Banyak sekali orang dibuat kesal oleh postingan Jonru di media sosial. Termasuk saya. Dia sepertinya belum bisa move on dari kekalahan jagoannya di pemilihan presiden tahun 2014 lalu. Orang-orang banyak yang menumpahkan kekesalannya dengan mengutuk, mencaci maki hingga membuat tulisan-tulisan bantahan terhadap apa yang disampaikan oleh jonru di media sosialnya.

Postingan jonru di media sosial yang membabi buta menyerang jokowi memang membuat geram banyak orang. Termasuk orang yang tidak memilih jokowi. Postingan-postingan tersebut kebanyakan tidak punya dasar. Ditulis hanya melalui nalar pribadi jonru yang didasari oleh rasa benci.

Sebagian lagi mengutip dari situs berita abal-abal yang dijalankan oleh orang-orang yang memiliki paham yang sama dengan jonru. Sedangkan media-media besar yang ada di indonesia, dia sebut sebagai media liberal, sekuler dan sebagainya.

Saya kadang-kadang heran, kok ada manusia jenis ini. Jonru adalah orang yang sangat Su'udzon terhadap jokowi. Apapun yang dilakukan jokowi selalu salah di mata jonru. Saat sebagian orang menentang kebijakan jokowi, jonru menyebut jokowi sebagai presiden yang menyengsarakan rakyat.

Sedangkan saat banyak orang memuji kebijakan jokowi, jonru menyebut jokowi sedang pencitraan. Jonru bagi saya seperti seorang teroris, dia melakukan sesuatu yang sifat dasarnya salah. Seperti memfitnah dan menyebarkan kebencian. Memfitnah, apapun alasannya tak bisa dibenarkan.

Namun jonru begitu yakin bahwa ia sedang melakukan sesuatu yang sangat mulia melalui fitnah yang ia sebarkan. Fitnah yang ia tulis di media sosial banyak di share oleh para pengikutnya karena dianggap sebagai sesuatu kebenaran. Lalu fitnah yang di share para pengikutnya itu juga di share oleh orang lain yang juga menganggapnya sebagai berita yang benar.

Saya tidak bisa menghitung berapa banyak dosa yang ia dapatkan dari kegiatan fitnah-memfitnah yang ia lakukan setiap hari itu. Dan kemungkinan, jonru akan terus menebar fitnah selama jokowi berkuasa. Namun jonru dan pengikutnya tidak akan merasa berdosa karena menurut mereka apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang mulia. Teroris juga seperti itu.

Membunuh orang adalah perkerjaan yang sifat dasarnya salah. Tidak ada agama manapun yang mengizinkan umatnya membunuh. Namun teroris begitu yakin jika membunuh adalah pekerjaan yang mulia. Sehingga mereka sangat gampang menghilangkan nyawa orang lain yang dianggap memiliki pandangan berbeda dengan mereka.

Di pemilihan presiden tahun 2014 lalu saya golput karena tinggal diperantauan. Dan saya termasuk orang yang malas memperjuangkan hak saya agar bisa memilih. seandainya saya memilih, saya pasti akan memilih prabowo. Saya punya pertimbangan-pertimbangan logis kenapa saya akan memilih prabowo.

Bukan atas dasar kebencian seperti jonru dan para pengikutnya. Waktu itu saya berpikir, jakarta belum siap ditinggalkan jokowi. Sedangkan jabatan presiden masih ada calon lain yang menurut saya sama bagusnya dengan jokowi yang bisa memimpin Indonesia dalam lima tahun kedepan, yaitu Prabowo.

Kembali soal jonru. Jika anda percaya bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu karena ada tujuan baiknya, mari kita melihat Jonru dari sisi yang berbeda. Tuhan menciptakan ulat yang menjijikkan itu ada gunanya. Keberadaan ulat menjadi sumber makanan buat para burung.

Bayangkan seandainya populasi ulat habis. Burung-burung mungkin akan banyak yang mati karena kelaparan. Tuhan juga menciptakan setan untuk menguji manusia. Menguji iman dan kesabaran manusia. Nabi Muhammad pernah berkata, bahwa perang terbesar manusia adalah perang melawan hawa nafsu dalam dirinya sendiri.

Tentu dalam nafsu manusia ada peran setan yang menggoda manusia agar selalu berbuat keburukan. Melalui godaan setan, Tuhan bisa melihat manusia memiliki iman yang kuat atau tidak. Begitupun Jonru, saya yakin Tuhan menciptakan jonru ada tujuan baiknya juga.

Malalui setan berwujud manusia yang bernama jonru ini, Tuhan ingin menguji kesabaran, kewarasan dan kelogisan manusia. Dan yang namanya ujian, tuntu ada yang lulus dan ada yang tidak. Seperti yang bisa kita lihat saat ini, yang ternyata banyak juga manusia yang tidak tahan dengan godaan Jonru. Itu bisa dilihat dari banyaknya manusia yang menjadi pengikutnya.

Tapi untuk anda manusia yang tidak tergoda dengan setan jenis ini, saya sarankan anda tidak melakukan apapun selain tersenyum dan teryawa saat melihat postinganya. Tidak perlu buang-buang waktu untuk menasehatinya agar cepat-cepat insyaf.

Saya lebih yakin, anda yang dianggap sedang sesat saat anda berusaha menasehatinya. Dan pada akhirnya anda yang disuruh bertobat. Setan jenis ini berbeda dengan setan yang tidak berwujud. Jika setan yang tak berwujud sadar dan haqqul yakin bahwa ia dalam posisi salah dan selalu ingin menghancurkan manusia dan anak cucunya, maka setan jenis jonru ini sebaliknya.

Mereka selalu merasa berada di jalan yang benar dan selalu berusaha menyadarkan manusia agar kembali ke jalan yang benar. Anda juga tidak perlu memposting atau mengukik-ngulik keburukan Jonru untuk menandingi apa yang ia posting.

Karena jika anda melalukan hal itu anda tidak ada bedanya dengan Jonru. Jika anda tertawa bersama orang gila, besar kemungkinan anda juga dianggap gila. Lalu kenapa saya menulis tulisan seperti ini? Karena saat menulis ini saya memang sedang gila.

Isi postingan jonru di facebooknya juga bisa dijadikan sarana untuk menguji kesabaran kita. Bacalah minimal 10 postingannya. Jika selama membaca, dalam hati anda tidak timbul perasaan marah, kesal, gregetan dan geram, maka anda termasuk orang yang memiliki level kesabaran tingkat tinggi.

Jika bukan para pengikutnya, maka hanya menusia terpilih yang tidak geram saat membaca postingan jonru. Namun pada akhirnya kita harus bersyukur dengan keberadaan jonru. Itu sebagai pertanda bahwa Tuhan ingin menciptakan banyak orang sabar di negeri ini. Karena Tuhan memang menciptakan setan untuk menguji kesabaran manusia.