Kertas tidak pernah lepas dari kehidupan manusia. Ibarat kebutuhan, kertas merupakan kebutuhan yang sangat menunjang kemajuan hidup manusia. Sejak ditemukan, penggunakan kertas mengalami perkembangan pesat. Kebutuhan akan kertas menjadi prioritas manusia. Penggunaannya pun bergeser tidak lagi sebagai media penulisan, namun juga digunakan sebagai pembungkus, pembersih, bahan baju dan lain sebagainya.

            Berbicara tentang kertas tidak akan jauh dari bahan baku pembuatan kertas, yaitu kayu yang diperoleh dari hutan tropis. Kurang bijak dalam penggunaan kertas akan mengganggu keseimbangan alam. Produksi kertas secara membabi buta hanya untuk keuntungan ekonomi akan berpengaruh pada keseimbangan ekosistem dunia. Sebagaimana kita tahu, hutan merupakan paru-paru dunia, dan menjaga keseimbangan ekosistem adalah tugas kita.

       Tidak ada yang tidak mengenal kertas. Kertas merupakan bahan tipis yang terbuat dari serat-serat nabati pendek yang diendapkan dan dikeringkan, biasanya dicampur dengan bahan lain dan pewarna (Divisi Penulisan dan Multimedia Move Indonesia, 2007, hal.6). Berdasarkan bahan bakunya, kertas dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu,

1. Kertas cina terbuat dari bambu.

      Kertas washi atau wagami dibuat dengan metode           tradisional jepang. Mempunyai tekstur indah, tipis, kuat dan tahan lama. Digunakan sebagai hiasan dalam agama Shinto, bahan pembuatan patung budha, bahan mebel, alas sashimi dalam kemasan, bahan perlengkapan tidur, bahan pakaian seperti kimono, serta bahan interior rumah dan pelapis pintu dorong.

Kertas Mashi terbuat dari serat pohon cannabis sativa L. Dan Boehmeria nivea (sejenis rami).

Kertas daluang adalah kertas yang terbuat dari kulit kayu Saeh (nama pohonnya, paper Mulberry), dan dibuat secara tradisional oleh masyarakat Indonesia.

Kertas kokushi merupakan kertas yang terbuat dari pohon murbei. Kokushi banyak digunakan dalam kantor pemerintahan untuk dokumen resmi dan pekerjaan penyalinan dokumen.

Kertas hishi (Gansiphi), merupakan jenis kertas yang terbuat dari tanaman perdu Diplomorpha sikokiana (Ganpi) atau Edgeworthia chrysantha (Mitsumata).

Kertas danshi terbuat dari kulit dahan yang masih muda dari pohon suku Celastraceae (Nishiki). Ciri khas kertas ini berwarna putih dan tebal.

Kertas karakami adalah kertas ganpi atau kertas tarinoko yang dilapis dengan bubuk kulit kerang bercampur gelatin dan dibuat motif seperti segienam dan gaya arabesque dengan menggunakan cetakan blok kayu dan bubuk mika.

Kertas modern terbuat dari jerami, ampas tebu, pelepah batang pisang, enceng gondok serta kayu keras. Kayu keras lebih banyak disukai kalangan insdustriawan karena bahannya mudah didapat dalam jumlah cukup besar dan kontinyu (Divisi Penulisan dan Multimedia Move Indonesia, 2007, hal.13-16).

Berdasarkan bahan baku pembuatannya, kertas diperoleh dari hasil pengolahan bahan alam. Kertas modern yang digunakan lebih banyak menggunakan bahan baku kayu keras yang didapatkan dari hutan tropis. Indonesia merupakan negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia. Hutan tropis ini terletak hampir di setiap pulau besar seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Indonesia tercatat sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terkemuka di dunia, dimana Indonesia menduduki posisi ke-9. Kapasitas produksi pulp dan kertas Indonesia adalah 7,9 juta ton per tahun dan 12,9 juta ton per tahun (Kemendag, 2013, hal. viii). Menurut Rini (2002), industri kertas merupakan salah satu industri terbesar didunia yang menghasilkan 178 juta ton pulp, 278 juta ton kertas dan karton, dan menghabiskan 670 juta ton kayu.

Satu pohon menghasilkan 1,2 kilogram oksigen setiap hari dan kebutuhan oksigen setiap orang adalah 0,5 kilogram oksigen per hari. Berarti 15 rim kertas A4 mengorbankan kebutuhan oksigen harian dua orang. Fakta lain menunjukkan, untuk membuat 1 kilogram kertas dibutuhkan 3 kilogram kayu. Menurut Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, setiap hari sampah kertas di dunia paling tidak setara dengan 27.000 batang kayu (cirebon.com/whats-on/2016/05/18/bijaklah-dalam-menggunakan-kertas/).

Berdasarkan data penggunaan kertas diatas, dapat dibayangkan berapa banyak hutan yang akan habis untuk memproduksi kertas. Tanpa adanya penanaman ulang, hutan akan dipastikan punah. Paru-paru bumi akan lenyap, bencana yang ditimbulkan akibat gundulnya hutan tidak dapat dihindari, seperti tanah lonsor, banjir, pengerasan tanah dan pemanasan global. Ketiadaan hutan tentunya akan mempengaruhi kehidupan manusia secara menyeluruh. Namun tidak menggunakan kertas sama sekali juga merupakan keniscayaan.

Kertas sebagai media penulisan perlahan tersingkir dengan munculnya komputer, handphone dan media digital lainnya. Namun sebagai pembungkus, kertas tetap merupakan bahan yang ramah lingkungan. Meskipun pemerhati lingkungan mengecam penggunaan kertas yang dapat mengakibatkan rusak bahkan habisnya hutan. Namun dengan penggunaan yang bijak, kertas dapat tetap digunakan dan hutan tetap dapat dijaga. Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan dalam penghematan penggunaan kertas, yaitu,

Simpanlah sampah kertas pada tempat sampah khusus, untuk dilakukan daur ulang. Daur ulang kertas menghasilkan kertas baru yang dapat digunakan kembali. Setiap 2 ton kertas yang didaur ulang nilainya setara dengan 2 batang pohon besar. Pertimbangkanlah untuk mulai menggunakan kertas daur ulang untuk kebutuhan tulis menulis atau administrasi kantor anda. Ini mengurangi penggundulan hutan.

Kumpulkanlah kertas-kertas setengah pakai (kertas bekas yang baru terpakai pada satu sisi) gunakan sebagai catatan atau memo pencatat.

Gunakan kembali amplop bekas untuk mengirim surat-surat internal kantor.

Menggunakan kertas bekas untuk membuat wadah, seperti tempat pensil, vas bunga, tas dan bunga hias. Hal ini dapat mengurangi penggunaan kertas baru. selain bernilai ekonomi, juga dapat mengurangi penggunaan pohon sebagai bahan baku kertas.

Keseimbangan produksi kertas dan menjaga hutan harus tetap ada, dengan perhitungan tersebut diatas. Tentunya penghematan penggunaan kertas, daur ulang kertas dan penanaman hutan senantiasa harus digalakkan. Ketidakpahaman dan kurangnya kepedulian masyarakat akan pentingnya hutan sebagai pemasok bahan baku kertas dapat mengakibatkan apa yang dikhawatirkan pemerhati lingkungan terjadi. Selain itu penggunaan bahan baku pembuatan kertas selain kayu keras untuk lebih dikembangkan, sehingga hutan lebih terjaga.

Hutan adalah sahabat manusia, merawat hutan adalah tugas kita. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Kebutuhan manusia akan kertas, tidak akan pernah habis, namun kepedulian dan tanggung jawab merawat hutan adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Ramah terhadap lingkungan akan mendatangkan manfaat tidak hanya bagi kita, namun juga bagi generasi mendatang.

Hutan yang terjaga, akan meningkatkan produksi kertas juga. Adalah bukan hal yang mustahil, jika hutan terawat, produksi kertas juga meningkat. Merawat hutan juga berarti memperpanjang usia penggunaan kertas.


Referensi:

-. Bijaklah dalam Menggunakan Kertas. Diakses daricirebon.com/whats-on/2016/05/18/bijaklah-dalam-menggunakan-kertas/

Divisi Penulisan dan Multimedia Move Indonesia. 2007. Menjaga Alam dengan Kertas Daur Ulang. Mojokerto: Pusat Pendidikan Lingkungan   Hidup (PPLH) Selolima

Kemendag. 2013. Panduan Ekspor Kertas dan Karton Ke Thailand. Bangkok: Office of Commercial Attache Embassy of The Republic of Indonesia

Rini, D.S. 2002. Minimasi Limbah dalam Industri Pulp. Diakses dari www.terranet-com.