Senja #1

Selamat datang
sebuah perbatasan telah menjemput kita
kau dan aku
peluk dan cinta
senja yang temaram
seutas angin membujukku
bolehkah?

Ingin ku bingkai ronanya
untukmu saja
akan kuselipkan sedikit tawaku
atau seberkas cinta kita yang lalu?
namun apa
hangatnya yang menguning mampu tenggelam
dingin
semua yang hangat terlanjur pekat

Jika saja perbatasan senja tak segelap ini
kupinangkan seraup cahaya untuk wajahmu
ditengah gegap gempitanya kota yang hingar ini
asingkah?
bolehkah?

Kuulang lagi waktu seperti ini denganmu
namun ia terlanjur tenggelam
sial!
aku kuburkan juga asaku
dalam langitnya yang mulai memudar
hitam


Senja #2

Jika pada hari kesekian
Senja terhitung mundur dalam dekapan
Kau mungkin enggan merasa
Rindu tercipta hingga nirmana
Waktuku menyeringai sunyi
Kau serupa elegi


Senja #3

Kesepian adalah
gelap di senjakala
yang entah terhitung atau tidaknya
untuk kesekian tiba beriring senyap
dengan jutaan kemungkinan yang selalu menyakitkan