Biarkan aku menyesap merah itu
sepasang pintu menuju nafasmu
agar kususuri lorong basah di sana
menjejaki lentur renjana
dengan bilah rindu meruncing racun

kan kukemas sekalian cecair
yang menderas pada gelora
setiap gerakmu dan aku
seraya hujan dan keriuhan

sampai ke sepertiga purna
kau akan terburu siuman
berahi dibiarkan tertinggal
pada setengah malam
ketika jalanan belum tidur benar

kau akan dengar aku berkata:
Kembalilah pada hatimu yang pendiam
kau tahu,
tempat kesunyian rebah di sampingmu. ~Sakari

 

Musim Bercinta

Kau lihatlah dua pohon itu bercinta
apabila hujan sampai
tepat waktunya
menggempur tanah
subur
sebelum rindu dilewati kemarau
hingga ranggas daunnya di tanah kering

Mati pun mereka tak suka
cintanya bersatu bila
hujan benar-benar tiba

tapi kemanakah ia,
hujan itu?

kau dan aku sedang dihampirinya.

 

Percuma

Namamu t'lah lama ada di sini
di ruang yang longgar
hanya beberapa kenangan basi
segera saja mereka pergi
tak tahan terus kumakan

Ah, tapi kau
tak lama akan jadi mereka
merayapi ruang-ruang yang kosong
lekas buas rajai malam,
siang
lalu di antara keduanya

makin pesat gelap juga
terang bergantian

sementara kita t'lah kehabisan
apa yang mereka sebut cinta.