"Leadership" adalah pimpinan,  kepemimpinan dan memimpin yang menjadi kepala atau ketua di suatu organisasi perusahaan. Seorang "leader harus bisa mempengaruhi orang lain" dalam mencapai tujuan tertentu baik dari visi dan misi perusahaan, kinerja karyawan, prestasi karyawan, produktivitas karyawan dan kinerja perusahaan yang mencakupi aktivitas perusahaan dan karyawan secara menyeluruh.

"Sosok leader" harus mampu "tampil di depan dan menjadi terdepan" dalam banyak hal terutama dalam kegiatan perusahaan, didukung dengan "konsep dan strategy" yang belum tentu dimiliki oleh bawahan. Cara bersikap dan komunikasi menjadi keunikan dan ciri khas setiap pimpinan, karena "pada dasarnya karakter dan gaya kepemimpinan" seorang memang berbeda-beda tergantung seni dan memang hal tersebut sudah ada sejak lahir. 

"Kategori leader" secara umum bisa Anda lihat atau rasakan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia pekerjaan seperti "pimpinan pemerintahan, pimpinan perusahaan, pimpinan organisasi masyarakat" dan pimpinan organisasi lainnya. Namun untuk lebih spesisifik dalam pembahasan "leadership" kali ini, lebih kepada pimpinan organisasi perusahaan yang lebih mengedepankan dalam konsep manajemen.

"Pondasi kekuatan leadership" harus memiliki ilmu dasar-dasar manajemen yang meliputi perencanaan sampai dengan evaluasi. Sehingga seorang pimpinan setiap kegiatan atau aktivitas perusahaan harus membuat perencanaan untuk memudahkan memberikan evaluasi, sehingga harapannya bisa muncul "ide dan improvoment" atau perbaikan dari setiap perencanaan yang belum berjalan efektif dengan pekerjaan karyawan sesuai departement masing-masing.

"Ruang lingkup leader" adalah untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis perusahaan, memberikan motovasi kerja kepada karyawan, menciptakan sistem kerja yang aman dan nyaman, mengurangi angka "risegn" atau keluar dan masuk karyawan, pengembangan keterampilan dan kemampuan karyawan, kecepatan pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah, dan lain sebagainya.
*** 
Kemudian bisa membuat "strategy secara konseptual", sehingga seluruh sumber daya manusia yang ada dalam organisasi berperan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh pimpinan puncak. Bila ada ketidaksesuaian "lebih cepat menganalisanya", apakah dari karyawan, prosedur kerja, peralatan dan perlengkapan kerja, kemampuan karyawan, sistem kerja, dukungan team manajemen, atau dari hubungan eksternal lainnya. Kemungkinan besar hal tersebut, "bagian-bagian penting yang perlu dianalisa dan dievaluasi".

"Implementasi leader dalam perusahaan" untuk menggerakkan dan mempengaruhi karyawan sehingga lebih mudah mencapai tujuan perusahaan. Baik dari pimpinan puncak sampai dengan level supervisor yang bekerja di perusahaan tertentu, selain seorang leader perlu "pengawasan yang berlapis dari level Directur sampai dengan level manajer" hal ini sangat membantu untuk mencapai kinerja pimpinan dan perusahaan.
*** 
Dalam situasi tertentu terkadang "persepsi karyawan" banyak hal yang tidak menyetujui keputusan pimpinan perusahaan seperti kebijkan yang merugikan karyawan, komunikasi pimpinan yang kurang membangun, sikap pimpinan kurang peduli dengan karyawan, tidak berinteraksi yang baik terutama dalam aktivitas pekerjaan, dan lain sebagainya. Tidak bisa dihindari juga dari seorang pimpinan, bahwa sesungguhnya "penilaian karyawan tidak mungkin akan dikuti" menjadi kebebasan dalam memberikan "feedback" kepada pimpinan perusahaan.

"Kemudian pimpinan perusahaan digabungkan dengan kegiatan manajemen", dalam hal ini menjadi kekuatan dalam melakukan "forcasting atau peramalan" maksudnya adalah seorang pimpinan harus mampu memikirkan apa yang terjadi "satu tahun kedepan bahkan sepuluh tahun kedepan". Memang tidak mudah juga, memikirkan hal yang "ambigu dengan ketidakpastian" dalam berbagai macam yang terjadi diperusahaan baik kondisi saat ini maupun masa akan datang.

Selanjutnya secara bertahap "pimpinan harus menjalankan fungsi manajemen" dengan baik, seperti yang akan diuraikan berikut ini :

#1. Kemampuan dan Keahlian Membuat "Perencanaan" :

Perencanaan merupakan "kunci keberhasilan" seorang pimpinan karena dalam aktivitas dan poin-poin perencanaan dituangkan hasil dari ide dan pikiran. Yang mana hal tersebut bisa dituliskan kedalam satu halaman atau satu lembar bahkan lebih ke dalam bentuk "word, excel atau power point" sehingga perencanaan bisa diterapkan melalui karyawan dan team manajemen yang terkait.  
*** 
Fokus perencanaan tentunya tidak hanya fokus pada laba atau keuntungan perusahaan saja, namum perlu dipertimbangkan juga dari sisi "risk management, management change, management talent, dan lainnya. Seperti contoh yang dihadapi saat ini "situasi pandemi Covid-19", bagaimana seharusnya pimpinan bertindak terutama terhadap karyawan yang dirumahkan bahkan sampai di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Perencanaan dapat diukur dengan konsep perencanaan "jangka pendek, menengah dan jangka panjang". Seperti uraian diatas pimpinan menguraikan "secara detail dan rinci" terkait poin yang akan dituliskan dalam perencanaan perusahaan. Keefektifan perencananaan bila dilakukan "pengawasan dan evaluasi" secara berkala, dari semua team manajemen yang terlibat baik dari bidang SDM, pemasaran, keuangan, operasional, dan bidang lainnya.

#2. Ketepatan dan Ketelitian "Pengorganisasian" :

Pengorganisasian bagian penting dalam "mengatur sumber daya manusia" yang akan ditugaskan untuk membantu organisasi perusahaan. "Keahlian seorang leader" akan diuji saat menentukan dan menempatkan karyawan "posisi atau jabatan" dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, berdasarakan kebutuban perusahaan, yang akan dianlisa dari "kemampuan dan pengalaman kerja karyawan". 
*** 
Bila penempatan karyawan sesuai dengan "keterampilan karyawan" pimpinan perusahaan lebih mudah memberikan pengarahan, karena pada prinsipnya bila sudah menguasai tugasnya tentu seorang pimpinan hanya mengevaluasi atas apa yang dikerjakan oleh karyawan tersebut. Kekurangan dan kelebihan "menjadi bahan evaluasi, perbaikan dan inovasi" terhadap apa yang akan dikerjakan oleh karyawan tersebut. 

#3. Konsistensi Melakukan Pengarahan dan Pengendalian :

Kecerdasan seorang leader untuk "memfungsikan jabatan dalam perusahaan" dalam memberikan pengarahan kepada karyawan dalam mencapai tujuan kerja yang "efektif dan efisisien". Sehingga tolok ukurnya produktivitas meningkat dan prestasi kerja karyawan tetap bisa dipertahankan terutama mencapai "indikator-indikator kinerja karyawan" dalam menjalankan unsur visi dan misi perusahaan.

"Kekuatan pripadi pimpinan perusahaan" menjadi faktor penentu terutama dalam melaksanakan pengaturan semua kegiatan perusahaan terutama dalam proses dan menghasilkan kesesuaian dan ketepatan perencanaan. Ketiga unsur ini menjadi saling berhubungan dan mendukung satu sama lain baik "perencanaan, pengorganisasian dan pengarahan serta pengendalian".

Selanjutnya dalam berbagai kesempatan seorang leader harus "membangun jati diri dan karakter" yang kuat dengan keahlian dan kemampuan "menjadi pimpinan perusahaan dimanapun berada". Untuk itu seorang pimpinan tetap "menguasai ilmu manajemen" agar semua kegiatan perusahaan menjadi lebih "terstruktur dan terorganisir"