai wakil Tuhan di muka Bumi, Tugasnya ialah untuk melaksanakan perintah Tuhan, dengan kemampuan akal yang diberikan tuhan, manusia dapat mengelola alam semesta ini secara bebas, dan dapat mengolah segala sesuatu yang ada pada alam ini menjadi bernilai dan bermanfaat, (Zul, 2018:43-44).

Bentuk konkret dari menjadi khalifatul fill ardi ialah dengan mencegah kerusakan, memberikan solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi oleh manusia, hadirnya teknologi merupakan bagian dari penyelesaian masalah yang dihadapi oleh manusia modern. Uraian mengenai eksistensi manusia dan robot, setidaknya sedikit memberikan batasan Tegas yang membedakan manusia dan Robot.

Selain itu perlu diketahui bahwa Manusia sifatnya universal, kepala manusia telah diperangkati Akal oleh sang pencipta, dan sudah dirancang sedemikian rupa untuk menghadapi “seluruh permasalahan” dalam pengertian lain kreativitas dan Inovasi sebagai solusi akan hadir sesuai dengan masalah yang dihadapi, sedangkan Robot hanya terbatas pada masalah tertentu, “tidak untuk semua”, sehingga sewaktu-waktu ketika ada masalah baru, maka Robot yang lama akan tak terpakai lagi.

Kesimpulan : Menulis dan Penulis

Berdasarkan fakta sejarah dari evolusi tulisan yang terurai di atas, menunjukan bahwa yang berubah dalam perjalanan panjang tulisan hanyalah bentuk, namun esensinya tetap sama yakni penguraian Ide. kemunculan buku cetak pertama pada abad 14 yang sampai pada abad 21 saat ini masih tetap dengan buku cetakan, paling hanya mode percetakan yang berbeda. Selain buku cetak, sebenarnya sudah sejak era yunani kuno sudah mulai ada sistem penulisan ide-ide, seperti hal nya peninggalan pikiran-pikiran para filsuf pada saat itu seperti plato maupun aristoteles.

Pada sub pembahasan kedua menyinggung bahwa “Ide” merupakan hakikat dari Sebuah Tulisan, proses terbentuknya Ide-Ide itu hanya dapat dilakukan oleh manusia, sebab semua perangkat untuk membentuk Ide tersebut hanya berada pada manusia, hal ini yang semakin menegaskan korelasi antara keberadaan manusia dan menulis, bahwa Ilmu pengetahuan merupakan unsur fundamental dari manusia. Pun terdapat perbedaan eksistensi kedua-duanya, Robot dalam hal ini hanya hadir sebagai solusi sedangkan, Manusia Hadir untuk memberikan solusi dan solusi berkaitan dengan Ide.

Catatan Akhir : Robot Penulis

Namun perlu diketahui bahwa “Tak menutup kemungkinan kalau suatu saat, Robot akan mengambil alih Profesi Penulis”, sebab seperti yang disampaikan oleh Youval Noah Harari bahwa selama manusia masih mengandalkan kemampuan fisik ataupun ketrampilan praktis maka Robot akan dengan mudah menggantikannya bahkan jauh lebih baik jika dikerjakan oleh robot, tapi kalau berhubungan Dengan kemampuan Kognitif yakni Berpikir secara kritis, kreatif dan inovatif, Robot masih belum bisa untuk menggantikannya,  sampai saat ini manusia masih Unggul, tapi tidak tau sampai kapan manusia Unggul. Sebab teknologi berkembang setiap saat.

Kehadiran “Robot Penulis” tidak hanya Hidup dalam kepala para inovator dunia, namun sudah terealisasi, Sudah lebih dari satu buku yang ditulis oleh Robot atau Artificial Intelligence, diantaranya ; “Lithium-Ion Batteries, A Machine-Generated Summary of Current Research”. Buku ini merupakan sebuah buku yang diterbitkan oleh Springer Nature, Penulis buku ini disebut sebagai Beta Writer, sebuah algoritma yang dibuat oleh ilmuwan di Universitas Goethe, Jerman. 

Menurut Gizmodo, untuk menulis buku itu Beta Writer memanfaatkan segudang data artikel mengenai baterai lithium Ion Springer yang pernah diterbitkan Springer, untuk kemudian menelaah, mengambil, dan menyusun informasi-informasi paling relevan menjadi sebuah buku, (Kris, 2019, Para, 4 dan 5).

Selain itu terdapat pula buku yang berjudul “The World from Now On”. Buku ini akan menjadi Novel pertama terpanjang yang di tulis Oleh Robot, proses penulisan buku diarahkan oleh Seorang penulis dan ahli ilmu komputer, Kim Tae-yeon mengarahkan AI untuk menulis novel melalui proses pembelajaran mendalam, setelah ia menguraikan tema, latar belakang, dan karakter novel, (Fadhila, 2021. Para, 2).

Proses penulisan Kedua buku ini kurang lebih hampir mirip yang menggunakan data-data yang telah ada, yang berhubungan dengan topik yang ingin ditulis, dan ada pengarah atau pengguna Si robot tersebut, dalam kasus pembuatan dua buku ini, Robot hanya menulis dalam pengertian teknis sedangkan yang substansi nya atau Idenya tetap bersumber dari manusia yakni si pengguna.

Jadi dalam hal ini, kedudukan Robot Penulis hanya untuk memudahkan aktivitas manusia dalam hal menulis. namun tak menggantikan manusia, Sebab Kemampuan Berpikir secara kritis, kreatif dan inovatif dengan menggunakan metodologi Ilmu Pengetahuan, sampai saat ini masih ditangan manusia. Adanya Robot Penulis hanya merupakan Bentuk Evolusi lanjutan dari Sistem Penulisan.

Maka dari itu, mengulang kembali dan mempertegas posisi Penulis dalam tulisan ini, bahwa Menulis dan Penulis terbukti sejak dulu bahwa Kedua hal ini masih dan akan tetap bertahan dalam menghadapi tantangan di setiap Era, perubahan mungkin akan terjadi namun tidak mengubah aspek yang paling fundamental dari menulis, yakni menuangkan Ide dalam bentuk kata-kata.

Referensi :