Film drama perang berjudul 1917 digeber dengan teknik one-shot dan telah memenangkan nominasi Film Drama Terbaik Golden Globe (Golden Globe Award for Best Motion Picture - Drama) adalah besutan sutradara tenar Sam Mendes. 

Film ini masuk nominasi Piala Oscar tahun ini. Penganugerahan Piala Oscars ke-92 akan diadakan pada 9 Februari 2020 di Dolby Theatre Hollywood & Highland Center, Hollywood.

Dengan pemantik greget film di atas, mari tarik kembali dengan lembut pelajaran-pelajaran berharga dari film sejenis yang tidak diambil sengan teknik one-shot, Hacksaw Ridge.

Film laga biografikal perang dibesut dan diarahkan  oleh sutradara yang tak kalah tenar dengan Sam Mendes, dialah Mel Gibson.

Setelah vakum lama, Mel Gibson pada 2016 sukses menyutradarai sebuah film ini dan mendapatkan standing ovation selama 10 menit di Venice Film Festival.

Kalau dalam film 1917 mengajarkan tentang kedisiplinan rantai komando kombatan, maka pada Hagsaw Ridge memberi pelajaran tentang kontranya, melawan kekuasaan dan kekuatan rantai komando militer dengan kelembutan kitab suci!

Hacksaw Ridge yang mengambil latar kisah nyata kepiluan dan kepedihan Perang Dunia II ini sengaja dibidik oleh Mel Gibson dengan memasukkan unsur kelembutan ayat-ayat Alkitab dengan keselaran kode etik korp combat medic (medis perang).

Film ini bercerita mengenai Desmond T. Doss (Andrew Garfield), seorang dokter tentara Amerika Serikat pada perang dunia ke-2 di kawasan Pasifik. Dalam pertempuran Okinawa, Jepang, Desmond berhasil mengevakuasi 75 orang tentara sendirian denga keyakinan biblikal yang dianutnya. 

Baca Juga: One Shot One God

Selain itu, dia menjadi orang pertama yang menuntut haknya untuk tidak sepenuhnya mengikuti perintah militer dalam sejarah Amerika Serikat, khususnya tentang senjata yang menjadi alat utama bagi kemiliteran garis depan. 

Dalam pertempuran tersebut ia tidak menembakkan satu peluru pun. Desmont T. Doss menjadi satu-satunya tentara yang tidak pernah mengangkat senjata selama perang dunia kedua seperti petikan yang diucapkan oleh rantai komandonya di bawah ini:

Private Doss, you are free to run into the hellfire of battle without a single weapon to protect yourself.Judge (Philip Quast)

Dengan keyakinan yang dianut Desmond T. Doss yang menolak untuk membawa satu senjata pun dalam peperangan karena keyakinannya tersebut, membuat Mel Gibson semakin bersemangat untuk menggarap Film Hacksaw Ridge sebagai film biblikal yang sarat dengan ajaran Kristus. 

Dalam hal ini, Mel Gibson cukuplah mumpuni dalam membesut film biblika, sebab ia pernah mendulang sukses dalam film biblikal yang berjudul The Passion of The Christ, tentang kisah Yesus.

Apa yang diyakini oleh Desmont T. Doss tersebut memang jelas terpampang di dalam Alkitab seperti:

"Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang”. (Matius 26:52)

"Sarungkan pedangmu itu; bukankah AKU HARUS MINUM CAWAN yang diberikan Bapa kepada-Ku?" (Yohanes 18:11)

Kekuatan rohani dari kitab suci tersebut membawa keyakinan mendalam hingga cukup merepotkan kompinya yang sudah matang terdidik oleh militerisme yang cenderung kejam dan brutal. 

Untuk itu, Mel Gibson memberikan sentuhan konflik batin para kombatan dengan keteguhan Desmont T. Doss dalam sebuah petikan :

I don't know how I'm going to live with myself if I don't stay true to what I believe.Desmond T. Doss (Andrew Garfield)

Film yang diproduseri oleh Paul Currie, Bruce Davey, William D. Johnson, Bill Mechanic, Brian Oliver, David Permut, dan Tyler Thompson ini, dikerjakan oleh Andrew Knight dan Robert Schenkkan berdasarkan kisah nyata Desmond T. Doss.

Tentunya dengan jaminan mutu dari sutradara, maka tak pelak film ini dibintangi oleh pelakon-pelakon tenar seperti Andrew Garfield, Sam Worthington, Luke Bracey, Teresa Palmer, Hugo Weaving, Rachel Griffiths, dan Vince Vaughn.

Film Hacksaw Ridge yang sempat tampil di acara festival film di Venice 4 September 2016 mendapat banyak pujian. Rating-nya pun tak tanggung-tanggung. Dari IMDb sejumlah 8.6, Rotten Tomatoes memberinya angka 90%, sedangkan Metacritic menghadiahkan 66.

Sentuhan-sentuhan kocak khas Mel Gibson yang cenderung Black Humor banyak ditemui dalam film ini seperti adegan kombatan yang ekshibisionis hingga ujaran-ujaran Sesan Howell yang merundung prajurit ceking Desmond T. Doss seperti dalam petikan di bawah ini:


Make sure you keep this man away from strong winds.
Sergeant Howell (Vince Vaughn)

Doss dianugerahi penghargaan tertinggi tentara Amerika, yaitu Medal of Honor atas jasanya ketika perang dunia kedua tersebut.

Dalam film tersebut, Doss menunjukkan keberaniannya menerjang tembakan peluru dan ledakan granat untuk menyelamatkan prajurit yang terluka. Atas jasa dan kegigihannya itu, Doss diganjar dua Bronze Star Medal of Valor.

Greget film ini adalah takluknya rantai komando yang tentunya keras ala militeristik oleh kelembutan kitab suci. 

Pertentangan batin para menganut Kristus tentang kelembutan ayat-ayat ampunan dengan ayat-ayat pedang (ayatus saif) cukup menguras emosi. 

Di satu sisi yakin bahwa Tuhan terkadang memakai umat-Nya untuk mengalahkan musuh umat-Nya. Sedang sisi lain bahwa sebenarnya tangan Tuhanlah yang memukul musuh, bukan tangan umatNya, alias menghindari kekerasan semaksimal mungkin. 

Kepedihan perang juga digambarkan dalam pertikan di bawah ini:

In peace, sons bury their fathers. In war, fathers bury their sons.Company B Soldier (Thatcher McMaster)

Sisi sentimentil film ini mengingatkan pada kejadian nyata lainnya yang kontradiktif, di mana paramedis belia Palestina, Razan al-Najjar yang ditembak oleh tentara Israel saat berusaha menjangkau korban kerusuhan di jalur Gaza. 

Menurut Konvensi Jenewa 1949, tim medis yang bertugas, seperti dokter, perawat, jururawat, dan pembawa usungan, tidak boleh dilukai, apalagi dibunuh. 

Mereka punya hak menjalankan tugas profesi yang diatur dalam konvensi tersebut, sehingga jelas aturannya kalau petugas medis ini harus dilindungi di area perang. 

Dan, tak lupa sisi romantis film ini cukup menggetarkan hati para pecinta, mulai dari syair kocak Desmond T. Doss saat merayu kekasihnya hingga celoteh Desmond T. Doss yang menganggapi hancurnya muka akibat luka ledakan para kombatan seperti petikan di bawah ini: 

It looks much worse than it is. Girls will still want to kiss you.Desmond T. Doss (Andrew Garfield)

Dalam kisah nyata di akhir kehidupan sang pahlawan ini, Desmond T. Doss yang kedinginan, basah, desing amunisi, berjaga malam tanpa tidur, menggigil dalam lubang perlindungan  (fox hole) tampak tak superhero seperti di dalam film.

Dalam kisah nyatanya, survival garis depan pertempuran telah merenggut kesehatan Doss. Akibatnya, paru kiri Doss harus diangkat bersama dengan lima tulang rusuknya. Doss bertahan dengan paru-paru tunggal selama sisa hidupnya.

Dan, saatnya simak petikannya yang cukup bijaksana untuk menutup tulisan ini.

Have you not heard? The Lord is the everlasting God, the Creator of the ends of the Earth. He will not grow tired or weary, and His understanding no one can fathom. He gives strength to the weary and increases the power of the weak. Even youths grow tired and weary, and young men stumble and fall. But those who hope in the Lord will renew their strength. They will soar on wings like eagles. They will run and not grow weary. They will walk and not be faint.Desmond T. Doss (Andrew Garfield)