Kembali grup komunitas LIKE Indonesia merencanakan penyelenggaraan webinar dengan tema “Misteri Transmutasi Seksual”, demikian Ric Erica mempromosikan acara tersebut. E-flyer sudah berseliweran di timeline saya dan juga notifikasi sering terdengar setiap kali ada yang mengomentari postingan tersebut.

Sebenarnya istilah transmutasi seksual ini sudah tidak asing bagi dunia filsafat dan juga psikologi. Arti transmutasi sendiri adalah mengarah pada perubahan bentuk atau mengalihkan dan menyalurkan. Sedangkan arti seks dalam konteks ini diartikan sebagai energi seksual yang mengarah pada hasrat dan keinginan, serta mood yang ada dalam bentuk berahi kepada hubungan seksual.

Saya menemukan istilah transmutasi seksual ini pertama kali sekitar tahun 90-an saat mengikuti salah satu bisnis MLM (Multi Level Marketing) dan diwajibkan membaca buku berjudul “Berpikir dan menjadi Kaya” karya Napoleon Hill yang belakangan saya tahu ternyata ditulis pada 1930. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa transmutasi seksual merupakan salah satu langkah dalam mencapai kesuksesan dalam bidang keuangan.

Transmutasi seksual dalam arti umum adalah kemampuan untuk mengubah atau menyalurkan energi terbesar dalam tubuh manusia, yaitu energi seksual menjadi bentuk lain, yaitu aktivitas pemikiran dan kreativitas lainnya, bukan lagi penyaluran dalam bentuk fisik. Ini sesuai dengan hukum kekekalan energi dalam ilmu fisika yang mengatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, tetapi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk energi lainnya.

Sebagian kalangan mengatakan bahwa kemampuan transmutasi seks ini bisa dilatih dengan pola hubungan seksual yang sehat dalam frekuensi teratur, mengelola emosi agar lebih stabil dan mampu menjaga pemenuhan kebutuhan jasmani agar tidak berlebihan. Keberhasilan transmutasi seks umumnya mulai terlihat di umur 40 tahun ke atas, karena sebagai manusia, usia ini merupakan puncak kesempurnaan emosi dan batin manusia dalam pemahaman arah kehidupan. Di tahap inilah manusia menjadi jauh lebih bijaksana.

Untuk dapat melatih kemampuan transmutasi dengan lebih terperinci bisa didapat dari dunia yoga, seperti yang pernah saya pernah baca dari page Kriya Yoga Nusantara di FB. Mereka mengatakan bahwa  energi seksual dapat ditransmutasikan dengan cara menyeimbangkan cakra seks yang berada dua jari di bawah pusar dengan cakra mata ketiga yang berada di kening.

Transmutasi seks dapat dilakukan dengan cara duduk hening sambil meniatkan mengalirkan energi seks yang berpusat dua jari di bawah pusar ini menuju ke titik di sela alis di mana terletak cakra mata ketiga. Diperlukan waktu sekitar 15-30 menit setiap kali melakukan latihan. 

Dampaknya baru dapat dirasakan setelah berlatih minimal tiga (3) minggu, demikian dijelaskan di page tersebut. Mungkin jika berminat mempelajari hal ini lebih lanjut, bisa mencari praktisi yoga yang juga mendalami dunia spiritual untuk membimbing kita.

Lebih lanjut dijelaskan, ketika Anda mulai merasa lebih percaya diri, lebih memperhatikan penampilan, terheran-heran mendapati relasi atau kenalan terkesan setelah bersalaman atau berkomunikasi dengan Anda, itu sebagian dari tanda-tanda yang menunjukkan transmutasi seks sudah bekerja. 

Keinginan akan ekspresi seksual bisa diberikan penyaluran lain yang akan memperkaya ekspresi tubuh dan jiwa, apabila dijinakkan dan diarahkan, daya motivasional ini bisa dimanfaatkan sebagai suatu daya kreatif yang dahsyat untuk melahirkan karya sastra, seni, dan untuk tujuan lain, termasuk mengumpulkan kekayaan.

Energi seksual yang dimiliki seseorang jelas berbeda, secara lahir energi ini terpancar dari aura atau daya tarik seksual, getarannya bisa dirasakan secara sederhana lewat jabat tangan, intonasi suara dan kewibawaan yang terpancar. Maka beruntunglah mereka yang memiliki energi seksual yang berlimpah, karena ini adalah anugerah.

Dengan kemampuan mengubah energi seksual sebagai sebuah energi yang sangat dahsyat pada energi kreatif atau semangat serta motivasi tadi, maka tentu saja dampak dan pengaruhnya akan membawa seseorang ke puncak kesuksesannya.

Dengan latihan, energi seks menjadi berubah menjadi getaran lebih tinggi dan mengalir terarah ke atas. Bersamaan dengan getaran yang meningkat, frekuensi keseluruhan dari spiritualis juga meningkat. Ini adalah lebih mengarah ke peningkatan ukuran Spiritual Cord para praktisi. 

Ketika Spiritual Cord meningkat, koneksi dengan jiwa tertinggi juga meningkat. Sangat masuk akal untuk menyatakan bahwa dengan berlatih transmutasi seksual, maka kesadaran penyatuan dengan jiwa yang lebih tinggi dapat dicapai.

Konsep Brahmacharya

Kata Brahmacharya yang sering dipahami sebagai selibat seksual memiliki makna yang jauh lebih dalam. Sementara Acharya berarti yang berbuat, berarti Brahman Allah. Demikian, kata Brahman-Acharya berarti yang berbuat kesatuan dengan Tuhan dengan mengubah energi seksual menjadi energi spiritual.

Dalam konteks ini, dicatat bahwa transmutasi seksual adalah arti sebenarnya dari Brahmacharya. Brahman berarti “Tuhan Universal Yang Agung” dan Acharya berarti “orang yang berupaya.” Gabungan Brahmacharya berarti “orang yang melakukan upaya persatuan dengan Tuhan Universal Yang Agung” melalui transmutasi energi seksual yang merupakan energi terbesar dalam dirinya. 

Pusat energi seksual adalah di mana dasar dari kehidupan spiritual yang baik benar-benar terletak. Transmutasi energi seks diperlukan untuk perkembangan spiritual seseorang.

Seseorang dengan kecerdasan, kasih sayang, kebaikan hati, dan kekuatan yang akan menjadi hamba Ilahi yang besar, untuk dapat mempercepat perkembangan evolusi jiwa, sehingga seseorang bisa melakukan pelayanan yang lebih besar untuk umat manusia dan planet bumi.