Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki hobi menonton drama Korea, judul ini pasti terdengar familiar. Ya, esay ini berjudul sama dengan salah satu drama Korea yang sempat popular di tahun 2013 yaitu My Love from Another Star

Dibintangi oleh Jun Ji Hyun dan Kim Soo Hyun sebagai pemeran utama, drama ini berkisah tentang Do Min Joon yang berasal dari Planet KMT 184.05 yang terdampar di Bumi selama 400 tahun. Pada kenyataannya, Planet KMT 184.05 hanyalah planet fiktif belaka.

My Love from Another Star bukan satu-satunya drama atau film science fiction yang mengambil tema tentang makhluk ekstraterestrial. Sebelumnya India juga meluncurkan genre yang sama berjudul Koi Mil Gaya

Amerika pun memiliki dua film yang bukan hanya bertema makhluk ekstraterestrial, tapi juga penjelajahan dan perang antara galaksi yang terkenal ke seluruh dunia, Star Trek dan Star Wars. Keempat fiksi popular ini bermula dari dua pertanyaan yang sama, tentang asal-usul kehidupan dan mungkinkah ada kehidupan selain di Bumi.

Saat masih kecil, saya bersyukur tinggal di desa yang bersih dari polusi cahaya sehingga hampir tiap hari saya dan seorang teman bebas menjelajah langit malam. Kami tidak sebatas menatap kagum bintang yang berkilauan, kami pun mencari letak dari 12 rasi bintang yang popular berdasarkan petunjuk yang kami baca dari Majalah Bobo. 

Sembari memandangi langit malam, kadang saya berspekulasi bahwa bisa jadi pada detik ini, dari planet yang berjarak sekian tahun cahaya dari bumi, sekelompok makhluk juga memiliki pertanyaan yang sama, mungkinkah ada kehidupan selain di planetnya?

Alam semesta sepertinya memang ditakdirkan untuk selamanya menjadi misteri. Semenjak manusia mulai mengembara dan mengenal kata-kata, sudah sekian ribu ilmuwan yang mencoba memecahkan misteri alam semesta yang bahkan tidak sampai sepersekian persen. 

Galileo rela dipenjara karena menemukan bahwa bumi mengelilingi matahari dengan teleskop sederhana buatannya, hal yang bertentangan dengan dogma yang dulu dipercaya pada zamannya yaitu paham Geosentris, Bumi sebagai pusat tata surya. Begitu pula dengan Nicoulas Copernicus yang dikecam oleh sesama bangsanya dan Johannes Kepler yang terusir dari negaranya.

Salah satu misteri popular hingga saat ini adalah tentang awal mula terbentuknya alam semesta serta kemungkinan adanya kehidupan selain di Bumi, planet kita, rumah kita, habitat berbagai macam organisme mulai dari Bacteria sampai Animalia

Berdasarkan kajian kosmologi, bentuk awal dan perkembangan alam semesta berasal dari sebuah peristiwa bernama ledakan dahsyat, The Big Bang

Menurut teori ini, alam semesta awalnya dalam keadaan yang sangat panas, padat dan mengembang secara terus-menerus hingga melahirkan miliran galaksi yang bermukim di dalamnya miliaran bintang lengkap dengan tata suryanya.

Dalam bukunya, Cosmos, Carl Sagan menuturkan, Di segelintir planet dalam galaksi Bimasakti, mungkin tidak pernah muncul. Di planet lain, kehidupan mungkin pernah muncul namun kemudian punah. Sedangkan di segelintir planet, kehidupan bisa jadi telah mengembangkan kecerdasan dan peradaban yang lebih maju daripada kecerdaan dan peradaban kita”. 

Kehidupan diluar bumi, jikalau memang ada, seperti apakah bentuknya? Apakah seperti Jagu di film Koi Mil Gaya ataukah bentuk anatomi dan fisiologisnya persis seperti kita, spesies manusia yang tinggal dan berevolusi selama miliaran tahun di Bumi.

Menurut salah satu teori evolusi, kehidupan muncul di Bumi sekitar 4 miliar tahun yang lalu. Tanda-tanda kehidupan awal di Bumi sangatlah sederhana. Pada saat itu, kilat dan sinar ultraviolet dari matahari memecah molekul sederhana yang kaya hidrogen di atmosfer primitif. 

Produk hasil akhir dari serangkaian proses ini adalah semacam sup organik yang darinya terbentuklah apa yang kita kenal dengan nama DNA atau deoxyribonucleic acid.

Semua makhluk hidup di Bumi tersusun dari molekul organic yang didalamnya karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen berperan penting. Sedangkan diluasnya alam semesta dengan miliaran galaksi dan bintang, terdapat atom-atom gas dan debu serta zat organik. 

Jumlah molekul organik tersebut melimpah bahkan bahan-bahan penyusun kehidupan ada dimana-mana, tersebar di jagad raya yang gelap, dingin dan sunyi. Jika kehidupan di bumi saja terbentuk dari zat organik sederhana, bukan tidak mungkin bentuk kehidupan lain juga terdapat di planet atau galaksi lainnya.

Planet kita, Bumi, adalah satu dunia dari banyaknya kemungkinan dunia lainnya. Seandainya nanti, entah berapa ratus atau ribu tahun lagi tabir ini terungkap, bukan tidak mungkin gambaran masa depan seperti bercocok tanam di Mars atau perang antar galaksi akan benar-benar terjadi. 

Tidak menutup kemungkinan juga nantinya hubungan long distance relationship bukan sebatas antar kota dalam provinsi, negara atau benua, tapi sudah antar galaksi. 

Jadi, beberapa ledekan untuk orang yang masih single mungkin nanti akan berganti menjadi, “Jodohnya ada di planet lain”. My love from another star mungkin saja terjadi. Mungkin saja.