Kepercayaan rakyat terutama pemuda-pemudi pintar bangsa terhadap partai politik dan politisi sepertinya sudah berada pada tingkat yang sangat rawan. Apatis adalah kata yang dominan kita dengar dari mulut rakyat yang selama ini menikmati perjalanan perpolitikan di republik ini ketika mereka mengungkapkan pemikiran atau perasaan mereka terkait politik.

Munculnya pemikiran apatis terhadap partai politik dan politisi bukan tanpa sebab. Apatisnya rakyat terhadap partai politik dan politisi adalah buah pergerakan dari partai politik atau politisi itu sendiri.

Rakyat sudah kenyang mengecap kebohongan mereka. Rakyat sering dibohongi dengan janji-janji manis mereka pada masa-masa kampanye yang tak kunjung dinyatakan, inkonsistensi mereka dalam memperjuangkan hak-hak rakyat yang semakin merosot, terjeratnya politisi dalam berbagai kasus kriminal serta tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum yang berlaku di republik ini.

Ditambah lagi kasus korupsi yang menyangkutkan kader partai atau politisi yang mendominasi pemberitaan di berbagai media. Baik kader atau politisi yang ada di tingkat pusat maupun tingkat daerah. Di samping hal-hal tersebut di atas, kemerosotan kepercayaan rakyat kepada partai politik dan politisi disebabkan oleh konflik internal partai yang terisyaratkan semata-mata untuk memperjuangkan kepentingan pribadi atau kelompok mereka untuk mendapatkan kekuasaan.

Selain itu, etika politik yang tak layak diperdengarkan atau dipertontonkan kepada rakyat juga menjadi salah satu penyebab kemerosotan kepercayaan rakyat kepada para kader partai atau politisi. Pernyataan ini didukung dengan hasil survei Politik Communication Institute yang dikutip dari website kompas.com bahwa mayoritas publik tidak mempercayai partai politik.

Publik yang tidak percaya partai politik yaitu sebesar 58,2% dan disebabkan krisis kepercayaan ini disebabkan tiga faktor utama. Pertama, banyaknya kader partai politik yang terjerat kasus korupsi,. Kedua, konflik internal partai yang muncul di publik. Ketiga, adanya pelanggaran etika yang dilakukan kader partai politik.

Partai politik dan politisi yang sering berkoar sebagai penyambung lidah rakyat jelata terdengar hanya sebagai penipu-penipu ulung di telinga rakyat. Pasalnya, tak sedikit yang sudah terbukti tak menepati janji dan mengecewakan rakyat seperti apa yang telah dikemukakan pada penjelasan di atas. Oleh karena itu kemerosotan kepercayaan rakyat ini terhadap partai politik dapat kita anggap sebagai suatu kewajaran.

Politisi-politisi di republik ini sungguh memalukan, peran mereka yang sesungguhnya untuk mempertahankan dan memperjuangkan kepentingan bangsa dan Negara beralih kepada kepentingan pribadi atau kelompok. Mereka cenderung mengutamakan perebutan kekuasaan semata, menikmati kemewahan di atas penderitaan rakyat dan memperkaya diri di atas kemisikinan yang melanda rakyat.

Memalukan sungguh memalukan, partai politik dan politisi yang seharusnya menjadi institusi dan tokoh panutan malah menjadi cidera di mata rakyat.

Hingga saat ini pamor partai politik di mata rakyat belum menunjukkan perubahan bahkan ketegangan tokoh politik republik terus menjadi berita utama di berbagai media. Lalu, bagaimana bisa rakyat menurunkan atau mengikis rasa apatisnya terhadap partai politik dan politisi-politisinya?

Partai politik yang sudah ada saat ini termasuk kader-kadernya yang sedang duduk di kursi perwakilan rakyat baik pusat maupun daerah, serta kader yang sedang menduduki jabatan strategis lainnya termasuk para pimpinan daerah harus memperbaiki kinerjanya sehingga seiring berjalannya waktu, maka kepercayaan rakyat akan kembali membaik terhadap partai politik dan para politisi.

Para politisi diharapkan lebih berkecimpung untuk menyuarakan aspirasi rakyat, menunjang kepentingan rakyat dan mengatasi berbagai permasalahan yang dialami oleh bangsa.

Kemorosotan kepercayaan rakyat terjadi terhadap Partai Politik dan politisi yang memiliki konflik dan kasus. Kemorosotan kepercayaan ini  paling terbeban kepada partai politik yang kader atau politisinya tersangkut kasus korupsi. Kasus korupsi adalah penyebab utama krisis kepercayaan rakyat terhadap partai politik atau politisi.

Kemorosotan kepercayaan rakyat terhadap Partai Politik dan politisi yang sudah ada saat ini akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Partai Politik baru atau Partai Politik yang belum menduduki jabatan politik baik di tingkat pusat maupun daerah. Partai politik baru memiliki kesempatan yang besar untuk mendapatkan kepercayaan dari rakyat. Namun, untuk mendapatkan kepercayaan itu bukan hal yang mudah Partai Politik baru perlu melangkah dengan hati-hati.

Berbagai langkah yang perlu dilakukan oleh Partai Politik yaitu 1) Pengkaderan yang selektif: Individu yang dikaderkan bukan individu yang pernah terjerat kasus korupsi atau kasus lainnya, memiliki integritas dan berdedikasi tinggi, memiliki sikap yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan memiliki konsistensi untuk menyuarakan aspirasi rakyat serta membuka penkaderan yang sebesar-besarnya bagi kaum perempuan;

2) Melibatkan Partisipasi pemuda-pemudi jujur dan berani untuk melakukan berbagai gerakan partai politik; 3) Pelaksanaan kegiatan konkrit yang bertujuan menampung bakat rakyat, menunjukkan kepedulian dan membangun solidaritas; 4) Partai politik harus mampu mendedikasikan diri untuk menerima dan menghargai keberagaman yang sering dijadikan sebagai isu sara selama ini;

5) Membangun interaksi atau komunikasi yang baik dan intensif kepada rakyat; 6) Menjanjikan hal-hal yang pasti dan mampu dilakukan serta diterima oleh akal rakyat; 7) Membangun isu dan persatuan yang baik dalam internal partai sehingga menunjukkan kewibawaan partai politik yang sesungguhnya; 8) Memiliki visi dan misi yang dapat mencerahkan bangsa dan generasi penerus;

9) Menggunakan media terpercaya untuk mempublikasikan kegiatan dan pencapaian partai karena media merupakan jalan informasi utama yang menghubungkan rakyat dengan partai; dan 10) melakukan gebrakangebrakan yang sifatnya membangun baik pada tingkat pusat maupun daerah yang dimulai sejak dini.

Kehadiran partai politik dan kader-kader muda bangsa tentu sangat diharapkan untuk membangun pamor baik partai politik dan politisi di mata rakyat dan tentunya diserta dengan kinerja yang baik. Di samping itu,  partai politik dan politisi yang sudah ada selama ini perlu memperbaiki kinerja jika ingin mendapatkan kepercayaan rakyat itu kembali meskipun tak semudah membalikkan telapak tangan.

Jika tidak, partai politik dan politisi baru yang berintegritas baik dengan mudahnya akan mematahkan kekuatan-kekuatan yang susah dipercaya itu.

#LombaEsaiPolitik