Perbedaan adalah sesuatu yang wajar dan juga dimiliki setiap kita. Dari sikap, perilaku, ras, kepercayaan, dll. Kita pasti sering melihat perbedaan-perbedaan tersebut di lingkungan kita atau mungkin kita tidak menyadari hal tersebut, dan jika belum berarti kita perlu lebih memperhatikan lingkungan tempat kita berada tersebut.

Salah satu contoh perbedaan tersebut yang sempat heboh di Indoneisa adalah tentang LBGT yang mungkin termasuk topik yang cukup kontroversial untuk dibicarakan. Kita diajarkan sejak kecil bahwa menyukai sesama jenis ataupun mengubah jenis kelamin adalah hal yang salah atau tidak boleh dilakukan karena itu melanggar moral dan agama.

Agama melarang dengan jelas mengatakan bahwa hal tersebut adalah perbuatan yang dialarang dan salah untuk dilakukan karena Tuhan menciptakan manusia berpasangan antara laki-laki dengan permpuan bukan laki-laki dengan laki-laki dan juga sebaliknya perempuan dengan permpuan. Oleh karena itu LGBT itu melanggar Agama yang menjadi “pedoman” negara kita.

Banyak dari rakyat Indonesia dan negara-negara lain yang menentang LBGT tersebut dikarenakan alasan yang sama. Tetapi ada beberapa negara yang sudah melegalkan tetang adanya kelompok-kelompok LBGT tersebut. Salah satu negara yang melegalkan hal ini adalah Jerman pada tanggal 30 Juni 2017.

Hal ini mungkin cukup mengejutkan bagi kita karena di Indonesia hal tersebut adalah hal yang dapat dibilang tabu atau dilarang, dan jika seseorang diketahui adalah seseorang yang gay, lesbian, transgender, biseksual maka mereka biasanya akan dikucilkan oleh masyarakat karena pemikiran kita tentang LBGT adalah hal yang salah dan tidak boleh dilakukan.

Tetapi menurut saya LBGT adalah hal yang wajar dan seharusnya diperbolehkan. Kenapa saya berpendapat seperti itu ? Karena setiap kita memiliki hak untuk memilih siapa yang kita cintai dan siapa kita ini sebenarnya. Ya memang hal tersebut memang salah menurut agama tetapi orang tersebut memiliki hak untuk memilih apakah dia ingin menaati hal tersebut atau tidak.

Selain itu kita harusnya tidak perlu mempedulikan apa yang dilakukan oleh orang lain dan lebih menfokuskan hal tersebut pada diri sendiri. Karena gender mereka tidak akan berpengaruh atau berdampak pada kehidupan kita masing-masing dan jikalau berdapak pada diri kita biasanya hanya merupakan dampak yang kecil atau masalah yang kecil.

Jika kita diberikan pilihan oleh pemerintah untuk melegalkan LGBT di Indonesia, saya akan memilih untuk menyetujui hal tersebut. karena jika tidak setuju pasti akan menimulkan demo dari kelompok-kelompok tersebut, dan kalau memang disetujukan oleh pemerintah hal tersebut tidak akan menyebabkan dampak yang negatif bagi kehidupan saya.

Sedangkan kalau memang tidak disetujukan kelompok-kelompok tersebut akan merasa kesulitan untuk menjadi diri mereka sendiri di masyarakat dikarenakan larangan tersebut. Rasa takut akan komentar-komentar buruk yang akan diberikan jika mereka diketahui merupakan salah satu dari LGBT tersebut akan membuat mereka merasa lebih tertekan akan hal tersebut.

Oleh karena itu mereka menuntut hak tentang keberadaan LGBT di Indonesia tersebut. mereka ingin hak tersebut agar mereka dapat dengan bebas mengekspresikan keinginan diri mereka yang selama ini mereka sembunyikan dikarenakan LGBT merupakan sebuah tindakan yang memalukan dan dipandang buruk oleh masyarakat Indonesia.

Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki kepercayaan bahwa setiap orang boleh mengemukakan pendapat-pendapat mereka tersebut dan juga merupakan negara yang adil bagi seluruh rakyatnya tersebut. jadi kita harus menghargai perbedaan tersebut dan membolehkan LGBT tersebut di indonesia dan melepas kepercayaan bahwa hal tersebut adalah hal yang tabu.

Memang negara Indonesia merupakan suatu negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama sehingga banyak dari kita yang menolak keadaan kelompok tersebut, dan melarang adanya LGBT. Tetapi kita harus ingat bahwa suatu negara tidak dapat berdiri tanpa adanya masyarakat dan sebagian masyarakat tersebut merupakan  kelompok tersebut yang memiliki hak untuk berada di Indonesia.

Dan juga suatu negara tidak dapat berdiri jika terlalu mematokkan segala undang-undang atau peraturan yang berlaku berdasarkan agama karena keperluan-keperluan di dunia banyak yang tidak sesuai dengan ajaran agama tetapi kita terpaksa mengikuti keperluan tersebut dikarenakan jika tidak negara tersebut akan hancur.

LGBT di Indoneisa akan tetap ditolak keberadaannya oleh masyarakat luas kecuali masyarakat tersebut mulai mengubah cara dan pola pikir mereka yang sejak dulu terlalu sensitif tentang urusan kepercayaan dan agama. Yang merupakan hal kecil tapi ujung-ujungnya dilebih-lebihkan dengan kebohongan untuk kepentingan sendiri dan merugikan orang lain.

Perubahan adalah hal yang paling sulit untuk kita terima, dari mengubah perilaku, sikap, dan kepercayaan hingga menerima hal-hal baru yang termasuk aneh menurut kita tetapi normal menurut orang lain. Segala perubahan tersebut membutuhkan waktu untuk disesuaikan tetapi pada akhirnya kita harus mengikuti peruhanan tersebut karena kemaukan kita atau keadaan memaksa