Dewasa ini, dengan bantuan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah banyak sekali media pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Ada yang berbentuk dua demensi dan ada pula yang berbentuk tiga dimensi, ada yang berbentuk audio dan ada pula yang berbentuk visual atau pun gabungan keduanya. Ada banyak program yang bisa digunakan untuk membuat media pembelajaran, dan semuanya bisa membuat siswa termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

Bagi seorang guru, memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran adalah sebuah kewajiban. Karena hal itu merupakan tuntutan kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru sesuai standar kompetensi yang dipersyaratkan pemerintah bagi seorang guru. Salah satu bentuk perwujudan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran adalah dengan membuat media pembelajaran yang berbasis teknologi informasi yang disampaikan di atas.

Namun demikian, tidak berarti bahwa seorang guru harus mengelola semua materi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai media pembelajaran. Apalagi bagi seorang guru yang belum memiliki kompetensi untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran. Ada banyak hal yang bisa dilakukan guru dalam menciptakan media pembelajaran yang bisa memotivasi siswa untuk belajar. Terutama sekali dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekita siswa itu sendiri.

Salah satu benda yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran, khususnya sebagai media pembelajaran matematika SMP adalah kertas. Kertas yang digunakan bisa berupa kertas dari lembaran buku catatan siswa ataupun kertas manila yang banyak dijual di toko-toko kertas yang harganya masih terbilang murah, sehingga dapat dijangkau oleh semua siswa. pemanfaatan kertas ini ditujukan sebagai alternatif kurangnya sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi yang ada di sekolah, seperti proyektor. Penggunaan media kertas sebagai media pembelajaran juga diharapkan dapat terus memupuk motivasi belajar siswa karena mereka akan bisa belajar sambil bekerja.


Beberapa bentuk penggunaan kertas sebagai media pembelajaran matematika SMP adalah sebagai berikut.

1. Melipat Kertas Berbentuk Persegi Panjang

Tujuan pembelajaran : Menentukan luas daerah hasil lipatan

Pembelajaran menggunakan pembelajaran kelompok

Langkah pembelajaran

a. Guru membagi siswa atas beberapa kelompok

b. Guru meminta masing-masing kelompok untuk membuat persegi panjang berukuran 12 cm x 8 cm dengan menggunakan kertas buku catatan siswa.

Alternatif sebagai pengganti langkah (b)

Guru membagikan selembar kertas manila berukuran 12 cm x 8 cm kepada masing-masing kelompok.

c. Guru meminta siswa untuk melipat kertas tersebut sesuai gambar A, B dan C berikut

d. Guru meminta siswa untuk memikirkan luas daerah yang diarsir pada gambar C


2. Melipat dan Memotong Kertas Berbentuk Persegi    

Tujuan pembelajaran : Menentukan luas daerah persegi yang tersisa    

Pembelajaran menggunakan pembelajaran kelompok    

Langkah-langkah pembelajaran :    

a. Guru membagi siswa atas beberapa kelompok    

b. Guru meminta masing-masing kelompok untuk membuat sebuah persegi berukuran 12 cm x 12 cm dengan menggunakan kertas buku catatan siswa.

Alternatif sebagai pengganti langkah (b)        

Guru membagikan selembar kertas manila berukuran 12 cm x 12cm kepada masing-masing kelompok.    

c. Guru meminta siswa untuk melipat kertas tersebut sesuai langkah-langkah berikut.    

d. Guru meminta siswa untuk memotong kertas hasil lipatan pada langkah (c).        

Ketentuan : panjang AE = panjang EB, garis potong (DE) sejajar dengan BC    

e. Guru meminta masing-masing kelompok untuk menggambarkan bentuk hasil potongan kertas tersebut    

f. Guru meminta siswa untuk memikirkan luas daerah persegi yang tersisa sebagai hasil pemotongan.


3. Melipat Kertas Berbentuk Segitiga Samasisi

Tujuan pembelajaran : menentukan perbandingan luas dua segitiga samasisi

Pembelajaran menggunakan pembelajaran kelompok

Langkah-langkah pembelajaran

a. Guru membagi siswa atas beberapa kelompok

b. Guru membagikan selembar kertas manila berbentuk segitiga samasisi kepada masing-masing kelompok.

c. Guru meminta siswa untuk melipat kertas tersebut sesuai petunjuk berikut.

d. Guru meminta siswa untuk memikirkan perbandingan luas segitiga samasisi mula-mula dengan luas segitiga samasisi hasil lipatan


4. Melipat Kertas Berbentuk segitiga Sembarang

Tujuan pembelajaran : Menentukan rumus luas segitiga

Pembelajaran menggunakan pembelajaran kelompok

Langkah-langkah pembelajaran

a. Guru membagi siswa atas beberapa kelompok

b. Guru membagikan dua buah segitiga yang kongruen yang terbuat dari kertas manila kepada masing-masing kelompok.

c. Guru meminta masing-masing kelompok untuk memotong segitiga 1 menjadi dua bagian dengan memotong melalui garis putus-putus.

d. Guru meminta masing-masing kelompok untuk menempel kedua potongan pada langkah (c) pada segitiga 2 sehingga terbentuk persegi panjang.

e. Guru meminta masing-masing kelompok untuk memikirkan rumus luas segitiga berdasarkan pengamatan pada langkah-langkah di atas.


Empat model penggunaan kertas sebagai media pembelajaran matematika SMP sebagaimana yang diuraikan di atas hanyalah beberapa contoh penggunaan kertas dalam kegiatan pembelajaran. Ada banyak model lain yang bisa kita kreasikan sebagai model pembelajaran dengan menggunakan media kertas, baik dalam pembelajaran matematika, maupun dalam pembelajaran mata pelajaran lainnya. Uraian tersebut di atas memberikan gambaran bahwa kertas sangat besar manfaatnya bagi kehidupan kita, khususnya dalam kegiatan pembelajaran.

Kemajuan teknologi informasi dewasa ini telah membuat peran kertas sudah semakin berkurang. Ujian-ujian sekolah, baik itu ujian tengah semester, ujian semester, maupun ujian akhir sudah banyak yang menggunakan sistim ujian online yang jelas-jelas tidak menggunakan kertas. Buku-buku pelajaran dan bahan bacaan lainnya dewasa ini juga sudah dikuasai oleh dunia digital, sehingga peran kertas praktis semakin berkurang. Namun demikian, kertas tetap tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan. Contoh-contoh di atas adalah merupakan gambaran nyata betapa kertas masih tetap merupakan bagian dari dunia pendidikan dan dunia kehidupan kita.