Bersyukurlah kita hidup di negeri tercinta ini, Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya. Salahsatunya adalah hutan. Banyak sekali hutan yang kita jumpai di negeri ini, baik hutan lindung, hutan tropis dan lainnya. Tentu kita juga tidak lupa fungsi utama hutan. Ya... Paru paru dunia, itulah sebutan bagi hutan karena menghasilkan oksigen terbesar di dunia. Selain itu, ternyata kulit pohon juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas. Itu sebabnya saat ini banyak dilakukan penebangan hutan. 1 pohon di hutan bisa menghasilkan ribuan bahkan jutaan kertas. 

Kertas merupakan salahsatu hasil produksi manusia untuk memenuhi kebutuhan baik untuk mencetak buku, media cetak,menulis, menggambar. Karena berbagai pemintaan kertas itulah pohon di hutan saat ini menjadi berkurang. 

Pohon ditebang, di rendam, di ambil kulitnya lalu diolah menjadi kertas dengan mencampur berbagai bahan kimia sehingga menghasilkan pulp, bubur kayu. Bubur kayu nanti di olah lagi menjadi lembaran kertas yang siap untuk dijadikan bahan baku media cetak,buku dan lainnya. Tentu ini membutuhkan proses yang lama. Akan tetapi, proses pembuatan kertas yang lama tidak sepadan dengan proses pertumbuhan tanaman di hutan. 

Penebangan hutan untuk bahan baku kertas yang berlebihan akan membuat bencana di alam ini. Seperti yang terjadi banjir, longsor dan sebagainya. Ketika hujan tiba, tidak ada yang berfungsi menyerap air karena pepohonan telah menjadi kertas.

Akankah ini akan berlangsung terus. Menebang hutan untuk membuat bahan baku kertas tanpa diimbangi dengan yang lainnya.

Ayolah saat ini kita kembali mengingat kejadian alam yang menimpa kita. Itu salah siapa?. Sekarang kita tidak perlu menyalahkan siapa - siapa. Mari kita lestarikan hutan kita. Mengembalikan fungsi hutan. Bolehlah kita mengambil untuk kepentingan seperti membuat kertas tadi tetapi juga diimbangi dengan yang lainnya seperti memilih pohon yang sudah tua, menanam pohon kembali atau menghemat penggunaan kertas agar permintaan produksi kertas tidak bertambah.

Siapa lagi yang perduli dengan kerusakan hutan sekarang kalau bukan kita sendiri. Marilah kita merawat hutan kita sebelum hutan kita musnah atau kita tidak bisa melihat hutan sama sekali.