Siapa sebenarnya Jamal Khashoggi?

Khashoggi adalah wartawan senior yang bekerja untuk kantor berita Arab Saudi berusia 59 tahun dan lahir pada tanggal 13 Oktober 1958 di Madinah dengan nama lengkap Jamal bin Ahmad Khasoggi. Sebagai wartawan senior Khasoggi meliput berita-berita besar,diantaranya invasi Soviet ke Afghanistan dan mengenai Osama Bin Laden

Ia dahulu merupakan mantan manajer umum dan pemimpin redaksi Al Arab News Channel. Di dunia internasional, ia dikenal sebagai distributor untuk koran Saudi, Al Watan, Selama beberapa tahun Khashoggi dekat dengan keluarga kerajaan Saudi dan juga melayani sebagai penasihat pemerintah.

Karena Khasoggi memiliki perbedaan pendapat dengan pemerintah Saudi maka ia memutuskan pergi ke Amerika dan menulis kolom bulanan pada Washington Post di mana dia mengkritik kebijakan Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman.

Pada berita yang pernah Khashoggi buat, ia mengatakan takut ditangkap oleh Muhammad bin Salman karena berbeda opini. "Orang-orang yang ditangkap bukan pemberontak tetapi ditangkap hanya karena memiliki pemikiran yang berbeda," ucap  Khasoggi kepada BBC tiga hari sebelum dirinya menghilang.

Khashoggi pertama kali berkunjung ke Dubes Saudi di Istanbul Turki Jumat (28/9/2018), untuk mendapatkan dokumen berisi pernyataan dia telah menceraikan mantan istrinya, sehingga dia bisa menikahi tunangannya di Turki.

Tunangan Khasoggi, Hatice Cengiz mengatakan, Khashoggi bercerita bahwa ia dilayani dengan baik pada kunjungan pertama jadi tidak begitu khawatir untuk datang ke kedubes lagi pada tanggal 2 Oktober. Hatice Cengiz menemani Khasoggi dengan menunggu di luar kedubes saat Khasoggi mengurus berkas.

Namun lebih dari 10 jam tidak ada tanda-tanda Khashoggi keluar dari gedung kedubes, Hatice Cengiz kemudian kembali keesokan paginya namun belum ada sosok Khashoggi keluar dari gedung kedubes.

Aksi penyamaran pun dilakukan oleh seorang agen intelijen Arab Saudi menjadi Khasoggi untuk mengecoh otoritas Turki, tetapi penyamaran terbongkar gara-gara sepatu. Meski memakai pakaian milik Khashoggi, sang agen ternyata tidak mengganti sepatunya sendiri.

Informasi soal kegagalan penyamaran ini disampaikan setelah media AS, CNN merilis rekaman CCTV yang menunjukkan gerak-gerik pria yang menyamar sebagai Khashoggi. Pria itu mengenakan berewok palsu dan kacamata juga celana, kemeja serta jas yang sebelumnya dipakai Khashoggi saat masuk ke Konsulat Saudi.

Pria itu diidentifikasi sebagai Mustafa al-Madani, yang menurut The Washington Post, bekerja untuk badan intelijen Saudi. Awal tahun ini, Madani disebut ikut hadir mendampingi putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dalam kunjungannya ke New York, AS.

Pada tanggal 20/10/2018 televisi melaporkan bahwa Khasoggi sebenarnya telah meninggal di kedubes dikarenakan perkelahian. Pejabat Saudi mengatakan kepada kantor berita Reuters, Khashoggi telah meninggal karena percekcokan dengan pihak Arab Saudi yang memintanya untuk kembali ke Saudi.

Laporan media Inggris, Sky News, menyebut jenazah Khasoggi telah ditemukan. di taman Kediaman Konjen Saudi di Istanbul dengan kondisi terpotong potong dan wajahnya rusak.

Kediaman Konjen Saudi itu diketahui berjarak hanya 500 meter dari Konsulat Saudi, lokasi Khashoggi dibunuh.

Dalam pernyataan terpisah, seperti dilaporkan televisi Turki Haberler dan dilansir NDTV, politikus Turki Dogu Perincek, yang juga Ketua Partai Rodina mengatakan bahwa potongan jenazah Khashoggi ditemukan di dalam sebuah sumur yang ada di taman kediaman Konjen Saudi. Temuan didapat saat otoritas Turki melakukan pemeriksaan forensik di kediaman Konjen Saudi.

Sebelumnya pada tanggal 20/10/2018 lalu, otoritas Saudi secara resmi mengakui Khashoggi tewas dalam perkelahian di Konsulat Saudi di Istanbul. Namun mereka menyatakan tak tahu-menahu soal keberadaan jenazahnya. Secara terpisah kepada Reuters, seorang pejabat Saudi membeberkan bahwa Khashoggi tewas dalam intimidasi tim khusus dari Saudi dan jenazah dibungkus karpet untuk dibuang.

Tanggapan pemimpin negara saat dimintai komentar soal kasus Khasoggi antara lain juru bicara Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, menyebut temuan ini 'sungguh mengganggu'.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidato di hadapan parlemen Turki menegaskan Khashoggi tewas dalam pembunuhan berencana yang dilakukan secara keji.

Media Hurrivet Daily menyorot perilaku para anggota rombongan pria yang diduga merupakan anggota tim pembunuh Jamal Khashoggi.

Maher Abdulaziz Mutreb, sang bodyguard Pangeran Saudi, Muhammad bin Salman, diyakini oleh penyelidik Turki terlibat atas pembunuhan Jamal Khashoggi. Ia diyakini menjadi anggota Tim 15, tim khusus beranggota 15 orang dari berbagai profesi, yang diutus untuk mengeksekusi.

Disaat berada di Turki untuk melakukan misinya, Maher Abdulaziz Mutreb ternyata menyewa seorang sopir asal Turki,.Sopir ini kemudian ditemukan oleh media Turki, bernama A Haber. Dalam wawancara pada tanngal 26 Oktober 2018, sopir memberikan kesaksiannya saat mengantar Mutreb dan pria lain, pada tanggal 2 Oktober 2018.Tugas pertamanya pada hari itu adalah menjemput Mutreb dari Bandara Ataturk, Istanbul, Turki, menuju ke hotel tempat Tim 15 menginap.

Atas kejadian yang menimpa Khasoggi secara hukum dapat dikategorikan sebagai pembunuhan berencana yang terkait dengan pihak penguasa dan sebagai wartawan Khasoggi juga dilindungi oleh undang-undang pers/jurnalis/wartawan dalam mengemukakan pendapat

Pembunuhan berencana merupakan salah satu perbuatan yang diancam dengan pidana mati, selain itu juga ancaman hukumannya adalah pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh (20) tahun.