Kertas adalah suatu media alat tulis yang sangat diperlukan oleh manusia untuk menulis. Dilansir dari penemu.co menyebutkan bahwa menurut sejarah kertas ternyata sudah ditemukan di masa lampau oleh orang China. Ia bernama Cai Lun (Ts’ai Lun). Cai Lun adalah orang yang berkebangsaan Tionghoa yang lahir pada zaman Dinasti Han yang sudah ada pada abad ke 1 Masehi. Cai Lun sendiri lahir di daerah Guiyang namun sekarang nama wilayahnya adalah Provinsi Hunan, Cai Lun ini nama lengkapnya adalah Cai Jungzhon. Ia diperkirakan lahir pada tahun 50 Masehi. Cai Lun mendapat ide membuat kertas ini dari kulit pohon, sisa sisa rami, kain kain, dan juga jaring ikan. Nah, dulu Cai Lun membuat kertas yang terbuat dari kulit kayu murbei.

Bagian dalam dari kulit kayu murbei ini didalamnya direndam di dalam air dan dipukul-pukul sampai seratnya terlepas. Bersama dengan kulit, direndam juga bahan rami, kain bekas, dan jala ikan. Setelah menjadi bubur, bahan ini ditekan hingga tipis dan dijemur. Hingga kemudian jadilah kertas, meskipun tentunya tidak sebagus dengan kertas sekarang ini. Namun penemuan ini sangat penting dalam kehidupan umat manusia.

Di tahun 105 M (Seratus Lima Masehi), Cai Lun memperkenalkan dan mempersembahkan kertas temuannya kepada Kaisar Dinasti Han. Catatan tentang penemuan kertas ini terdapat dalam penulisan sejarah resmi Dinasti Han. Kaisar amat girang atas penemuan Cai Lun, dan Cai Lun pun naik pangkat, mendapat gelar kebangsawanan dan menjadi cukong (Pengusaha yang memiliki kekayaan besar dan terkenal di mana mana). Cai Lun sendiri wafat pada tahun 121 Masehi.

Hingga sekarang dunia mengenal Cai Lun sebagai penemu Kertas yang merupakan salah satu penemuan terpenting sepanjang peradaban manusia dimana sebelumnya orang-orang lebih banyak menggunakan media kulit binatang atau pelepah pohon seperti yang digunakan bangsa arab dan mesir kuno sebagai media tulis menulis.

Kertas memang amat penting bagi kehidupan, betapa tidak sebab dulu orang-orang berkirim surat tentu memakai kertas. Saat pertama kali belajar menulis, yang menjadi media adalah kertas. Sudah sejak dulu ada banyak hal yang bergantung pada kertas, fungsinya dalam kehidupan amatlah penting. Selembar kertas dan pensil adalah media pertama yang saya ketahui sebagai alat tulis ketika tahun 2001 saya mulai masuk sekolah, saat itu segala jenis kertas seperti kalender, undangan pernikahan, kardus, dan sebagainya saya kumpulkan untuk ditulisi atau menjadi media tempat saya menggambar.

Kertas memiliki fungsi yang sangat memengaruhi masa kecil saya bahkan hingga sekarang. Kertas sudah berperan besar dalam melipat gandakan kebahagiaan-kebahagiaan kecil, bahkan kertas membuat saya menjadi lebih kreatif, pasalnya saya sangat menyukai kerajinan tangan dan karya seni dari kertas.

Buku-buku yang sangat saya sukai juga terbuat dari kertas, dan uang sebagai alat tukar juga terbuat dari kertas. Tidak, kita tidak bisa menyingkirkan peranan besar kertas dalam kehidupan. Dan oh iya tentu kita sangat membutuhkan media online, namun pernahkah mendengar ungkapan begini? ‘Jika saya tidak melihat tinta hitam di atas kertas putih, maka saya tidak akan percaya.’ Ungkapan tersebut menegaskan pada kita bahwa ada sesuatu yang tak bisa dilakukan media online, pun jika hal tersebut bisa mungkin saja kita tidak terlalu memercayainya seperti surat perjanjian yang membutuhkan tanda tangan, atau kontrak pekerjaan dan lain sebagainya. Secara pribadi saya memang lebih suka mengonsumsi hard-copy daripada soft-copy. Bukan karena apa-apa, hanya saja terasa lebih sakral seperti pada moment membaca buku, koran dan majalah.

Kembali lagi pada masa kecil, kertas memang sudah mencuri perhatian dengan fungsinya yang menakjubkan. Saya bisa mengabadikan banyak hal di kertas, tulisan-tulisan saya yang saat itu lebih mirip cakaran ayam namun masih ada dan masih bisa saya lihat sekarang ini. Pada saat saya menjadi juara kelas, hadiah yang diberikan oleh guru adalah tumpukan buku tulis, saya sangat senang karena bisa menulis dan menggambar lebih banyak dari biasanya.

Percikan kebahagiaan di masa kecil dan masa remaja tak luput dari peran kertas dalam kehidupan saya, terlebih ketika beranjak masuk Sekolah Menengah Atas saya suka menggambar pola-pola baju sebab dulu saya bercita-cita menjadi seorang fashion designer. Kertas mengabadikan banyak kenangan, membuat hal-hal kecil terekam jelas di ingatan. Tak terlupakan dan bagiku disana ada kebahagiaan.

Lalu, sekarang saya mulai tersadar bahwa kertas seolah perlahan mulai terlupakan. Padahal saya ingat betul dulu teman satu kelas kerap kali membuat pesawat terbang dan kapal dari kertas. Main titip salam lewat pesawat terbang dari kertas kemudian saat hujan tiba perahu kertas pun berlayar. Sekarang jika menanyai lagi teman-teman saya, sebagian besar banyak yang lupa bahwa dulu kertas pernah membuat bahagia berada di level puncaknya.

Di masa sekarang ini anak-anak sekolah lebih suka menunduk bukan membaca buku melainkan asyik dengan gadget, bahkan ketika hujan jarang ditemui main perahu kertas, mereka justru meringkuk sambil main gadget. Dulu dan sekarang memang tak bisa dibandingkan sebab terpengaruh oleh kemajuan zaman, namun bagiku kertas tak boleh dilupakan. Dari sekolah tingkat taman kanak-kanak, kertas sangat dibutuhkan untuk mengajarkan praktik seni lipat, origami dan lain-lain.

Dalam kehidupan kita bahkan tak terlepas dari kertas, coba periksa dompet kita pasti isinya kertas seperti uang dan kartu nama. Pembungkus makanan juga ada banyak yang terbuat dari kertas, media cetak, karya seni, alat tulis hingga pelindung untuk pengiriman barang seperti kardus juga terbuat dari kertas. Renungkan kembali tentang kebutuhan kita akan kertas. Ingat lagi betapa dulu ketika kecil kita sangat senang diberi buku dan pensil, betapa semangatnya kita mencoret-coret kertas sekalipun yang kita gambar hanyalah benang kusut namun, kita senang. Kertas membuat kita bahagia. Kertas membuat kenangan kita menjadi lebih indah.

Potongan persegi kertas putih yang begitu suci, dulu kita bahagia hanya dengan memiliki dan menggambari. Kertas, menyulap lembaran demi lembaran menjadi kenangan yang amat dirindukan. Kertas mengabadikan potret-potret masa lalu yang tercetak sedemikian rupa, kertas mengekalkan berita, dan menerbitkan karya. Hidup memang tak lepas dari kertas jika kita menyadari hal itu.

Ketika kita mengenal dunia, kita akan diperkenalkan dengan kertas terlepas dari apapun aktivitas. Dalam kehidupan kita sehari-hari fungsi kertas sangat banyak, diantaranya; berfungsi sebagai alat tulis yaitu kertas yang menjadi wadah atau tempat menulis dan menggambar sesuatu, kertas berfungsi sebagai wadah pembungkus makanan contohnya kertas nasi, berfungsi sebagai bahan media cetak contohnya seperti koran dan majalah, berfungsi sebagai bahan utama produk kertas contohnya seperti kalender dan buku, kertas juga berfungsi sebagai bahan pembuatan karya seni contohnya seperti kertas origami dan kertas lipat, kemudian kertas berfungsi sebagai bahan pelindung untuk pengiriman barang-barang contohnya seperti kardus, sebagai pembersih contohnya tisu, lalu kertas sebagai dokumentasi suatu peristiwa misalnya cetak foto yang membutuhkan kertas, kemudian fungsi kertas lainnya yaitu sebagai bahan untuk media pemasaran contohnya pamflet dan banner.