Setiap manusia dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bahkan, bisa dikatakan sebenarnya tidak ada manusia yang terlahir bodoh. Kita harus mempunyai keyakinan bahwa setiap manusia memiliki kemahiran masing-masing entah dalam akademik atau non akademik. Lantas, bagaimana kelebihan tersebut bisa terlihat?

Setiap anak memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda, ada anak yang cenderung aktif, ada juga yang pasif. Ada anak yang mampu menunjukkan ekspresi diri, ada juga yang tidak mau mencoba mengekspresikan dirinya. Beberapa karakter ini turut ditentukan oleh sifat pemalu atau kurang kepercayaan diri pada anak.

Membangun rasa percaya diri memang tidaklah mudah. Tugas ini layaknya dilakukan oleh orang tua, karena waktu terbanyak anak bersama orang tua. Namun, seorang guru, khususnya pada jenjang sekolah dasar, juga sangat perlu melaksanakan tugas tersebut.

Banyak di antara siswa sekolah dasar, jika ditunjuk untuk ke depan ruang kelas untuk berhadapan dengan kawan-kawannya, akan menolak karena alasan malu. Tidak jarang untuk bertanya dan menjawab pertanyaan saja mereka enggan. Untuk mengatasi hal ini, peran guru sangatlah dibutuhkan. Mengingat, peran guru sebagai pendidik dan orang tua kedua bagi siswa.

Memberikan Pujian

Siswa cenderung kurang percaya diri karena pernah mengalami hal yang membuat mereka trauma. Sebagai contoh, mungkin mereka pernah mendapatkan cemooh atau ejekan dari orang lain. Menyampaikan kritik pada siswa harus disampaikan dengan cara yang tepat, bukan dengan ejekan atau cemoohan. Kita perlu menanamkan hal ini pada seluruh siswa, agar tidak terjadi kekeliruan langkah.

Di sisi lain, hal mendasar yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengasah kepercayaan diri siswa adalah dengan membiasakan memuji siswa. Perlu adanya apresiasi pada setiap apa yang dilakukan oleh siswa, baik itu bagus ataupun masih kurang bagus. Jika memang ada kritik yang ingin disampaikan, kita bisa memulai dengan sebuah pujian yang ditambahkan dengan pengarahan. Dengan harapan, kritik tersebut dapat lebih mudah diterima anak-anak.

Pada suatu tugas, misalkan, membacakan puisi di depan kelas, jadikan mereka sebagai seorang bintang yang patut untuk diapresiasi. Pada akhir kegiatan membaca puisi, kita ajak seluruh siswa untuk memberikan applause sebagai bentuk penghargaan.

Kita juga perlu menambahkan sedikit review dari apa yang telah dibacakan. Kita berikan pujian dengan menyisipkan pembenahan-pembenahan yang bisa dilakukan pada kesempatan berikutnya. Dengan demikian, kita berharap anak tersebut berikut kawan-kawannya, tidak ragu ketika diberikan tugas yang sama di depan kelas.

Memberikan Kebebasan Berkreasi

Menanamkan rasa percaya diri pada siswa merupakan proses bertahap. Kita tidak bisa langsung sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri tersebut secara instan. Kita sering menjadikan siswa sebagaimana apa yang kita inginkan. Padahal tidak semua yang kita inginkan adalah keinginan dari pemikiran anak.

Kita bisa mencontohkan dalam pembuatan sebuah karya seni, kita bisa memberikan kebebasan mereka dalam berkreasi. Biarkan mereka mengeksplorasi diri, sesuai apa yang ada dalam pikirannya.

Kebiasaan mencegah dan melarang akan membatasi daya kreasi mereka. Parahnya, potensial pula memasung rasa percaya diri siswa. Kita berikan kepercayaan kepada mereka untuk menemukan bakat yang dimiliki. Selanjutnya,  kita bisa mengarahkan mereka, berdasar apa yang diinginkan siswa. Jika terdapat suatu hal yang tidak benar dari hasil kreasi mereka, kita berikan masukan. Yang terpenting, tidak mengurangi kebebasan anak dalam mengekspresikan diri.

Memberikan Motivasi dan Inspirasi

Motivasi sangat penting dalam menunjang kepercayaan diri siswa. Dengan memberikan motivasi, kita yakinkan mereka bahwa mereka bisa melakukan segala hal. Supaya, tidak timbul keragu-raguan dalam melakukan setiap aktivitas mereka.

Dalam meningkatkan rasa percaya diri tersebut, kita bisa memberikan kata-kata motivasi. Kita bisa memberikan motivasi dalam segala aspek, motivasi belajar atau motivasi lain yang bisa meningkatkan bakat mereka. Kita buat mereka percaya jika mereka berani mencoba, maka akan menuai hasil yang positif.

Selain memberikan motivasi, jangan lupa kita berikan mereka isnpirasi. Karena menurut William Arthur, guru yang terbaik adalah guru yang mampu memberikan inspirasi bagi murid-muridnya. Inspirasi tersebut bisa kita wujudkan dengan beberapa cara. Baik melalui torehan prestasi atau dengan keteladanan.

Kita informasikan setiap keberhasilan kita sekecil apapun, sehingga akan muncul keinginan untuk meraih keberhasilan pada diri mereka. Kita bisa menginformasikan keberhasilan tersebut pada beberapa media penyampaian. Bisa secara langsung, atau bisa juga melalui media sosial dan lain sebagainya. Daripada kita memposting hal yang tidak penting, lebih baik kita postingkan keberhasilan kita.

Harapannya, siswa kita menjadi terinspirasi dari keberhasilan tersebut. Inspirasi juga bisa muncul dari keteladanan yang kita berikan kepada siswa. Dengan melakukan hal yang baik, maka siswa akan cenderung meniru apa yang kita lakukan. Jika kita mencontohkan sikap percaya diri, kemungkinan besar siswa akan terbentuk menjadi pribadi yang percaya diri.