Perlu kita ketahui bersama, revolusi industri terus berubah dengan berkembangnya zaman. Misalnya, awal penemuan menggunakan mekanisme dan tenaga uap, kemudian dengan berjalan waktu berubah menjadi teknologi kelistrikan. Setelah itu revolusi industri berubah menggunakan komputer dan internet serta robotik.

Tidak menutup kemungkinan revolusi industri generasi next akan menggunakan robot yang canggih dan berbasis IT. Bahkan sangat mungkin mengurangi tenaga kerja manusia, sehingga permintaan tenaga kerja di industri akan semakin menurun.

Dari kasus tersebut bisa kita sesuaikan dengan pendidikan, apabila pendidikan Indonesia hanya mempelajari perkembangan yang terjadi saat ini saja, maka setelah lulus skill yang sudah dipelajari tidak relevan dengan kemajuan teknologi berikutnya, dan pembelajaran hanya sia-sia. Walaupun sebetulnya tak ada ilmu yang sia-sia.

Pembelajaran Abad 21

Pendidikan abad 21 bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari sumber daya manusia yang berkualitas yaitu pribadi yang mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya. (Kemdikbud.go.id, 2019)

Pembelajaran abad 21 ini mempelajari skill-skill yang masih relevan pada saat tahun kelulusan peserta didik. Memang membutuhkan basis data dan survey agar pembelajaran tidak ketinggalan dengan kemajuan revolusi industri.

Ketika pembelajaran hanya mempelajari skill di masa sekarang, tidak menutup kemungkinan skillnya sudah tidak relevan dengan perkembangan industri, hal ini akan membuat pembelajaran akan sia-sia karena sudah tidak relevan lagi.

Apalagi, pembelajaran hanya mengulang seperti zaman gurunya, gurunya tidak mau mengikuti perkembangan zaman. Merasa bahwa skill gurunya saat belajar dulu akan terus relevan dengan perkembangan zaman, hal ini penulis kira akan semakin mundur ketika di ajarkan kepada peserta didik. Karena zamanya sudah berbeda yang akan dihadapi.

Zaman ketika gurunya belajar, dan zaman saat ini mungkin akan berbeda dengan zaman yang akan di hadapi oleh peserta didik sekarang. Maka guru harus mengikuti perkembangan industri.

Mungkin, di masa mendatang ada beberapa skill yang akan tergantikan dengan beberapa skill yang dibutuhkan zaman berikutnya. Misalnya guru, bisa jadi guru nanti bukan satu-satunya sumber informasi lagi. Seperti zaman sekarang kita sudah sangat mudah akses informasi dimana saja dan kapan saja dengan hanya lihat di google.

Atau tenaga produksi, kemungkinan akan tergantikan dengan robot yang canggih. Maka sekolahan harus menyiapkan skill tersebut.

Metode STEAM

STEAM adalah sebuah pendekatan pembelajaran terpadu yang mendorong siswa untuk berpikir lebih luas tentang masalah di dunia nyata. STEAM juga mendukung pengalaman belajar yang berarti dan pemecahan masalah, dan berpendapat bahwa sains, teknologi, teknik, seni dan matematika saling terkait. Dalam STEAM, sains dan teknologi dapat diartikan melalui seni dan teknik, termasuk juga komponen matematika. (Binus.ac.id, 2019)

Dari beberapa sumber, pendidikan abad 21 perlu menggunaka metode STEAM, kira-kira dimasa mendatang beberapa profesi akan di butuhkan di abad 21 ini. Metode STEAM ini mengabungkan Sains Teknologi Enginenering Art Matematika. Mungkin skill tersebut akan relevan pada abad 21.

Selama ini kurikulum kita menggunkan sistem, justru anak yang kurang nilai dalam suatu mata pelajaran di suruh remidi. Kenapa tidak  meneruskan saja anak tersebut mampu dalam pelajaran apa ? Maka lebih di fokuskan kepada hal tersebut. Lebih tepatnya sebagai pendidikan sesuai minat dan bakat para siswa dari metode STEAM.

Memang setiap siswa punya kemampuan yang berbeda, tetapi punya keunikan masing-masing. Maka perlu kurikulum berbasis karakter dengan menyesuaikam dengan karakter peserta didik. Tidak perlu semua peserta didik harus mempelajari semua yang ada tetapi sesuai kemampuan dan kompetensi yang sesuai dengan peserta didik.

Sekolah juga menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang sangat beragam untuk memfasilitasi pengembangan minat dan bakat peserta didik. Prinsipnya kurikulum yang dikembangkan sudah sangat terdiferensiasi sehingga peserta didik dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya.

Blended Learning

Model pembelajaran Blended Learning ini ringkasnya adalah penggabungan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring), baik dari cara penyampaian hingga gaya pembelajaran, sehingga kombinasi pengajaran yang tercipta tetap menekankan interaksi sosial, tapi tidak meninggalkan aspek teknologi. (ruangguru.com, 2020)

Penulis berharap pemerintah membuat kurikulum baru dengan menyesuaikan kejadian pembelajaran daring. Bagaimana pembelajaran daring ini bisa membuat anak-anak tetap bahagia dan gembira. Perlu merubah pandangan kualitas pembelajaran yang hanya merasa tatap muka saja yang lebih efektif dan efisien. Wali murid dan murid segera siap di rubah menjadi pembelajaran daring yang kualitasnya sama dengan pembelajaran tatap muka.

Kita membutuhkan metode pembelajaran blended learning. Misalnya, pada saat daring pemberian teori nanti perlu juga ada tatap muka untuk melanjutkan dari teori yang sudah diberikan. Pada saat tatap muka sudah tidak lagi teori tapi pada penerapan teori tersebut.

Kalau perlu pendidikan berbasis smartphone juga di buat, selama ini siswa lebih suka dengan memegang handphone. Dengan memanfaatkan teknologi, agar pembelajaran bahagia dan gembira.

Perlu dikembangkan hardware, software dan brainware. Ketiga hal tersebut merupakan faktor kunci keberhasilan pembelajaran blended learning. Bahkan setiap peserta didik perlu diberikan perangkat smartphone untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar.