Banyak faktor yang menjadi turunnya harga pemain tersebut, cedera dan kurang maksimalnya performa musim ini menjadi penyebab utama perubahan harga sang pemain. Namun beberapa pengamat menyebut penurunan harga pemain juga disebabkan karena rusaknya harga pasar yang dilakukan sejumlah klub dalam membeli pemain dan menyebabkan harga menjadi tidak wajar.

Hidup memang bagaikan sebuah roda yang berputar, kadang di atas namun pasti akan bergulir ke bawah. Hal tersebut juga menimpa para pesepak bola berikut ini yang pada musim lalu menjadi pemain dengan harga yang sangat tinggi dan menjadi rebutan para tim-tim besar namun dalam jangka waktu beberapa bulan nilai mereka menurun drastis.

Berikut pemain yang memiliki nasib kurang beruntung tersebut dilansir dari FUN88:

  • Adam Lallana (Liverpool)

Menjadi pemain kunci The Reds musim lalu, gelandang timnas Inggris ini mampu menjadi metronome di lini tengah The Reds dan membuat Namanya menjadi perbincangan oleh beberapa tim besar. Kini nilai pemain 29 tahun tersebut berkisar 19,4 juta Euro atau turun 20,5 juta Euro.

Penurunan tersebut didasarkan atas performa Lallana yang belum mampu tampil konsisten pasca cedera yang ia alami terlebih insiden yang melibatkan dirinya dengan pemain U-23 Tottenham saat laga Premier League U-23 beberapa bulan lalu membuat nilai jual sang pemain menurun drastis.

  • Mateo Kovacic (Real Madrid)

Mantan pemain Inter Milan ini di sebut-sebut sebagai penerus Luka Modric bagi timnas Kroasia, hal itulah yang membuat Madrid kekeh mendatangkan pemain yang kala itu masih berusia 20 tahun ke Bernabeu.

Meski telah mendapatkan jatah bermain yang cukup banyak oleh sang pelatih namun nyatanya hal tersebut tak membuat dirinya berkembang bahkan di mata para pengamat penampilan Kovacic cenderung biasa-biasa saja, hal itulah yang membuat nilai jualnya turun 20,7 juta Euro menjadi 35,7 juta Euro dari harga sebelumnya.

  • Andrea Belloti (Torino)

Merupakan berlian yang paling di incar pada musim panas lalu, pasalnya pemain 24 tahun tersebut mampu mencetak 24 gol bersama tim sekelas Torino dan digadang-gadang menjadi penyerang masa depan Italia meski Italia masih memiliki Balloteli dan Ciro Immobile namun public Italia menaruh harapan besar kepada Belloti terlebih setelah klub-klub besar yang telah siap menyiapkan dana guna menggaet sang pemain, mulai dari Manchester United, Real Madrid hingga Barcelona namun sang pemain memilih bertahan di Italia.

Langkah itu mungkin kerugian bagi Belloti namun keuntungan bagi klub yang ditolaknya pasalnya musim ini Belloti gagal mengulang tinta emasnya musim lalu dengan hanya mampu mencetak 6 gol dari 22 laga menyebabkan nilai jual sang pemain turun menjadi kisaran 60.6 juta Euro atau turun 21,4 juta Euro.

  • Thomas Lemar (AS Monaco)

Sama seperti Belloti, Lemar merupakan permata yang menjadi incaran para klub besar di Eropa. Dan salah satu yang paling ingin mendatangkan sang pemain ialah Arsenal yang saat itu sedang dilemma lantaran Sanchez akan segera meninggalkan Emirates Stadium. Banyak pihak menyebut, uang hasil penjualan Sanchez yang pada waktu itu hampir pasti berlabuh ke City akan digunakan seluruhnya untuk mendatangkan pemain 22 tahun tersebut namun kesepakatan batal lantaran Arsenal memilih menukarkan sang pemain dengan Henrikh Mikhtaryan.

Dan mungkin kesepakatan tersebut menguntungkan Arsenal, pasalnya Mikhtaryan mampu memberikan feedback positif terhadap tim sementara Lemar musim ini gagal bersinar yang membuat harga sang pemain turun sekitar 22 juta Euro menjadi 70,5 juta Euro.

  • Nathan Redmond (Southampton)

Nama Nathan Redmond mencuat saat laga Southampton menjamu Manchester City, kala itu Redmond berhasil tampil memukau dan bahkan di akhir laga dirinya dihampiri manajer City, Pep Guardiola. Atas kejadian tersebut banyak pihak mengatakan pemain 24 tahun itu akan segera berseragam City.

Rumor tersebut segera mendapat respons oleh klub sang pemilik pemain, Southampton yang langsung bergerak cepat dengan mematok harga tinggi untuk Redmond namun tampaknya hal tersebut hanyalah rumor dan kini nilai Redmond turun 22,3 juta Euro menjadi 44,5 juta Euro.

  • Nathaniel Clyne (Liverpool)

Pemain Liverpool lain yang mengalami penurunan harga, sama seperti pemain lain yang harga jualnya menurun, full back berusia 26 tahun tersebut juga mengalami penurunan sekitar 22.6 juta Euro yang disebabkan cidera yang berkepanjangan dan bahkan pada musim ini dirinya belum pernah tampil untuk The Reds.

Diprediksi mantan pemain Southampton tersebut baru akan tampil bulan Februari lalu namun hingga sekarang tidak ada tanda sang pemain akan menjalani debut keduanya bersama Liverpool. Kini nilai kontrak Clyne ditaksir berkisar 21.2 juta Euro hampir setengah dari harga awal.

  • Toby Alderweireld (Tottenham Hotspur)

Sebelum masuk bursa transfer awal tahun lalu, bek timnas Beligia ini menjadi rebutan beberapa klub lantaran performa impresifnya saat membantu Tottenham lolos ke fase knockout Champions League musim ini.

Namun cedera yang dialami sejak bulan November lalu membuat dirinya tak lagi menjadi rebutan, kini harga jualnya pun menurun menjadi 46,2 juta Euro atau turun sekitar 22,6 juta Euro.

  • Victor Wanyama (Tottenham Hotspur)

Satu lagi pemain yang harganya secara tiba-tiba melambung tinggi lantaran banyak klub yang tertarik setelah melihat performa sang pemain hanya dari satu laga big match. Victor Wanyama, gelandang bertahan Tottenham yang masuk sebagai pemain pengganti dan berhasil menciptakan gol cantik dari luar kotak penalti yang membuat kiper Liverpool, Simon Mignolet tak berkutik. 

Atas performa tersebut banyak klub yang mulai mengamati sang pemain dan harga pemain pun melambung tinggi namun pasca laga kontra Liverpool Wanyama seolah hilang dari peredaran dan membuat harganya turun 35,2 juta Euro menjadi 34,5 juta Euro atau setara dengan harga awal.

  • Neymar Jr (PSG)

Banyak pengamat dan pecinta sepak bola setuju bahwa PSG dan Neymar telah merusak pasar bahkan bursa transfer saat itu. Bagaimana tidak, 200 juta Euro untuk seorang pemain merupakan harga yang sangat gila bahkan klub seperti Barcelona tak kuasa melawan dana segar tersebut namun belakangan keputusan tersebut dinilai salah. Lantaran menurut laporan keuangan Barca, tim Catalan tersebut mengalami kerugian pada bursa transfer lalu meski berhasil menjual mahal Neymar namun mereka harus membayar lebih banyak untuk mendatangkan Dembele dari Dortmund serta Philippe Coutinho dari Liverpool.

Kini teori tersebut benar, Neymar mengalami penurunan nilai jual meski tak terlalu jauh dari harga yang harus di bayar PSG ke Barca, Neymar kini ditaksir 209 juta Euro atau turun 38 juta Euro, namun penurunan ini juga disebabkan karena cidera sang pemain yang diprediksi baru akan pulih hingga bulan juni nanti.

  • Ousmane Dembele (Barcelona)

Salah satu pemain yang terkena domino effect atas hengkangnya Neymar ke PSG. Kehilangan Neymar membuat Barca segera mencari pemain potensial lainnya yang bisa menambal pos yang ia tinggalkan dan Dembele di sebut sebagai pemain yang pas meski ia baru berusia 19 tahun kala itu. Dan Dortmund yang mengerti situasi keuangan Barca pasca menjual Neymar langsung melakukan Over Pricing kepada Dembele.

Barca yang dalam situasi tertekan mengingat bursa transfer akan segera berakhir mau tidak mau mengeluarkan dana sebesar 150 juta Euro untuk pemain yang bahkan belum memenangi gelar Eropa.

Dan keputusan yang dinilai banyak orang sebagai kesalahan tersebut terbukti benar. Harga yang tinggi untuk pemain yang belum berpengalaman membuat sang pemain tertekan dan gagal memberikan performa terbaiknya, dan kini harga Dembele pun merosot tajam menjadi 80,7 juta Euro atau turun sekitar 57,3 juta yang terhitung sejak enam bulan lalu.