Ada sebanyak 13 buah entri usulan kata yang saya coba proposalkan ke KBBI daring. Lema-lema tersebut berhubungan erat dengan kosakata dunia pendakian dan beberapa lema penting lainnya yang belum ada di KBBI daring, seperti krampon, karabiner, figur delapan, prusik, dan lainnya. Baca di sini

Setiap pengusulan entri baru di KBBI dengan menggunakan akun pribadi, maka, disertakan juga keterangan tentang pentingnya pengecekan harian halaman manajemen akun terdaftar yang memuat usulan-usulan entri kata yang kita proposalkan. Tentunya, dengan tambahan kalimat pemanis: mungkin usulan-usulan tersebut telah diproses oleh redaksi kami.

Proposal usukan entri baru adalah salah satu dari fungsi leksikografis sebuah kamus. Ini sesuai dengan arti kata "kamus" yang dijelaskan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima (KBBI V), terbit tahun 2016.

Sebagai bagian dari perkamusan Bahasa Indonesia, KBBI daring dapat diarikan sebagai salah satu acuan dalam jaringan yang memuat kata dan ungkapan, dan biasanya disusun menurut abjad, beserta keterangan tantang makna dan pemakaian.

Dengan melibatkan pemakai (user) yang terdaftar, maka KBBI daring bersifat dinamis . Artinya, siap menerima entri-entri baru selain pemutakhiran bulan April dan Oktober tiap tahunnya.

Sebagai contoh, pemutakhiran bulan April 2019: entri baru 389 buah; makna baru 36 buah; contoh baru 3 buah; perubahan entri 179 buah; perubahan makna 222 buah; perubahan contoh 11 buah, dan entri nonaktif 16 buah.

Menurut saya, itu sangat kurang sekali bagi sebuah kamus daring. Semestinya, penyediaan fasilitas usulan baru dengan proposal entri kata dalam jaringan, KBBI daring haruslah cepat menanggapi dan menindaklanjuti usulan pengguna dalam jaringan. 

Nyatanya, pada tabel "Daftar Usulan Dibuat", tepatnya kolom "redaktur dan validator", sering tertulis: tidak tersedia. Serta, meninggalkan satu kolom lagi yang penuh harapan, dengan tulisan: status diproses. Apa maunya KBBI daring?

Data terakhir kekuatan dapur pacu dinamika leksikografis KBBI daring yang saya akses adalah sebagai berikut: Pengguna terdaftar sebanyak 41.430 (99,85 %); editor berjumlah 57 (0,14 %); redaktur berjumlah 6 (0,01 %); Validator sebanyak 1 (0,00 %), dan rasio konfirmasi sebesar 2,35 %.

Dengan persentase rasio konfirmasi yang kecil, maka kekuatan dinamika leksikografisnya juga sangat kecil sekali, yaitu 2.35%. Dengan begitu, siap-siaplah entri dan proposal kata baru Anda akan terlantar. 

Sepertinya si validator yang berjumlah seorang ini sangat tiranik sekali. Untuk sebuah kamus daring, dengan jumlah validator yang hanya seorang, tentunya sangat tidak efektif. 

Kata yang masuk ke meja redaksi, seharusnya, cepat disunting untuk kemudian dianalisis apakah memang sudah tepat menjadi lema baru atau tidak. Jika tidak, entri bisa dikembalikan, atau sebaliknya, kalau diterima akan masuk meja redaktur dan masuk validator.

Sifat "hidup" sangatlah penting bagi sebuah kamus.  Karena pada dasarnya, kamus adalah wadah besar bagi ilmu pengetahuan dan teknologi. Kamus sangat lazim dianggap sebagai sumber rujukan yang andal dalam memahami makna kata suatu bahasa. Kamus semestinya memuat perbendaharaan kata suatu bahasa yang idealnya tidak terbatas jumlahnya.

Kamus dapat memberikan kontribusi untuk menambah koleksi kekayaan vokabuler pribadi. Jika KBBI daring dapat menyediakan dapur pacu vokabuler yang andal, maka akan sangat mempermudah pengguna untuk menuangkan gagasan melalui bahasa tulis ataupun bahasa lisan. 

Kamus menjadi acuan yang ideal dan kuat untuk mencari kebakuan bentuk kata, istilah, frasa, ungkapan, peribahasa, dan idiom beserta contoh penggunaan kata dan istilah di dalam kalimat. Pun, definisi (atau makna) kata atau istilah akan terekam jelas di dalam sebuah kamus.

Ketidakterhinggaan dalam dan luasnya ilmu dan pengetahuan yang terliput di dalam kamus seharusnya diilhami dan disemangati pengertian etimologis makna kata "kamus" itu sendiri, yang diserap dari bahasa Arab, "qamus". 

Kata "qamus" juga merupakan hasil serapan kata "okeanos" dari bahasa latin yang berarti "lautan". Kamus ibarat kitab suci ilmu pengetahuan dan teknologi. 

KBBI daring yang hidup adalah kamus daring yang secara terus-menerus dapat dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Dalam tradisi leksikografi, sebuah kamus luring saja, setidaknya, direvisi dan diperbarui lima tahun sekali demi selalu mengikuti perkembangan zaman.

Sedang untuk kamus daring, seharusnya lebih banyak entri yang akan diproses serta dihasilkan. Kamus daring adalah sebuah terobosan leksikografis untuk mengimbangi percepatan dan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Leksikografi yang meliputi perancangan, kompilasi, penggunaan, serta evaluasi suatu kamus tidak bisa dilepaskan dari peran lembaga pemerintah yang mengurusi masalah kebahasaan, yaitu Badan Bahasa. 

Penyediaan validator, editor, redaktur haruslah dapat mengimbangi pengguna yang siap memberikan entri-entri dan berbagai macam usulan yang berhubungan dengan leksikografis KBBI daring.

Pemutakhiran KBBI daring jangan terhalang oleh nafsu ekonomis versi cetak. Artinya, versi cetak itu rata-rata baru dirilis 5 tahun sekali dengan mengambil pemutakhiran KBBI daring. Bebaskan KBBI daring dari kekangan versi cetak yang 5 tahun sekali itu.