Bersamaaan dengan kembalinya hiruk pikuk panggung permusikan pasca pandemi Covid-19, tahun ini menjadi momen “sakral” bagi perjalanan karir grup band legendaris Indonesia, Dewa 19. Konser yang bertajuk “30 tahun Berkarya” menjadi purpose terbesar mereka di tahun 2022 ini.

 Selaras dengan tajuk yang digaungkan, konser ini juga di setting serba 30. Konser dengan konsep 30 tahun, 30 kota, dan 30 lagu ini menjadi hajatan tour band terpanjang di Indonesia selepas pandemi. Bisa dikatakan, jika band yang dikomandoi oleh Ahmad Dhani ini menjadi band tersibuk sepanjang tahun ini.

Mengapa demikian? Lihat saja, selain rangkaian tour “30 Tahun Berkarya” mereka, Dewa 19 juga turut meramaikan beberapa acara baik itu festival musik, maupun stasiun televisi. Bahkan, di penghujung tahun 2022, mereka menggelar konser bertajuk “A Night at The Orchestra”; sebuah pertujukan musik dengan menggandeng orchestra. Penamaan konser ini, menurut Ahmad Dhani, terinspirasi dari salah satu album band idolanya yakni, Queen berjudul A Night at The Opera.

Dengan adanya konser orchestra semacam ini, musisi asal Surabaya itu ingin membudayakan menonton konser musik yang berkelas. Balutan jas dan kebaya khas menjadi syarat wajib untuk memasuki arena pertunjukkan, menjadikan suasana konser tak hanya indah didengar, tapi juga indah untuk dilihat.

Konsepnya pun lagi-lagi sangat unik dan berbeda dengan yang lainnya. Ditambah lagi, dalam setiap konsernya selalu ada empat vokalis featuring dengan suara khas masing-masing yang sudah pasti disambut meriah oleh para fans di seluruh kota.

Apakah setiap tour selalu menyediakan empat vokalis tersebut? Belum tentu. Menurut Ahmad Dhani, hal tersebut tergantung permintaan dan jadwal manggung para vokalis, karena tiap vokalis juga memiliki kesibukan bernyanyi masing-masing.

Maklum, hingga detik ini, Dewa 19 belum juga menentukan siapa vokalis paten mereka. Sementara ini status keempat vokalis tersebut hanyalah sebatas featuring, sehingga pemilihan vokalis untuk bernyanyi satu panggung bersama Dewa 19 juga tergantung pada ketersediaan para penyanyi tersebut.

Contohnya, sang vokalis pertama yakni Ari Lasso. DIa memiliki kesibukan bernyanyi sendiri sebagai solois dan baru saja mengadakan konser tunggal berjudul Kehidupan Ketiga di salah satu stasiun tv swasta. Pun dengan Virzha yang juga baru saja merilis single terbarunya berjudul Sandaran Hati, serta Once dan Ello yang juga fokus pada panggung masing-masing.

Banyaknya jumlah vokalis yang bertengger dalam tubuh Dewa 19 tak pelak kerap kali menjadi ajang perbandingan siapakah yang terbaik diantara mereka berempat. Generasi awal 90-an biasanya satu suara, bahwa Ari Lasso lah yang paling “Dewa”. Menuju generasi awal 2000 an, mereka lebih enjoy terhadap range vokal Once Mekel.

Memasuki era millennial, terdapat Virzha dan Ello yang memberi warna musik tersendiri  bagi Dewa 19. Dengan segala kelebihan yang dimiliki keempat vokalis tersebut, pertanyaannya adalah siapakah yang paling “Dewa” banget dalam mengisi suara dalam lagu-lagu Dewa 19?

Ari Lasso 

Bagi Baladewa generasi awal, Ari Lasso menjadi vokalis yang tak tergantikan. Karakter suara jernihnya tak dapat dipisahkan dari musik Dewa 19, terutama dalam album Terbaik-Terbaik yang konon katanya menjadi album masterpiece Dewa 19 era Ari Lasso.

Lagu-lagu macam Cintakan Membawamu Kembali, Jalan Kita Masih Panjang, dan Satu Hati dengan suara Ari Lasso sepertinya sudah terlalu erat menempel di kuping penggemar band Dewa 19.

Lagu Cukup Siti Nurbaya dan Kangen juga kental dengan suara khas “Ari Lasso” nya. Ketika lagu-lagu itu diputar, kita bak flashback pada masa 90-an ketika album ini keluar. 

Lagu-lagu tersebut dinilai cukup rumit karena memiliki notasi yang rapat terutama lagu Cukup Siti Nurbaya. Konon, Ari Lasso lumayan keteteran karena harus mengkombinasikan nada tinggi dan rendah secara bergantian dalam lagu ini.

Once Mekel 

 Ketika Ari Lasso tersandung kasus narkoba, ia akhirnya memutuskan untuk keluar dari Dewa 19. Nama Once Mekel akhirnya muncul sebagai vokalis baru. Sempat mendapatkan keraguan dari berbagai pihak,

Once Mekel justru dalam album pertamanya bersama Dewa langsung mendapatkan sambutan yang luar biasa. Album Bintang Lima langsung menjadi album terlaris sepanjang masa. Banyak lagu-lagu hits tercipta di dalamnya seperti Separuh Nafas, Roman Picisan, serta Risalah Hati yang selalu menjadi setlist radio-radio se Indonesia.

Siapa yang tidak terpukau mendengar suara lengkingan vokal yang unik, tinggi dan gokil? Sisi Popnya ada, Rock nya pun juga ada. Nada rendah bisa, nada tinggi apalagi. Sungguh perpaduan suara yang sempurna.

Hebatnya, Ahmad Dhani sebagai song writer, juga mampu membuat musik yang cocok dengan karakter suara Once. Album Bintang Lima dan tembang-tembang yang ada di dalamnya memang sangat khas Once banget.

Dari keempat vokalis featuring Dewa 19, terkadang ada lagu yang hanya cocok dibawakan salah satu vokalis dan kurang nendang ketika dinyanyikan vokalis lain. Dalam konteks ini, sebut saja lagu Arjuna dan Satu yang hanya cocok dibawakan oleh suara melengking khas Once seorang. Percobaan para vokalis lainnya dalam menyanyikan lagu-lagu tersebut terdengar kurang bernyawa.

Virzha 

Jebolan Indonesian Idol ini menjadi vokalis termuda di Dewa 19. Vokalis yang memang sudah “diincar” oleh Ahmad Dhani bahkan jauh sebelum ia mengikuti ajang pencarian bakat ini memang memiliki karakter suara yang khas.

Pasca keluarnya Once Mekel dari Dewa, Virzha didapuk untuk mengisi kekosongan di posisi vokalis. Karakter vokal seorang Virzha yang serak-serak basah cocok dengan lagu-lagu Dewa 19. Ia bisa masuk ke dalam karakter dua vokalis sebelumnya. Ia mampu in dengan lagu-lagu Ari Lasso, pun dengan Once Mekel, walaupun dalam beberapa chord ada penurunan nada.

Bahkan, dalam beberapa lagu yang vokalnya diisi oleh Virzha, justru dinilai lebih baik daripada vokalis sebelumnya. Lagu “Mahameru” lebih terasa dark dan bernyawa ketika dinyanyikan oleh Virzha. Lagu lainnya seperti Dewi, dan Kirana juga disulap dengan karakter khas Virzha. Rejuvinate aransemen dari Ahmad Dhani, juga turut memberkan warna baru lagu-lagu tersebut.

Ello 

Marcello Tahitoe bukan merupakan orang baru dalam belantika permusikan Indonesia. Ia adalah putra dari penyanyi legendaris Diana Nasution. Ia juga memiliki beberapa lagu hits salah satunya yakni Masih Ada. Namun, bergabungnya Ello menjadi salah satu vokalis featuring Dewa 19 sempat menimbulkan pertanyaan besar di kalangan Baladewa.

Banyak yang menganggap bahwa Ello kurang memiliki karakter suara. Tapi, tak sedikit pula yang beranggapan jika Ello memiliki unsur Rock dalam vokalnya sehingga cocok dengan musik Dewa 19. Bahkan, menurut Andra Ramadhan, Ello mampu mengisi vokalnya Ari Lasso, sedangkan Virzha mampu mengisi range vokal milik Once.

Terlepas dari berbagai asumsi dan pandangan itu, Ello tetap mampu mengisi vokal Dewa 19 dengan keren. Lagu Tak Akan Ada Cinta Yang Lain dibawakannya dengan penuh penghayatan serta menuai pujian dari Baladewa. Berdasarkan pengakuannya sendiri, lagu ini adalah salah satu lagu favoritnya. 

Lagu lain yang sering ia bawakan dan lebih punya nyawa ketika ia nyanyikan adalah Sudah. Meskipun status lagu itu adalah milik Ahmad Band, lagu ini tetap ciptaan Ahmad Dhani dan Ello mampu menyanyikannya menjadi versi Ello dengan sangat baik.

Formasi Dewa 19 berkolaborasi dengan empat vokalis featuring sepertinya belum pernah terjadi di dunia permusikan. Hanya Dewa 19 saja yang melakukannya. Ide brilian ini tentu membawa banyak keuntungan.

Keuntungannya terbukti ketika Dewa 19 menggelar konser tur 30 Tahun Berkarnya, warna vokal Dewa 19 menjadi bervariasi berkat adanya keempat vokalis lintas generasi tersebut. Selain itu, para Baladewa tak hanya datang dari generasi tua saja, bahkan generasi muda era milenial pun suka dan menikmati musik-musik Dewa 19.