Di zaman sekarang banyak anak-anak yang malas untuk belajar. Jangankan belajar, membuka buku saja sudah malas. Bahkan mereka lebih tertarik untuk bermain bersama teman-teman mereka atau bermain game online dari gadget yang mereka miliki.

Namun, jika dibandingkan antara buku pelajaran dengan buku-buku lain seperti novel, cerpen, ataupun komik. Pastinya mereka akan lebih tertarik untuk membaca ketiga buku tersebut ketimbang buku-buku pelajaran. 

Tetapi, tahukah kalian jika ketiga buku tersebut juga bisa menjadi sarana alternatif belajar bagi anak-anak maupun pelajar, dan salah satu dari jenis buku tadi juga dapat memperkaya imajinasi.  

Salah satu contohnya seperti komik. Komik merupakan bacaan yang berisi cerita imajinasi bergambar untuk menerangkan bacaan. Berbeda dengan novel yang menyajikan alur cerita, komik lebih menekankan alur cerita yang diceritakan lewat dialog para tokohnya. 

Para orang tua biasanya mengkhawatirkan kalau membaca komik ini tidak memiliki manfaat karena isinya yang cerita-cerita biasa saja. Karena komik merupakan media yang mempunyai sifat sederhana, jelas, mudah dipahami dan lebih bersifat personal sehingga bersifat informatif dan edukatif. 

Cerita di dalam komik umumnya adalah cerita fiksi, seperti halnya karya sastra lainnya. Tetapi, sekarang sudah banyak penerbit buku yang menerbitkan komik dengan beraneka ragam tema, contohnya seperti komik pendidikan, komik tentang kisah-kisah nabi, dan masih banyak lagi. 

Salah satu contoh  komik tersebut adalah  komik Why atau komik Kuark, komik ini berisikan tentang pengetahuan science, dan disajikan dengan gambar yang menarik. Sehingga dapat menjadi daya tarik bagi anak-anak untuk belajar. Berikut beberapa manfaat komik bagi anak-anak.

Sebagai solusi praktis untuk mengatasi kemalasan anak untuk belajar, kita dapat memanfaatkan media komik sebagai media untuk belajar. Secara umum, anak-anak lebih menyukai media pembelajaran yang dihiasi gambar-gambar menarik. 

Misalnya, untuk mengajarkan pendidikan matematika, kita dapat memberikan komik yang menceritakan tentang hitung-hitungan mendasar seperti pertambahan ataupun pengurangan angka. 

Memperkaya imajinasi Anak. Menurut beberapa orang secara mendasar, semakin baik imajinasi maka dapat berpikir kreatif. Nah, kita dapat menanamkan kemampuan berimajinasi sejak anak usia dini. Imajinasi sang anak akan terus terangsang saat menyimak tokoh-tokoh dan cerita komik yang menarik.

Meningkatkan daya ingat. Membaca sebuah bacaan membuat seseorang bisa menceritakan isi bacaan yang telah dibaca. Hal ini karena membaca merangsang daya ingat untuk merekam bacaannya. Lihatlah anak-anak setelah membaca komik, mereka bisa menceritakan kembali cerita pada komik kepada temannya. 

Meningkatkan kemampuan bertutur kata anak. Pada lembaran-lembaran komik, berisi gambar dan ballon text yang menerangkan situasi gambar. Nah, saat anak menyimak lembaran-lembaran komik, sang anak akan menyimak bagaimana menjelaskan suatu situasi. 

Memperluas kosa kata. Saat anak menyimak komik, anak akan disuguhkan berbagai kosa kata. Karena itulah akan memperluas kosa kata pada anak-anak. Semakin baik anak menguasai kosa kata, tentunya memudahkan berkomunikasi dengan orang lain. Dan juga, mempermudah anak menyimak media tertulis lainnya. 

Mengisi waktu luang. Akhir pekan merupakan waktu bagi semua pelajar untuk menikmati liburnya waktu sekolah. Membaca komik ini membuat liburan akhir pekan lebih bermakna ketimbang berjalan-jalan di mall. 

Mengasah kreativitas. Sekali waktu kamu pasti pernah bertanya-tanya dari mana para komikus ini mendapatkan kemampuan menggambar komik yang keren. Tentu saja jawabannya adalah dari membaca komik-komik atau buku-buku lainnya. Dengan membaca komik, kreativitas juga akan terlatih.

Kelebihan komik yang lainnya adalah penyajiannya yang mengandung unsur visual dan cerita yang  kuat. Ekspresi yang divisualisasikan membuat pembaca terlibat secara emosional sehingga membuat pembaca untuk terus membacanya hingga selesai. 

Hal inilah yang juga menginspirasi komik yang isinya materi-materi pelajaran. Kecenderungan yang ada, siswa tidak begitu menyukai buku-buku teks apalagi yang tidak disertai gambar dan ilustrasi yang menarik. 

Padahal secara mendasar, siswa cenderung lebih menyukai buku yang bergambar, yang penuh warna dan divisualisasikan dalam bentuk realisitis maupun kartun. Karena itulah komik bisa dijadikan media alternatif bagi siswa untuk belajar.

Komik pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan minat siswa untuk membaca sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Seharusnya, anak-anak juga akan tetap belajar dengan giat meskipun tidak melalui media komik.

Melatih konsentrasi. Jika kita sedang membaca komik terfavorit, kita jadi lebih berkonsentrasi (konsentrasi tingkat dewa alias 'zone') saat membaca komik. Karena tidak ingin diganggu oleh orang lain saat membaca dengan alasan takut kelewatan membaca gambar ke gambar dan teks-teks yang penting.

Idealnya, orang tua juga bisa memberi buku-buku menarik lainnya, supaya anak-anak juga tidak bosan jika terus-menerus membaca komik. Sehingga, pengetahuan  mereka dalam membaca juga meningkat. Dan ketika mereka banyak membaca maka mereka juga akan tertarik untuk menulis sebuah cerita.

Dan dengan adanya komik-komik yang berisikan tentang pendidikan ini, dapat meningkatkan daya tarik anak-anak untuk belajar lebih giat lagi. Dengan manfaat membaca komik, membuat anak terdidik untuk mencintai membaca lewat bahan bacaan kegemaran mereka.