Seorang wanita, baik berpendidikan tinggi ataupun rendah, tetap akan membelanjakan uangnya untuk kebutuhannya setiap hari. Untuk kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, kebutuhan rumah (misalnya : sabun, pasta gigi, pembersih lantai dan lain-lain). Kebutuhan bersosialisasi misalnya pergi dengan teman untuk sekedar jajan atau nonton, belanja di supermarket dan lain-lain.

Jika hanya sekedar mendapatkan gaji sekali dalam sebulan, kemudian dibelanjakan segala kebutuhan, ternyata sudah habis lebih dulu sebelum tiba waktunya untuk mendapatkan kembali gaji bulan berikutnya. Solusi untuk menyambung hidup adalah dengan berhutang. Apakah itu bijaksana?

Ada baiknya sebagai seorang wanita yang cerdas, kita mulai belajar berhitung. Bukan berhitung seperti anak-anak di sekolah, namun berhitung berapa uang yang masuk, dikurangi pengeluaran dalam sebulan dan masih ada sisa.

Ayo kita mulai belajar. Pertama-tama buat daftar pengeluaran rutin yang selalu ada tiap bulan. Pengeluaran rutin kita hitung per hari. Misalnya untuk makan dan transport. Sedangkan pengeluaran yang sifatnya lebih periodik kita pisahkan. Misalnya pembelian pulsa, bayar listrik dan air, belanja keperluan rumah. Dan yang paling penting adalah jika ada cicilan seperti rumah, motor, mobil dan lain-lain.

Setelah semua sudah ditulis, total dari pengeluaran harus lebih kecil dari pemasukan atau minimal sama. Jika pengeluaran lebih besar, harus ada yang dikurangi untuk menghindari kita dari hutang. Karena jika berhutang, bukannya pengeluaran akan semakin kecil tapi justru akan lebih besar di bulan-bulan berikutnya. Jadi hindari hutang.

Baca Juga: Hemat Uang Sayur

Nah, sekarang apa yang dikurangi? Tidak mungkin makan 3x sehari dikurangi jadi 2x, kecuali kalau memang untuk tujuan diet. Caranya mengurangi adalah dengan mengganti daging dengan telur, atau paling tidak mengurangi porsinya, maka otomatis anggaran akan berkurang. Begitu juga dengan pengeluaran yang lain, usahakan bisa dikurangi dengan mengganti dengan yang lebih murah tanpa mengurangi nilainya.

Dibutuhkan hanya satu hal yaitu kedisiplinan. Tanpa kedisiplinan, hidup yang akan datang pasti akan jadi semakin sulit. Karena selain nilai uang akan jadi semakin turun, produktifitas juga akan berkurang.

Kesulitannya adalah bagaimana jika tidak ada lagi yang bisa dikurangi? Satu-satunya jalan adalah dengan menambah penghasilan. Berbagai cara bisa dilakukan untuk menambah penghasilan:

Jual barang yang sudah lama tak terpakai

Barang-barang di dalam rumah pasti banyak yang sudah lama tidak terpakai lagi. Baju yang kekecilan atau sudah rusak mungkin bisa disumbangkan saja untuk mereka yang membutuhkan. 

Kertas, karton, barang-barang elektronik yang sudah rusak, plastik dan besi bisa dijual di tukang rosok (orang yang usahanya jual beli barang bekas), biarpun sedikit tapi tetap ada nilainya. Sedangkan barang-barang yang masih bagus tapi sudah tidak dipakai bisa dijual dengan harga yang pantas.

Hasilkan sesuatu dengan ketrampilanmu

Misalnya membuat kue, menjahit, memasak, membuat hasil karya dari barang bekas. Hal-hal ini bisa dijual online atau dengan cara pesanan. Ketrampilan ini dapat dipelajari secara otodidak melalui internet. Banyak tutorial yang tersebar di internet yang dapat dipelajari secara gratis.

Ambil peluang sebagai reseller atau dropshipper

Ini adalah menjual barang tanpa barang. Caranya melalui gambar katalog, baik itu berupa cetakan maupun file di handphone kita.

Arti reseller adalah membeli dalam jumlah tertentu untuk dijual kembali dan mendapatkan harga yang lebih murah. Sedangkan dropshipper adalah setelah ada pesanan, barang akan langsung dikirim dari produsen ke konsumen tanpa melalui kita sebagai penjual.

Jual jasa atau layanan

Jika punya hobi menyanyi bisa ikut di grup yang tampil di acara-acara tertentu, dan mendapatkan imbalan. Atau menjadi guru bimbingan belajar, guru privat melukis, guru musik, dan lain-lain.

Bekerja paruh waktu

Ambil pekerjaan di luar pekerjaan utama, misalnya sebagai asisten dokter. Mengambil barang produksi untuk bisa dikerjakan di rumah juga termasuk dalam hal ini, seperti melipat cetakan undangan dari percetakan sehingga siap dikirim.

Ini adalah contoh-contoh untuk bisa menambah penghasilan jika memang tidak bisa lagi mengurangi pengeluaran. Pada sebagian besar orang, akan lebih baik menambah penghasilan daripada harus mengurangi pengeluaran, karena pengeluaran itu adalah gaya hidup yang sulit sekali untuk dirubah biarpun peluang untuk berubah itu ada.

Sekali lagi adalah kedisiplinan untuk dapat mengatur keuangan pribadi. Jika keuangan pribadi sudah baik, maka pasti keuangan keluarga akan dapat diatur dengan lebih baik. Yang akan menghasilkan kehidupan yang teratur dan lebih baik lagi. Semua ini untuk persiapan menghadapi masa tua sehingga tidak bergantung pada orang lain.