Gaya hidup hadir dari sebuah tatanan sosial dan membentuk gagasan tentang kelas yang digunakan untuk menunjuk diferensiasi. Masyarakat kelas tertentu meyakini bahwa mereka memiliki kemampuan atas privatisasi dan privilese melalui ruang, waktu dan objek.

Privatisasi dan privilise ini kemudian digunakan mengenali dan menjelaskan adanya kompleksitas identitas dan afiliasi atas kelompok masyarakat tertentu. Secara teknis gaya hidup terjelaskan kedalam pola-pola tindakan yang membedakan antara satu orang dengan orang lainnya.

Gaya hidup menjadi sangat identik dengan cita rasa (nilai), kemudian berkaitan erat dengan modernitas. Jean Baudrillard meyakini jika objek ketika menjadi tanda (sign) yang nilainya ditentukan oleh sebuah aturan kode. Maka, saat kita mengonsumsi objek, seketika itu kita mengonsumsi tanda. Dan pada proses ini kita mencoba mengidentifikasi dan mendefinisikan diri kita.

Objek konsumsi dapat berupa apa saja, seperti mobil mewah, rumah mewah, tunggangan mahal, pakaian, jam tangan, makanan dan lain-lain. Kesemuanya itu adalah serangakain pananda atas nilai kelas masyarakat elit. Dan terdapat juga opsisi biner terhadap bentuk nilai tersebut.

Menyinggung soal makan, tentunya ini bukanlah hal baru untuk dilihat sebagai diferensiasi dan penanda bagi masyarakat moderen. Memakan makanan impian bukan hanya sekedar menjadi harapan saja. Makanan dengan berbagai cita rasa dengan ragam metode masak dan jenisnya adalah impian penunutas kualitas selera rasa dan persoalan perut.

Dan kini, makanan telah berevolusi dari sekedar pemenuhan kebutuhan dan bergeser menjadi gaya hidup. Makanan telah melampaui kebutuhan dan menjadi penanda dalam kelompok masyarakat. Beberapa makanana yang kemudian menjadi pelambangan atas diferensiansi sosial masyarakat seperti KFC, MCD, PIZZA HUT, STURBUCKS dan restoran-restoran berbintang.

Namun, disini saya tidak mencoba untuk melihat makanan-makanan tadi, yang kemudian hadir sebagai penanda atas diferensiasi sosial masyarakat. Melainkan, melihat makanan atau minuman dampaknya atas kesehatan masyarakat.  

Makanan bagi sebahagian orang adalah upaya untuk menjaga tubuh tetap dalam kondisi sehat dan baik. Namun, beberapa makanan dan minuman justru memiliki dampak kesehatan. Ketika dikonsumsi sendiri atau pun berpasangan. Dan minuman yang memilik dampak atau efek buruk terhadap status kesehatan seseorang seperti teh, baik dalam bentuk penyajian ice dan hot.

Masyarakat Indonesia umumnya sangat menyukai minuman teh. Baik itu dikonsumsi saat sedang santai, lelah setelah bekerja, saat pagi hari dan malam hari. Mungkin juga ada beberapa diantara masyarakat Indonesia sangat menggemari minum teh setelah makan atau teman makan.

Pasti akan ditemui ketika kita mengunjungi warung makan seperti WARTEG, angkringan, warung makan sea food dan warung makan lainnya. Dalam daftar menunya dicantumkan minuman teh, entah dengan choice ice atau hot.

Terkadang sajian kombinasi teh hangat dengan makanan pada acara-acara pesta atau acara apa pun di kampung adalah sesuatu yang wajib untuk dihadirkan tanpa perlu list menu. Di kampung halaman saya, ketika akan berlangsung acara pernikahan, dibentuk susunan panitia acara pernikahan melalui musyawara warga. Kebetulan di kampung halaman saya semangat gotong royong masih sangat kental, maka acara seperti ini akan disukseskan melalui budaya ini.

Saat pembentukan panitia berlangsung, warga yang hadir akan diberi minuman kopi dan teh. Ditambah pelengkap pisang goreng dan jenis-jenis kue. Setelah musyawara pembentukan panitia pernikahan selesai, warga tidak akan dipersilahkan pulang begitu saja. Mereka akan disodorkan makanan berat, disini tidak absen teh manisnya.

Tentunya sajian menu seperti tidak absen untuk setiap moment yang sama. Demikian halnya pada acara-acara lainnya, seperti khitanan, akikahan, pesta kampung dan lain-lain. dan bagi saya sajian menu seperti itu adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu.

Namun, gaya hidup seperti seperti ini berkontribusi cukup baik untuk kejadian kesakitan. Ketika mengkonsumsi teh setelah makan atau saat makan dapat menghambat penyerapan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh sepreti zat besi.

Ada juga anemia, dan ini adalah penyakit kekurangan sel darah merah menjadi sangat berisiko ketika ibu hamil diserang. Akibatnya ibu merasa mudah lelah dan memungkinkan sang bayi akan merasakan efeknya.

Dan mungkin kita sadari tapi diacuhkan, yaitu meningkatnya rasa haus dan dehidrasi setelah mengkonsumsi teh setelah makan. Dehidrasi distimulasi oleh sifat diuretik yang djumpai pada daun teh kering.

Gaya hidup adalah cara kita mendefinisikan diri dalam kelompok masyarakat. Namun, akan sangat bijak jika memperhatikan aspek sehat. Karena tanpa sehat gaya hidup hanya akan mengantar seseorang pada gerbang penyesalan. Sehat juga adalah gaya hidup.