Pernah nonton serial Person of Interest? Film serial Amerika yang bergenre science fiction crime drama ini tayang di CBS dari tahun 2011 hingga 2016.

Serial ini bercerita tentang seorang programmer komputer miliarder misterius yang mengembangkan sebuah program komputer yang disebut "The Machine" untuk pemerintah federal. Aplikasi ini mengumpulkan semua informasi untuk memprediksi dan mengidentifikasi orang yang merencanakan aksi teror.

Di samping tujuan utama program tersebut, si programmer menjalankan misi pribadi dengan menggunakan data yang dihasilkan oleh The Machine. Misi ini ilegal dan dijalankan secara diam-diam.

Dia membuat daftar orang-orang yang mempunyai kecenderungan besar terlibat kejahatan domestik di masa yang akan datang. Untuk menghentikan kejahatan itu, dia mempekerjakan seorang mantan pembunuh bayaran untuk mengatasinya.

The Machine mampu mengidentifikasi setiap orang yang ditangkap dari CCTV. Bila kursor di layar monitor diarahkan ke gambar orang yang mana saja, akan muncul satu tabel pop up yang berisi nama, jenis kelamin, umur, alamat, pendidikan, pekerjaan, hobi, istri, suami, anak, dan lain-lain.

Canggih sekaligus mengerikan!

Program komputer saat ini dipakai untuk kebutuhan tak terbatas. Sebutlah di bidang pendidikan, kesehatan, astronomi, kelautan, kehutanan, militer, transportasi, dan lain-lain. Nyaris semua aspek kehidupan terbantu oleh teknologi ini.

Kecenderungan program komputer saat ini memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan. AI adalah bagian dari ilmu komputer yang mendalami pemanfaatan intelijen mesin, pola berpikir, dan kebiasaan manusia.

Perusahaan-perusahaan modern mulai mempergunakan AI pada produk mereka untuk menjadikannya lebih pintar, lebih efisien, dan lebih wokeh! Tidak lagi terbatas hanya pada sistem keamanan (security system), tapi pada seluruh aspek kehidupan manusia.

Teknologi yang memanfaatkan AI saat ini banyak ditanam dalam aplikasi praktis. Misalnya untuk jualan produk, dibikinlah aplikasi atau quiz yang sebelum join peserta harus mengisi beberapa data pribadi. Quiz seperti ini banyak di Facebook, misalnya “Bagaimanakah wajah anda 30 tahun lagi? Siapakah anda bila menjadi bintang film?” Kira-kira quiz yang seperti itulah.

Dari data yang terkumpul, akan dianalisis kebiasaan setiap orang. Misalnya si A suka mobil balap, maka si pemilik aplikasi akan menjual data orang ini ke pebisnis di bidang mobil balap seperti even yang akan dilaksanakan, miniatur mainan mobil balap, kostum pembalap yang disukai, dan lain-lain.

Produk AI yang saat ini sangat popular, misalnya Siri yang dikeluarkan oleh Apple, Hallo Google yang dikembangkan oleh Google, Alexa yang diluncurkan oleh Amazon, bahkan bisnis semacam Netflix juga mengandalkan AI dengan menggunakan teknologi prediktif kemudian menawarkan rekomendasi tontonan berdasarkan minat, pilihan, dan prilaku konsumen.

Produk-produk jualan di masa depan akan lebih banyak lagi memanfaatkan AI dan mereka memanfaatkan media sosial sebagai kolam ikannya. Media sosial (medsos) manakah yang paling banyak dipakai saat ini?

Berdasarkan Statcounter, medsos yang paling banyak dipakai di seluruh dunia setahun terakhir (periode September 2018 – September 2019) adalah Facebook dengan pemakaian 72.95%, disusul Pinterest 13.18%, Twitter 6.56%, YouTube 3.67%, Instagram 2.42%, dan lain-lain 0.5%.

Sedangkan data untuk Indonesia sendiri dengan periode yang sama adalah sebagai berikut: Facebook dengan pemakaian 53.01%, disusul YouTube 22.4%, Pinterest 10.22%, Twitter 7.05%, Instagram 6.79%, dan lain-lain 0.19%.

Mark Zuckerberg, pendiri dan CEO Facebook, hingga tahun 2019, sudah mengausisi 72 perusahaan. Akusisi termahal sejauh ini yang dia lakukan adalah WhatsApp Messenger dengan nilai USD19 miliar atau sekitar Rp250 triliun.

Terbayang di masa akan datang pemegang data personal manusia terbesar adalah Zuckerberg. Tahun lalu, Facebook mengumumkan ada 2,5 miliar orang di dunia paling tidak memakai salah satu dari 4 aplikasi unggulan Zuckerberg, yaitu FB, Instagram, WhatsApp, atau Messenger.  

Coba cek, kalian memakai aplikasi yang mana saja? Aku memakai keempat aplikasi itu. Ya Tuhan Allah! Apakah Anda perhatikan bahwa bila Anda lupa password dari salah satu aplikasi itu, Anda tetap bisa masuk dengan login/masuk lewat aplikasi lainnya? Dengan kata lain, data kita di keempat aplikasi itu telah disinkronkan oleh Zuckerberg.

Data yang besar dan berharga itu akan diolah dan dikategorikan, seperti saya sebutkan tentang mobil balap. Melalui data itu, mereka mudah menawarkan barang yang memang kita sedang butuhkan. Mereka membantu kita membuat keputusan membeli lebih cepat, atau piknik ke tempat yang kita dambakan.  

Kok Facebook mau membeli WhatsApp semahal itu? WhatsApp, kan, tidak beriklan, bagaimana dia menghasilkan uang? Ini jadi pertanyaan yang menggelitik.

Jawaban standarnya adalah WhatsApp menyasar perusahaan-perusahaan besar dengan menawarkan layanan premium, misalnya perbankan, perusahaan penerbangan, market place, dan lain-lain yang fokus layanannya adalah kepuasan pelanggan. Mereka adalah perusahaan yang melakukan konfirmasi atau pengumuman lewat WhatsApp karena biaya lebih murah dan tujuan tepat sasaran.

Secara legal seperti itulah WhatsApp menangguk keuntungan. Tapi aku merasa itu hanya buku depan. Kemungkinan ada buku belakang yang lebih besar. Pengguna WhatsApp sekarang lebih dari 1 triliun orang. Bayangkan lalu lintas informasi lewat satu aplikasi ini saja!

Pernah merasa saat Anda membicarakan sedang mencari barang A dengan teman di ranah percakapan privat, tapi tiba-tiba muncul iklan produk A di layar media sosial Anda? Coba pikirkanlah bagaimana itu bisa terjadi? Data percakapan di messenger tidah pernah hilang dari database. Hanya hilang dari layar ponsel Anda saja bila ada hapus.

Siapa yang punya data, dialah orang yang paling berkuasa, begitu yang pernah kudengar. Tapi punya banyak data tanpa mengerti mengolahnya, ya sama dengan tumpukan sampah. Di tangan ahli pengolah data, data itu menjadi harta karun dan sumber kekuatan yang dahsyat.

Kekuatan data jelas: makin banyak data yang kita miliki,makin baik keputusan yang kita lakukan. Data dapat digunakan untuk menginformasikan strategi, menghasilkan konten, dan mengukur hasil. Data menunjukkan nilai, melihat tren, mendukung argumen, mengukur dampak, dan memonitor kemajuan, mengukur KPI (Key Performance Indicator), dan lain-lain.

Zuckerberg dapat mengolah semua data itu jadi duit dengan menjual data perilaku netizen ke perusahaan atau siapa saja yang membutuhkan. Umpamanya saat mendekati pemilu, Facebook dapat mengklasifikasi penggunanya berdasarkan ketertarikan politik. Kategori pemilih A, B, C, dan lain-lain. Ada pula swing voter yang “minta” dihujani info supaya dia segera menentukan pilihan.

Facebook dan groupnya kemungkinan besar dapat memengaruhi perpolitikan suatu negara. Mereka bisa menganakemaskan kandidat yang dia suka atau kandidat yang bayar. Beberapa kali Zuckerberg dipanggil oleh parlemen Amerika, dia ditanyai tentang regulasi Facebook karena mendiskreditkan atau merugikan akun-akun dari kubu konservatif.

Baru-baru ini kita dikagetkan oleh berita pembayaran sekitar Rp4,2 miliar untuk iklan di Facebook yang dilakukan oleh orang Indonesia. Facebook mengaku telah menghapus sebanyak 443 akun, 200 halaman, dan 76 grup Facebook, serta 125 akun Instagram. Akun-akun itu bertujuan memproduksi hoaks secara terus-menerus hingga tujuan pemesannya tercapai.

Dapatkah Anda bayangkan bahwa sesungguhnya kita telanjang? Makin banyak kita berkegiatan di medsos, maka makin telanjang kita di mata penikmat data. 

Bagaimana caranya bisa lepas dari cengkraman mereka? Hapus semua media sosial. Mampu? Aku rasa makin ke sini makin jarang orang yang tidak punya akun di media sosial.

Kita merelakan diri masuk dalam cengkeraman mereka. Karena tanpa medsos pun kita tidak berdaya mengikuti perkembangan zaman. Kita seperti orang dari zaman batu.

Tuhan baru telah lahir dan kita masuk persekutuannya dengan sadar. Tuhan yang ini ternyata lebih memahami dan mengetahui kebutuhan umatnya. Doa-doa umatnya di media sosial selalu dicatat dan akan dibalas dengan cara menyenangkan. Hallelluyah!