Lebih dari dua puluh tahun menjadi penulis penuh waktu, saya telah mengalami banyak hal. Perubahan dalam industri; kebangkitan penerbitan digital; perubahan kebiasaan membaca kita dan interaksi kita dengan pembaca.

Tapi yang sepertinya tidak pernah berubah adalah jumlah orang yang ingin menulis. Baik online maupun offline, dan dalam semua genre, hasrat untuk menulis terus menyebar, dan dengan peluang baru yang ditawarkan oleh internet, penulis kini memiliki banyak cara baru untuk menjangkau audiens mereka.

Enam tahun lalu, di Twitter, saya mulai sering mengirim 10 utas tweet kecil tentang topik menjadi penulis. Saya melakukan ini sebagai tanggapan atas pertanyaan dari pembaca dan penulis tentang proses saya, teknik saya, dan apa yang diperlukan untuk menjadi penulis profesional.

Melihat banyak hal tersebut saya menjelajahi banyak topik, mulai dari mengedit, mendapatkan agen, festival, mendeskripsikan cuaca, hingga tentang perkembangan teknolog yang mempengaruhi dunia tulis-menulis. 

Namun dari banyaknya variasi media untuk menulis, cara penulisan sebuah artikel tetaplah sama dari waktu ke waktu, hal-hal basic tersebut jika kita kuasai maka akan mempermudah proses pengerjaan tulisan artikel kita kelak.

Hal-hal yang sering saya temui dalam penulisan artikel, dan mungkin ini suatu acuan singkat dalam pembuatan artikel yang menark:

1. Tentukan Tema/topik

Hal basic dalam menulis artikel dan ini semua penulis lakukan, biasanya dengan memilih tema yang disukai namun jika sudah berbicara profesional maka semua tulisan harus bisa dikerjakan, dengan sumber daya yang diberikan oleh client atau berdasarkan wawasan si penulis itu sendiri

2. Perbanyak referensi

Jika kita perhatikan, semua artikel pembahasan yang mendalam selalu didukung oleh data, dan juga gambar yang sesuai mendukung isi artikel. Hal ini lazim terlihat pada artikel pembahasan panjang. 

Kenapa banyak yang sulit membuat artikel bagus? biasanya karena lemahnya referensi dan juga minimnya kemauan dalam mencari. Writer's block merupakan hal yang sering ditemui penulis, namun jika sudah memiliki banyak referensi hal ini bisa dihindari dan tinggal proses eksekusi saja.

Memperbanyak referensi merupakan DNA dalam pembuatan artikel, hal ini sering saya temui di media online maupun offline. Minimnya referensi hanya membuat artikel terlihat usang, dan berdampak pada lemahnya exposure konten untuk kedepannya

3. Berikan informasi dan solusi

Artikel yang banyak referensi akan berikan banyak informasi, tetapi itu semua tidak akan menjadi sempurna jika tidak didukung oleh penyampaian solusi atas suatu hal yang dibahas. 

Masih banyak penulis pemula maupun senior yang terlalu jor-jor an dalam memberikan informasi tetapi jarang atau bahkan sedikit sekali solusi yang diberikan. 

Sebagai gambaran umum untuk mudahnya membuat solusi mulai dari topik permasalahan artikel yang dibuat, didukung oleh referensi data yang akurat dan berikan solusi yang jelas, dengan memposisikan diri sebagai pembaca artikel. 

4. Kenali audience anda

Tiap audience memiliki cara pandang dan penerimaan yang berbeda, namun secara garis besar penulisan artikel tetaplah sama, memberikan informasi dan juga solusi pada akhirnya. 

Penulisan artikel sebuah produk tentu berbeda dengan penulisan artikel remaja, hal ini kadang masih suka luput oleh banyak penulis online saat ini. Mereka kebanyakan hanya menulis berdasarkan apa yang ingin ditulis, bukan fokus pada penyajian informasi yang bagus serta solusi yang konkrit

5. Memilik kerangka struktur (dari pembuka-isi-penutup)

Hal kelima ini sudah menjadi hal yang sangat lazim sekali dalam penulisan artikel, hampir semua artikel memiliki pola yang sama. Saya mengamati puluhan tahun untuk suatu kerangka artikel terdapat pola seperti ini. 

Tujuan dari sebuah pola penulisan adalah untuk mempermudah pengerjaan artikel, selain itu dalam beberapa tema memang paragraf pembuka diberikan porsi sedikit hingga langsung bagian isi dan penutup atau rangkuman

6. Paragraf dan kalimat ringkas tidak panjang

Penulisan artikel lazimnya antara 700-1500kata dan untuk artikel diatas 2000kata bisa dibilang sebagai artikel pakar, dimana si penulis banyak memberikan data informasi serta solusi. 

Dari sekian banyak pengamatan di media online yang saya lakukan, saya menemukan banyak sekali fakta di lapangan, bahwa masih banyak penulis artikel yang menggunakan paragraf panjang, atau kalimat tidak efektif.

Menulis artikel berbeda dengan menulis cerpen atau novel, butuh kreasi dan juga informasi didalamnya, agar tulisan ringkas namun mengalir untuk dibaca.

7. Gunakan Gambar Pendukung

Tanpa sebuah gambar pendukung sebuah artikel sebaik apapun akan terasa hambar nilainya, gambar dibutuhkan untuk memahami ilustrasi sebagian isi tulisan. Namun beberapa artikel yang saya baca baru-baru ini, sangat minim sekali dengan gambar, padahal ada banyak informasi yang diberikan.

Artikel dengan gambar pendukung memudahkan pembaca memahami alur tulisan. Selain itu juga lebih cepat menangkap pesan yang ingin disampaikan, sehingga proses informasi bisa berjalan dengan baik, tidak hanya satu arah saja.

Mengikuti perkembangan zaman, banyak orang yang sudah mulai sadar akan pentingnya kemampuan menulis. Karena memang ini basic dari kehidupan kita. Apapun kita lakukan dengan menulis kan pada awalnya?

Itulah tadi sedikit analisi singkat saya tentang gambaran umum penulisan artikel yang banyak ditemui. Walau nanti pada akhirnya para pembaca jugalah yang menentukan layak atau tidaknya.

Referensi Tulisan: