Kalau dipikir-pikir, mikir itu Melelahkan. Saat tubuh sudah lelah dan ingin mengistirahatkan diri, otak tetap tidak bisa berhenti untuk berpikir. Tapi kalau dipikir-pikir lagi aturannya, kita harus bersyukur masih bisa mikir dan masih punya pikiran. Coba kalau hilang pikiran? Gimana, tuh? Lagi-lagi, overthinking!

Overthinking adalah keadaan di mana seseorang sering berpikir secara berlebihan. Sesuatu yang terjadi pada semua orang di beberapa titik tertentu, dan itu adalah bagian dari masalah kehidupan. 

Tetapi jika kamu merasakan dirimu sedang terus-menerus berjuang melawan balapan pikiran yang tidak dapat dikendalikan, kamu mungkin mengalami gangguan overthinking dan bisa saja menyebabkan gangguan pada mental atau mental disorder.

Mental disorder adalah gangguan mental atau kelainan mental. Kondisi ini bisa terjadi karena banyak faktor : faktor sosial dan faktor psikologis. Salah satunya karena kerusakan pada otak karena terus-terusan dipakai untuk berpikir tanpa beristirahat.

Dalam kajian ilmu Psikologi, kebanyakan atau keseringan berpikir bukanlah hal yang baik untuk kesehatan mental. Ini bisa menjadi penyakit mental yang membahayakan diri, apalagi jika terlalu berlebihan mencemaskan sesuatu.

Pikiran yang tidak bisa dikendalikan itu membuat metabolisme tubuh semakin cepat menghabiskan energi karena harus bekerja berkali-kali lipat untuk menyeimbangkan diri. Dampak buruknya, bisa mengantuk dan mudah lelah saat menjalani rutinitas.

Memikirkan sesuatu yang bahkan belum terjadi dan cemas berlebihan, Overthinking, dikategorikan sebagai salah satu jenis gangguan psikologis (psychological disorder) yang membrikan dampak negatif yang sangat mengganggu, baik untuk kesehatan kejiwaan maupun fisik penderitanya. Pada waktu-waktu dan situasi tertentu, kebiasaan buruk  ini bisa berakibat fatal.

Pernahkah kamu mendengar Obbessive Thinking Disorder? Yakni gangguan pikiran obsesif atau gangguan gangguan obsesif kompulsif yang merupakan jenis gangguan kecemasan yang memperbudak diri seseorang dalam lingkaran setan pikiran dan perilaku. Penderita gangguan ini sering merasa terganggu oleh serangkaian pikiran dan obsesi yang diciptakan oleh pikirannya sendiri.

Saat ini terjadi, orang akan merasakan berada di luar kendali dirinya sendiri. Sekitar 3,5 Juta orang dewasa dan 1,2 Juta anak di Amerika Serikat (AS) mengalami kondisi ini. Kasus ini terjadi pada pria dan wanita, terlepas dari ras atau latar belakang budaya. Kondisi ini adalah gangguan mental keempat yang paling umum didiagnosis sebagai diabetes melitus dan asma.

Baiklah, bagaimana solusinya biar tidak terus-terusan mengidap overthinking?

Banyak orang yang pernah mengidap gangguan ini dan belum sepenuhnya sembuh hingga kini. Di antara tips atau solusi dibawah ini sudah ada yang menerapkan dan lumayan bisa memberikan hasil yang baik.

Daripada berlama-lama terjebak dalam kebiasaan tak baik itu, Yuk simak 8 hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya:

1. Membuat Visi dan Misi hidup

Dengan memiliki tujuan dan bagaimana mewujudkan tujuan hidup, tentu akan membuat kita lebih fokus pada pencapaian tujuan hidup. Sebaliknya, jika kita tidak memiliki tujuan hidup pasti pikiran akan melantur kemana-mana, bingung, dan cemas akan melakukan apa dan bagaimana.

2. Jangan Simpan masalah

Ceritakan masalah kita kepada orang yang kita percayai. Menceritakan masalah yang sedang kita hadapi bisa menjadi pereda kecemasan. Setidaknya teman kita pasti memberi beberapa petuah atau sekadar dukungan.

3. Tuangkan melalui tulisan

Jika tidak ada yang bisa kita percaya dan mau diajak berbagi atau malu-malu bercerita, atau mungkin tidak ingin orang tahu masalahmu, kita bisa coret-coret di buku diary tentang apa yang terkurung dan menguasai benak kita.

4. Jangan Terlalu Sering Menyendiri

Lama sendiri... nah ini pemicu overthinking semakin merajalela. Jangan terlalu menyendiri, cobalah bersosialisasi dengan teman-teman atau tetangga. Mengurung diri hanya akan membuat kita memikirkan hal yang tidak penting untuk dipikirkan secara berlebihan.

5. Olahraga

Selain karena terlalu asyik sendiri, overthinking muncul karena tidak ada aktifitas untuk dikerjakan. Aktivitas fisik seperti olahraga setidaknya bisa membuat kita tidak berdiam diri dan tidak punya waktu untuk terus memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak penting.

6. Bersenandika

Bersenandika itu gimana sih? Bicara pada dirimu sendiri. Katakan “saya tidak perlu memikirkan hal yang seperti ini, semua akan baik-baik saja. Semua pasti ada risiko”. Lakukan berulang kali. Jangan berusaha melupakan, karena melupakan hanya akan membuat sesuatu kian bermunculan, bukannya hilang.

7. Jangan menuntut diri untuk perfeksionis

Sadari saja semua tidak akan jadi sempurna karena kita manusia bukan Tuhan. Kita hanya perlu melakukan sesuatu sebaik-baiknya, maka tanpa sadar pekerjaan itu akan sempurna dengan sendirinya.

8. Sadari dan cari tahu penyebabnya

Ini yang paling penting, yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa kita memiliki kebiasaan overthinking. Tenangkan pikiran. Cari sumber masalahnya, apa sebenarnya yang bersarang di kepala kita selama ini. Tulislah dan coret hal-hal yang tidak perlu dipikirkan.

Nah, itu dia beberapa tips menghadapi Overthinking  yang dirangkum dari berbagai sumber. Mulailah mengenali diri sendiri. Jika sadar akan kebiasaan buruk yang kita punya. Segeralah mengubah dan mencari solusinya. Ingat! Perbaiki dari sekarang. Selamat mencoba, Yuk lebih santai menjalani hidup.

Jika bisa memecahkan masalah sekarang, maka pecahkan. Jika tidak, apa salahnya menunda kekhawatiran besok, kemudian besoknya lagi.