Gaya hidup merupakan cara atau pandangan hidup seseorang mengenai tingkah laku, pola pikir, sikap dan kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. 

Setiap orang tentunya mempunyai gaya hidup yang berbeda – beda, salah satunya yaitu gaya hidup sehat. 

Pada ibu hamil gaya hidup sehat sangat penting untuk diterapkan karena mampu mengoptimalkan fungsi tubuh. 

Gaya hidup sehat pada ibu hamil sangat berdampak positif pada janin yang dikandung serta ibu. 

Seperti yang kita ketahui bahwa ibu hamil sangat rentan akan terserang penyakit, contohnya penyakit hipertensi.

Hipertensi merupakan suatu kondisi ketika seseorang mempunyai tekanan darah yang terukur 130/80 mmHg atau bahkan lebih tinggi. 

Adapun macam - macam diagnosis hipertensi terhadap Ibu hamil yakni sebagai berikut :

Hipertensi Kronis adalah hipertensi yang ada sejak sebelum hamil dan diketahui sebelum usia kehamilan 20 minggu. 

Preeklamsia - eklampsia  adalah komplikasi pada kehamilan yang terjadi pada saat usia kehamilan 24 minggu. 

Hipertensi kronik dengan superimposed preeclampsia, yaitu kondisi ketika seorang ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi kronis.

Hipertensi Gestasional adalah hipertensi yang hanya terjadi selama masa kehamilan. Tekanan darah kemudian akan turun kembali usai persalinan.

Faktor penyebab hipertensi adalah mengkonsumsi terlalu banyak makanan mengandung garam, mengonsumsi kafein dan stress. 

Gaya hidup yang buruk seperti, merokok dan minum - minuman beralkohol dapat mempengaruhi peningkatan kerja jantung dalam memompa darah. 

Nah, beberapa kondisi penderita hipertensi pada masa kehamilan memiliki resiko yang berbahaya. 

Seperti, kehamilan anak kembar, hamil saat usia sudah lebih dari 35 tahun atau sudah memiliki riwayat hipertensi.

Ibu hamil yang mengalami hipertensi dapat menyebabkan komplikasi pada ibu dan bayi yang dikandung.

Tidak banyak orang tahu bahwa hipertensi sangat berbahaya terutama pada ibu hamil, karena dapat menghambat tumbuh kembang bayi. 

Dampak yang paling parah adalah meningkatkan keguguran pada trimester awal dan kematian janin mendadak. 

Gejala yang seringkali tidak disadari yaitu kepala pusing, sesak nafas, detak jantung tidak beraturan, hidung mengeluarkan darah atau mimisan, kejang, rasa cemas yang berlebihan. 

Gejala – gejala umum tersebut membuat para ibu hamil meremehkan dan dianggap tidak terjadi apa – apa, padahal gejala tersebut perlu perhatian dan penanganan. 

Ibu hamil yang mengalami hipertensi dapat menyebabkan komplikasi pada ibu dan bayi yang dikandung. Oleh karena itu, hipertensi pada masa kehamilan harus segera ditangani. 

Penanganan hipertensi salah satunya dapat dilakukan dengan cara gaya hidup sehat. Memenuhi asupan gizi yang tercukupi dan yang terpenting ibu hamil harus mengelola hipertensi pada ibu hamil dapat melalui konsultasi kehamilan secara rutin.

Ibu hamil yang mengalami hipertensi juga boleh mengkonsumsi obat - obatan penurun tekanan darah. 

Perlu diperhatikan bahwa mengkonsumsi obat-obatan harus berdasarkan resep karena tidak semua jenis obat hipertensi boleh dikonsumsi oleh saat hamil.

Nyatanya mengkonsumsi obat bukanlah solusi yang mutlak untuk menyelesaikan masalah kesehatan ini. Beberapa tips gaya hidup sehat agar terhindar dari hipertensi. 

Berikut adalah tips untuk mencegah hipertensi pada ibu hamil, yaitu mengkonsumsi buah dan sayur, mengurangi asupan garam, mengkonsumsi omega 3, menghindari makanan dan minuman instan, selalu memantau tekanan darah, rutin berolahraga, menjaga kenaikan berat badan, menjalani pemeriksaan parietal secara rutin. 

Ibu hamil yang mengalami hipertensi tetap dapat melakukan persalinan normal. Namun, ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi. 

Yang paling penting adalah persalinan dilakukan secara singkat. Maka dari itu harus mengejan dengan efektif agar bayi bisa segera keluar. 

Bila persalinan berlangsung lama maka perlu adanya proses induksi dan operasi caesar selama tidak ada kontraindikasi yang bahaya. 

Peranan suami sangat penting untuk pencegahan dan pengobatan hipertensi pada ibu hamil. 

Suami harus mampu menjaga pola makan dan gaya hidup istrinya untuk membantu mencegah hipertensi. 

Suami juga harus bijak disaat istrinya mengalami fase ngidam. Pada fase ngidam ini suami harus sangat menjaga makanan yang dimakan oleh istrinya. 

Selain mengatur pola makan dan gaya hidup suami juga harus mengajak sang istri untuk bergerak dan aktif berolahraga. 

Hipertensi pada ibu hamil memang cukup banyak terjadi, tapi bukan berarti tidak bisa dicegah sama sekali. 

Dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari lingkungan sekitar Anda, tidak mustahil rasanya untuk memiliki masa kehamilan yang sehat tanpa hipertensi.

Berdasarkan penjelasan di atas disimpulkan bahwa sangat penting bagi ibu hamil untuk mengatur gaya hidup sehat selama hamil untuk mencegah penyakit seperti hipertensi, karena sangat berdampak bagi kesehatan ibu dan bayi yang dikandung.

Apabila pada saat kehamilan merasakan gejala - gejala hipertensi maka segera lakukan pemeriksaan pada dokter atau bidan terdekat. 

Pada ibu hamil disarankan untuk selalu menjaga gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi yang dikandung.