Pendidikan adalah kunci kita untuk menuju ke kehidupan masyarakat modern. Bila saja pendidikan itu tidak ada, bukan hanya ilmu pengetahuan tidak ada, manusia secara terus-menerus mengulang segala kesalahan yang pernah terjadi sehingga akan susah terjadi perkembangan.

Contoh mudahnya dapat kita lihat melalui sejarah, mengapa jaman purbakala berlangsung sangat lama? Dikarenakan mereka masih belum mengenal sistem pendidikan, karena mereka masih mementingkan hidup berburu, oleh karena itu membutuhkan seseorang untuk melakukan sebuah terobosan besar.

Sedangkan pada abad ke-21 ini mengapa segalanya, dari Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Kesehatan, Ekonomi, dan lain-lain berkembang sangat cepat? Dikarenakan pendidikan yang sangat baik dan didukung oleh teknologi yang menyediakan informasi dari berbagai sumber.

Sesuatu hal yang diciptakan oleh Keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih, mengoreksi ulang apa yang seharusnya diubah adalah tujuan dari ilmu pengetahuan, dan hal tersebut difondasikan oleh sesuatu yang sangat kuat, yaitu keinginan manusia untuk belajar.

Oleh karena itu dunia berlomba-lomba untuk mendapatkan hal yang baru, bahkan banyak perusahan-perusahaan besar menginginkan seseorang yang berpendidikan lebih untuk bekerja pada mereka, bahkan menginvestasikan uang mereka untuk menghasilkan sebuah riset yang memunculkan perubahan besar.

Potensi tersebut banyak dilihat oleh negara-negara luar, bahkan negara kita sendiri menyadari bahwa Pendidikan adalah kunci supaya negara mereka dapat bertumbuh  menjadi sesuatu yang lebih baik bahkan melebihi negara luar.

Akan tetapi pendidikan pada negara kita masih tertinggal sangat jauh kalau dibandingkan dengan standar Internasional, layaknya melihat langit dan bumi, bukan sesuatu yang patutnya diwajarkan, karena para pelajar harus berusaha ekstra keras untuk dapat bersaing dengan masyarakat luar.

Apa mungkin karena pemerintah yang kurang memperhatikan APBN kedalam pendidikan, atau para koruptor memakan dana pemerintah, contoh mudahnya saat listening pada UN Bahasa Inggris, kami merasa kesulitan untuk mendengar apa yang pembicara bicarakan karena Microphone-nya kualitas jelek.

Pada sekolah negeri, tidak mengundang niat belajar muridnya, dapat anda lihat sendiri jika anda melintasi gedung sekolah, masih banyak sekali lingkungan belajar siswa yang memiliki kondisi tidak kondusif.

Guru-guru yang telah berjuang keras demi memajukan harta dan martabat bangsa, bahkan mereka telah berjerih lelah mengeluarkan uang untuk mendapatkan gelar mereka, namun digaji dengan gaji yang seminimum mungkin oleh pemerintah.

Akan tetapi ada didapati sisi gelap guru, guru yang seharusnya mendidik dan menjadi panutan murid, banyak didapati korup, bertindak kasar, dan tidak layak dicontoh oleh murid, bahkan guru BK sekalipun ada yang didapat Made Things Worse.

Jika dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki sistem pendidikan ‘Terbaik’ misalkan Korea, Jepang, Singapura. Negara-negara besar tersebut memiliki cara yang unik dalam mendidik murid-murid mereka, bahkan cara tersebut terbukti berhasil.

Korea dengan latihan militernya dan jadwal sekolah yang sangat memperhatikan kedisiplinan generasi muda mereka, disebelahnya ada Jepang dengan aktivitas yang tergolong unik sehingga saat dewasa kemudian menghasilkan generasi yang penuh dengan tanggung jawab dan rasa hormat.

Sedangkan pada Indonesia, para siswa dibiarkan sebebas-bebasnya dengan hanya SEDIKIT pengawasan dari pihak yang berwajib untuk mengawasi, sehingga banyak sekali terjadi Kehamilan, Pembunuhan, Menyontek, Penggunaan obat-obat terlarang, dan masih banyak lagi.

Moral masyarakat yang terus menerus rendah seperti ini akan berdampak sangat buruk bagi masa depan bangsa, di kemudian hari atau bahkan telah terjadi, seperti berakhir pada Korupsi, tingkat kematian, kejahatan, pengangguran yang tinggi.

Dilihat dari standar pendidikan yang begitu rendah dari Standar Internasional, menjadikan negara kita bahan tertawaan bagi mereka yang sudah bekerja keras karena mereka memiliki standar pendidikan yang begitu tinggi.

Standar pendidikan yang rendah akan berdampak buruk, jika suatu hari para pekerja dari luar negeri datang dan menyapu habis seluruh kesempatan kerja, tamatlah riwayat masyarakat lokal karena mereka kalah saing jika diadukan dengan kepintaran masyarakat luar.

‘Pengangguran’ adalah ujung dari tidak adanya lowongan pekerjaan dan apabila hal tersebut terjadi pada kemudian hari, tentu saja akan menjadi masalah besar jika sebuah bangsa memiliki tingkat pengangguran yang begitu besar angkanya.

Untung saja pemerintah dan swasta masih perhatian kepada para mahasiswa dan pelajar baik dari SD sampai SMA, dalam hel menyediakan beasiswa baik dalam negeri maupun luar negeri, akan tetapi kebanyakan dari pelajar masih memilih untuk melanjutkan studi mereka keluar negeri dibandingkan dalam.

Mengapa demikian? Kembali lagi pada topik sebelumnya para pemerintah luar negeri mengeluarkan dana anggaran yang cukup besar pada bidang pendidikan, karena mereka percaya Jelek bagusnya bangsa dapat dilihat dari tingkat pendapatan dan tingat pendidikan mereka.

Diluar sana fasilitas mereka tersedia lengkap dan selalu diperbaharui, agar para pelajar mereka mendapatkan lingkungan dengan kondisi yang kondusif bagi mereka saat melakukan studi mereka ketempat-tempat tersebut.

Indonesia masih memiliki sistem pendidikan yang rendah namun, hal tersebut dikarenakan dari masyarakatnya sendiri masih kurang memperhatikan pengetahuan. Hal tersebut adalah ciri-ciri dari masyarakat tradisional dan masyarakat tradisional bukanlah hal yang baik untuk masyarakat.