Jakarta - Wajahnya bangsa akan bertarung dan menjadi tontonan di Dunia dalam kegiatan olahraga yang bergengsi dan merupakan "olahraga musim panas yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali, olahraga yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 1996 diadakan oleh 'Komite Olimpiade Internasional' pertandingan olahraga ini menampilkan cabang olahraga terbanyak dibandingkan yang lainnya".

Yang menjadi tuan rumah olimpiade tahun 2020 "Tokyo - Jepang" dilaksanakan dari tanggal 23 Juli sampai dengan 7 Agustus tahun 2021. Dari "33 cabang olahraga" yang akan di pertandingkan diikuti oleh 205 Negara serta melibatkan "339 event" dari seluruh kegiatan cabang olahraga yang akan di pertandingkan. Setelah memperjuangkan ganasnya Covid-19, maka "selama olimpiade berlangsung tetap mengikuti protokol kesehatan dan tidak diperkenankan ada penonton".

"Adapun cabang olahraga yang akan dipertandingkan" Akuantik, Anggar, Angkat Besi, Atletik, Balap sepeda, Berkuda, Bola Basket, Bola tangan, Bola voli, Bulutangkis, Dayung, Gloft, Gulat, Judo, Kano, Karate, Layar, Menembak, Panahan, Panjat tebing, Senam, Sepak bola, Takewondo, Tenis, Tenis meja, Tinju, dan masih ada cabang olahraha lainnya. Dari jumlah "cabang olahraga tersebut, Indonesia sendiri mengirim atlet yang masuk kualifikasi berdasarkan masuk peringkat atau rangking kelas dunia".

"Kemudian cabang olahraga yang diikuti Indonesia" di Olimpiade Tokyo tahun 2021 sebanyak 8 "Cabor" diantaranya "bulu tangkis (11 atlet), angkat besi (5 atlet), panahan (4 atlet), atletik (2 atlet), rowing (2 atlet), renang (2 atlet), menembak (1 atlet), dan selancar (1 atlet)". Jadi total atlet yang berlaga di Olimpiade Tokyo sebanyak 28 orang walaupun hanya diikuti 8 cabang olahraga, masyarakat Indonesia mendukung sepenuhnya "atlet Indonesia agar membawa pulang kemanangan dan medali" sebagai kebanggan putra-putri terbaik bangsa.

Selanjutnya saya akan meguraikan "konsep ringan dan berpikir dasar" untuk Indonesia menghasilkan atlet yang berkualitas :

#1.Ilustrasi dan Rileksasi Anak Bangsa :

Dari seluruh cabang olahraga yang diikuti seharusnya "menjadi challange pemerintah Indonesia" untuk menyeleksi seluruh masyarakat Indonesia sejak dini baik yang di perkotaan maupun yang di pelosok nusantara. Sehingga bisa "menemukan kualitas terbaik calon atlet Indonesia" untuk masa akan datang, memang memerlukan waktu yang panjang dan dipersiapkan serta proses latihan yang secara terus-menerus. 

Masih banyak "anak-anak muda Indonesia yang mempunyai prestasi" terutama di bidang olahraga yang sesuai dengan hoby dan kesenangan individu masing-masing. Dengan mudahnya memilih anak Indonesia yang mempunyai bakat sesuai dengan bidang olahraga yang ditekuninya, sehingga memberikan pelatihan dan pengembangan bakat olahraga yang menjadi pilihan mereka. Hal ini tentunya butuh "dukungan dari pemangku kepentingan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah".

"Prestasi dan bakat anak bangsa" bila tidak diasah "ibaratkan pisau akan tumpul", dan tidak bermakna dengan baik maksudnya bila diperhatikan "akan meningkatkan kualitas kemampuan dan keterampilan dari setiap anak bangsa tersebut". Memang harus disadari juga bahwa bangsa Indonesia baru tahap akan maju dari kegiatan olahraga, dengan demikian membutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang. 

#2.Keunggulan Atlet Indonesia Di Olimpiade Tokyo :

Saat ini atlet Indonesia masih unggul di "cabang olahraga bulutangkis" yang mana pertandingan di hari pertama sabtu (24/07/2021) atlet Indonesia memenangkan pertandingan dengan keterangan : Apriyani Rahayu/Greysia Polli menang atas Malaysia (ganda campuran dengan skor 21:14 & 21:17), Jonatan Christie menang atas team atlet pengungsi (Tunggal putra dengan skor 21:8 & 21:14).
***
Praveen jordan/Melati daeva oktavianti menang atas Australia (Ganda campuran dengan skor 20:21, 21:17 & 21:13), Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Gideon Femaldi menang atas Britania raya (Ganda putra dengan skor 21:15 & 21:11) dan Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan menang atas Kanada (Ganda putra dengan skor 21:12 & 21:11).

Dari kelima pertandingan bulutangkis hari ini Sabtu (24/7/21), atlet Indonesia akan melanjutkan "pertandingan selanjutnya menghadapi lawan yang lebih berat lagi", namun peluang untuk "mendapatkan medali emas masih terbuka luas". Kita harus percaya bahwa cabang olahraga bulutangkis, Indonesia boleh dikatakan "hebat dan unggul" terutama yang bisa dihandalkan ganda putra yang saat ini menduduki peringkat 1 dan peringkat 2 dunia.

Selain memenangkan pertandingan bulutangkis. Atlet Indonesia "cabang olahraga angkat besi 'Windy cantima aisah' meraih juara 3 dan mendapatkan medali perunggu". Sebagai peraih medali pertama, tentunya menjadi kebanggan masyarakat Indonesia dalam memperjuangkan kemenangan cabang olahraga angkat besi, semoga cabang olahraga yang lainnya mendapat medali juga tentunya harus "meraih kemanangan  dan mendapatkan juara"

#3.Harapan Olimpiade Tokyo :

"Menjadi tujuan semua bangsa" bahwa atlet ingin membawa medali pulang sebagai hadiah untuk Negaranya masing-masing. Kegiatan olahraga terkadang memang sulit ditebak juga karena, seluruh atlet dunia berkumpul dan "belomba-lombah untuk meraih kemenangan" dan tentunya mendapat juara, sehingga bisa membawa medali pulang. Rasa tegang dan percaya diri perlu di dukung oleh "team support dan dengan mental yang kuat".

"Pukulan kecil terhadap sebuah Negara" apabila para atletnya tidak bisa membawa medali pulang. "Perasaan malu dan gengsi" sudah pasti dirasakan para atlet, para pelatih dan team support lainnya, namun harus merima "kenyataan yang dihadapi oleh seluruh para kontingen" yang belum menampilkan terbaik saat pertandingan berlangsung. Walaupun sebagai pertisipasi mengikuti Olimpiade Tokyo, bukan alasan juga bahwa tidak ada persiapan yang matang.

"Kebanggan dan kebahagian" tentu dirasakan juga bagi para atlet bisa membawa  medali pulang. Itulah pertandingan dalam olahraga pasti ada lawan sebagai motivasi untuk lebih giat berlatih dari semua cabang olahraga "Cabor". Jauh dari persiapan selama empat tahun kedepan, kesempatan untuk "konsisten berlatih" dalam semua hal dan sebagai intropeksi Negara, mengapa belum bisa membawa medali pulang.

Sebagai bahan "evaluasi dan perbaikan" hasil pertandingan Olimpiade Tokyo "menjadi tanggung jawab pemerintah dari Negaranya masing-masing" melalui para pelatih cabang olahraga yang diikuti para kontingen tersebut. Sehingga lebih mudah melakukan "langkah-langkah kongkrit" untuk memperbaiki apa yang menjadi kekurangan dari kegiatan pertandingan olahraga di Olimpiade Tokyo tahun 2020.

"Generasi penerus merupakan wajah bangsa" yang harus dipelihara sejak dini dan jangan biarkan "anak bangsa putus asa" karena prestasinya tidak dihargai. Kalau tidak sekarang, kapan lagi untuk mencari dan mengumpulkan SDM yang berkualitas terutama semua cabang olahraga.